Skip to content

Kemajuan Farmasi Klinik, Kebangkitan Apoteker Rumah Sakit

15/03/2011

 

Begitu mendengar kata rumah sakit, sepertinya yang terbayang oleh pikiran kita mengenai pelayanan rumah sakit adalah sosok dokter dengan jas putih bersihnya atau perawat dengan seragam khasnya. Lalu bagaimana dengan apoteker di rumah sakit? Mungkin memang tidak banyak orang yang aware dengan profesi yang satu ini. Tapi sebenarnya apoteker memegang peranan penting juga dalam proses pelayanan pasien.

Apoteker di rumah sakit banyak bergerak di bawah bendera instalasi farmasi rumah sakit atau IFRS. IFRS adalah suatu unit di rumah sakit yang merupakan fasilitas penyelenggaraan kefarmasian di bawah pimpinan seorang apoteker yang kompeten. IFRS bertanggungjawab dalam mengadakan, menyediakan, dan mengelola seluruh aspek penyediaan perbekalan kesehatan di rumah sakit yang dapat berupa pelayanan farmasi nonklinik dan pelayanan farmasi klinik.

Tanggungjawab apoteker dalam pelayanan farmasi nonklinik berupa pelayanan produk, yaitu berupa perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, dan distribusi obat-obatan yang dibutuhkan di rumah sakit, sedangkan pelayanan farmasi klinik merupakan pelayanan yang dilakukan secara langsung dan memerlukan interaksi dalam pelaksanannya baik dengan pasien maupun dokter dan perawat, antara lain pelayanan obat atas order dokter, pendistribusian obat dan produk farmasi pada pasien dan perawat, serta pelayanan konseling dan informasi obat.

Tanggungjawab dan wewenang apoteker selanjutnya diatur dalam Undang-Undang, Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menteri Kesehatan. Seiring dengan perkembangan kesehatan, orientasi pelayanan kefarmasian saat ini telah bergeser lebih ke arah pelayanan kefarmasian klinik (Pharmaceutical Care), yaitu bentuk pelayanan dan tanggung jawab langsung profesi apoteker dalam pekerjaan kefarmasian untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Hal inilah yang menjadi poin penting peran apoteker di rumah sakit.

Peran farmasi klinik sendiri memberikan dampak yang baik terhadap berbagai outcome terapi pada pasien, baik dari sisi humanistik (kualitas hidup, kepuasan), sisi klinik (kontrol yang lebih baik pada penyakit kronis), dan sisi ekonomis (pengurangan biaya kesehatan). Hasil review publikasi Inditz et al (1999) antara tahun 1984-1995 menyimpulkan bahwa pelayanan farmasi klinik efektif untuk mengurangi biaya pelayanan kesehatan dan juga efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Hal ini diperoleh terutama dengan melakukan pemantauan resep dan pelaporan efek samping obat.

Namun seperti yang telah disinggung di atas, peran apoteker tersebut tampaknya memang tidak banyak disadari dan dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Berbeda dengan apa yang terjadi di dunia internasional, di Amerika apoteker klinik termasuk profesi papan atas, baik dalam hal popularitas, tanggungjawab, bahkan salary. Inggris merupakan negara di Eropa yang paling lama menerapkan farmasi klinik. Sebagian besar penelitian tentang peran penting farmasi klinik dalam pelayanan kesehatan sebagian besar diperoleh dari pengalaman di Amerika dan Inggris. Di Australia, 90% rumah sakit swasta dan 100% rumah sakit pemerintah memberikan pelayanan farmasi klinik.

Memang banyak faktor yang menyebabkan pelayanan farmasi klinik dan peran profesi apoteker di Indonesia tidak sepesat negara lain. Praktek pelayanan farmasi klinik di Indonesia sendiri relatif baru berkembang pada sekitar tahun 2000-an. Konsep farmasi klinik sendiri belum seutuhnya diterima oleh tenaga kesehatan di rumah sakit, sehingga pelayanan farmasi klinik di Indonesia berkembang cukup lambat. Paradigma apoteker terjun ke bangsal pasien, memantau pengobatan pasien, memberikan informasi dan konseling secara rutin, serta memberikan rekomendasi penrobatan masih belum lazim, karena fungsi apoteker di IFRS dianggap hanya berfungsi dalam menyiapkan obat. Farmasis sendiri selama ini terkesan kurang menyakinkan untuk bisa memainkan peran dalam pengobatan. Selain itu, faktor apoteker sendiri yang belum secara utuh menjalankan fungsinya sehingga mengakibatkan masyarakat awam dan pasien kurang mengenal profesi apoteker, khususnya di rumah sakit. Kebanyakan rumah sakit pun hanya memiliki tenaga apoteker yang minim, hanya sekitar satu atau beberapa saja. Tentunya akibat sedikitnya tenaga apoteker yang ada, maka apoteker tidak bisa mendampingi pasien secara utuh dalam penggunaan obat dan terapinya.

Melihat fenomena ini, tentunya peran generasi calon-calon apoteker muda dalam perkembangan pelayanan farmasi klinik khususnya di rumah sakit sangat dibutuhkan. kita tidak bisa hanya tinggal diam sementara dunia terus melakukan perubahan. Yes, It’s our time pals, lets bring a change, a new fresh air for Indonesia.

 

Referensi:

Ikawati, Zullies. 2010. Pelayanan Farmasi Klinik pada Era Genomik: Sebuah Tantangnan dan Peluang. Farmasi Klinik Fakultas Farmasi UGM

Inditz MES, Artz MB, 1999, Value Added to Health by Pharmacists. Soc Sci Med, 48:647-60.

Siregar, Charles J.P., Amalia, L., 2003, Farmasi Rumah Sakit : Teori dan Penerapan,Penerbit Buku Kedokteran EGC.

About these ads
11 Comments leave one →
  1. Mister Ade permalink
    19/03/2011 10:23 am

    mantaplah farmasi klinik :)

  2. 21/04/2011 3:00 pm

    Hai Kak, perkenalkan saya Dhyan Kusuma Ayuningtyas dari FKK 09.
    Tertarik dengan blog ini karena cukup serius menyinggung tentang clinical pharmacy, dan ternyata salah satu penulisnya adalah Kak Monika Pury Oktora yang merupakan senior saya sendiri, lulusan pertama dari FKK ITB yang tergolong jurusan dengan ‘sudut pandang’ baru, terutama di Indonesia sendiri. Terimakasih atas info yang kakak berikan, info yang secara tidak langsung menjadikan semangat baru kepada saya, sekaligus mengingatkan kembali alasan-alasan dan idealisme yang perlahan terkikis, kenapa saya memilih dan memperjuangkan FKK .

    Terimakasih atau tulisannya kak, semoga bisa terus update dengan berbagai hal tentang clinical pharmacy terutama karena pengalaman kakak yang memang lebih banyak daripada saya. :)

    • Monika Oktora permalink*
      22/04/2011 8:41 am

      Haiii dyan :) salam kenal
      waaahh FKK yaa.. seneng deh liat bibit FKK yang seger2, hehe..
      makasih komentarnya.. saya juga seneng bisa berbagi.
      smg FKK angkatan berikut2nya lebih baik lg dari kita yaa (sbg angkatan pertama dan tertua, hehe), Smangaaaat \^.^/

  3. dhanang25 permalink
    23/09/2011 8:06 am

    hahaha ilustrasinya menarik minta ijin buat diupload di blog saya ya?!? saya juga berhasrat untuk menekuni farmasi klinik semoga farmasi semakin dikenal masyarakat

  4. Monika Oktora permalink*
    23/09/2011 8:59 am

    yap silahkan mas danang,, senang kalau bisa dishare sama banyak org :)
    tag aja sumbernya dari blog kami http://www.apotekerbercerita.wordpress.com
    makasih yaahh apresiasinyaa

    • 324712 permalink
      29/03/2012 11:23 am

      Menarik mba… saya mahasiswa Simkes… boleh saya minta Literatur review yang berkaitan dengan tulisan mba yang diatas..? sebelumnya saya ucapkan terima kasih…

      • Monika Oktora permalink*
        29/03/2012 11:36 am

        haiiii.. literatur review-nya ada di pustaka yg saya cantumkan. silahkan dicek yaaa :D

  5. amitokugawa permalink
    19/11/2011 3:28 pm

    go clinical pharmacist!
    iseng2 browsing, eh nemu blog ini, ternyata isinya keren dan menambah semangat
    sukses selalu ya kakak2 :)

    • 28/11/2011 2:47 pm

      Terima kasih.. kita juga ngucapin terima kasih banyak buat kamu yang udah mampir dan kasih komentar. Sukses juga buat kamu ya…

  6. Sakazuki permalink
    30/12/2013 8:10 pm

    apoteker akan sangat sangat bermain peran penting ketika turun ke bangsal bangsal dan memantau pemakaian obat disana :)

Trackbacks

  1. Apoteker Tidak Hanya Bekerja Di Apotek « Calon Apoteker Bercerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,286 other followers

%d bloggers like this: