Skip to content

Apa Itu Antibiotik??

11/04/2011

Tim kami mencoba mencari tahu apakah teman-teman sesama mahasiswa sudah mengenal yang dimaksud dengan antibiotik. Berikut adalah beberapa pendapat mereka tentang antibiotik :

 

Andro Suryo, Teknik Telekomunikasi

“Antibiotik adalah obat pembunuh kuman bakteri dan makhluk-makhluk hidup yang bikin sakit lainnya, selain virus.”

Alfia, Sistem dan Teknologi Informasi

“Anti = lawan, berlawanan. Biotik = bio = hidup. Biasanya harus dihabiskan biar bakterinya benar-benar mati semua karena kalau tidak, dia bisa aktif lagi.”

Dea,  Sistem dan Teknologi Informasi

“Antibiotik adalah obat generik yang kandungannya bisa membunuh bakteri jahat dalam tubuh, harus diminum sampai habis, kalau tidak, tidak bisa membunuh bakterinya secara keseluruhan.”

Gilang Giffary, Teknik Kelautan

“Antibiotik ya sesuatu yang berguna untuk membunuh suatu bakteri dalam tubuh kita, dengan kadar masing-masing tubuh seseorang.”

Fathur Rizki, Teknik Kelautan

“Antibiotik adalah ‘something’ yg bisa membunuh bakteri dalam tubuh kita.”

Dona, Matematika

“Antibiotik adalah obat yang harus habis diminum, obat keras, dan bersifat efektif.”

Asmi, Geologi

“Antibiotik adalah obat yang harus dimakan sampai habis, jika terlalu banyak dikonsumsi dapat menyebabkan kerusakan ginjal.”

 

Wah, ternyata sebagian besar dari teman-teman kita sudah cukup mengenal antibiotik. Bagaimana dengan kamu? Sudah tahu belum??

Yuk, kita sama-sama berkenalan dengan si “Antibiotik”.

Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi atau jamur, yang dapat menghambat atau membasmi bakteri. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, antibiotik sudah dapat dibuat secara semi sintetik maupun sintetik.

Definisi tersebut dapat membagi antibiotik berdasarkan daya bunuhnya terhadap pertumbuhan bakteri, yaitu antibiotik bakteriostatik dan bakterisid. Apa bedanya? Antibiotik bakteriostatik bekerja dengan mencegah atau menghambat pertumbuhan bakteri, namun tidak membunuhnya, sehingga proses pembasmian kuman sangat tergantung pada daya tahan tubuh. Sedangkan antibiotik bakterisid, bekerja secara aktif membunuh bakteri. Penggunaan kombinasi dari keduanya baik sejenis maupun tidak, dapat dilakukan dengan mempertimbangkan efek kerjanya sehingga memberi hasil yang efektif.

Antibiotik juga dapat dibedakan berdasarkan mekanisme atau tempat kerja antibiotik tersebut pada bakteri, antara lain :

1.    Antibiotik yang bekerja menghambat sintesis dinding sel bakteri, termasuk di sini adalah basitrasin, sefalosporin, sikloserin, penisilin, ristosetin dan lain-lain.

2.    Antibiotik yang merubah permeabilitas membran sel atau mekanisme transport aktif sel. Yang termasuk di sini adalah amfoterisin, kolistin, imidazol, nistatin dan polimiksin.

3.    Antibiotik yang bekerja dengan menghambat sintesis protein, yakni kloramfenikol, eritromisin (makrolida), linkomisin, tetrasiklin dan aminoglikosida.

4.    Antibiotik yang bekerja melalui penghambatan sintesis asam nukleat, yakni asam nalidiksat, novobiosin, pirimetamin, rifampisin, sulfonamida dan trimetoprim.

Berkaitan dengan antibiotik, bakteri dapat dibagi menjadi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif, dengan menggunakan uji pewarnaan bakteri. Salah satu contoh bakteri gram negatif adalah Escherichia coli, sedangkan contoh bakteri gram positif adalah Staphylococcus aureus. Pembagian bakteri ini berkaitan dengan spektrum kerja antibiotik. Antibiotik yang memiliki spektrum luas, dapat ber”perang” dengan kedua kelompok bakteri tersebut. Sedangkan yang memiliki spektrum sempit hanya dapat mengatasi salah satu kelompok bakteri saja.

Penggunaan antibiotik sangat diperhatikan oleh para apoteker dan tenaga kesehatan lainnya, khususnya penggunaan pada orang awam yang kurang memahami arti pentingnya kepatuhan dalam pengunaan antibiotik. Tentu kita sering mendengar kalimat “antibiotiknya harus diminum sesuai aturan dan sampai habis ya”. Beberapa dari kalian mungkin pernah bertanya, mengapa? Salah satu masalah besar yang timbul dari penggunaan antibiotik yang tidak rasional adalah resistensi. Dalam kasus ini, jangan meremehkan bakteri ya, karena mereka itu cerdik. Jika kita tidak meminum antibiotik tepat waktu, atau tidak sampai habis karena merasa sudah sembuh, bakteri-bakteri di tubuh kita akan menjadi terlatih dengan “serangan” yang kita berikan. Tidak hanya itu, mereka juga mengatur strategi agar dapat memodifikasi “serangan” sehingga mereka dapat menghindari “serangan” kita dan menjadi kebal. Bayangkan jika infeksi bakteri menjadi sulit diberantas. Berbahaya bukan? Oleh karena itu, konseling yang tepat dan didukung kepatuhan pasien yang tinggi merupakan salah satu pilihan utama dalam membantu penggunaan antibiotik secara benar.

Perlu diketahui juga bahwa tidak semua penyakit membutuhkan “bantuan” antibiotik. Jika anda diberikan resep berisi antibiotik oleh dokter, mintalah penjelasan dari dokter anda mengapa anda membutuhkan antibiotik. Pemahaman terhadap penyakit serta pengobatannya sangat penting untuk membantu kesembuhan. Setelah menebus resep, konsultasikan kepada apoteker bila ada hal yang perlu ditanyakan, misalnya aturan pakai atau cara penyimpanan.

Jadi, mari kita gunakan antibiotik secara bijak dan tepat!

***

(Oleh : Citta Masyita & Dyan Fitri Nugraha)

 

Referensi :

Katzung, Bertram G. 2001. Basic and Clinical Pharmacology Book 3, 8th ed. New York: McGraw-Hill.

http://medicastore.com/apotik_online/antibiotika/antibiotika.htm

About these ads
14 Comments leave one →
  1. frozleth permalink
    11/04/2011 8:23 pm

    pertamaax…..
    nice info gan

    • 12/04/2011 6:31 pm

      Makasih Andro udah mampir…
      Rajin2 mampir kesini yaa, ajak temen2nya juga.
      hehe. :D

  2. Ben permalink
    13/04/2011 9:06 pm

    Dari artikel di atas : “Antibiotika adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi atau jamur, yang dapat menghambat atau membasmi bakteri. Namun, seiring dengan perkembangan jaman, antibiotik sudah dapat dibuat secara semi sintetik maupun sintetik”.

    Yang ingin saya tanyakan adalah mengenai obat yang digunakan untuk membunuh jamur atau virus misalnya apakah bisa digolongkan antibiotik juga??

    Selain itu, saya ingin bertanya mengenai antibiotik. Pernah saya sakit radang tenggorokan lalu diberi antibiotik amoksisilin. Lalu pernah saya sakit semacam infeksi saluran nafas diberikan amoksisilin juga. Berarti apakah bakteri yang menginfeksi pada kedua penyakit itu sama/segolongan gramnya? Bagaimana dokter bisa tau bakteri apa yang sedang menyerang saya tanpa melakukan pemeriksaan secara mendetail?

    Terima kasih atas responnya

    • 15/04/2011 10:23 am

      Terima kasih atas tanggapannya saudara Ben.
      Saya akan coba menjawab.
      CMIIW.

      Anti-jamur termasuk dalam antibiotik karena dihasilkan oleh biotik juga, bisa dari bakteri/jamur. Sedangkan anti-virus tidak termasuk ke dalam golongan antibiotik. Anti-jamur, anti-virus, dan antibiotik termasuk dalam golongan khemoterapetik.

      Pada kasus radang tenggorokan dan infeksi saluran nafas yang pernah saudara alami, bakteri yang menginfeksi bisa saja berbeda golongannya. Karena amoksisilin memiliki spektrum luas yang bekerja pada bakteri gram positif dan sebagian bakteri gram negatif seperti H. influenzae, E. coli, Salmonella, Proteus mirabilis. Sebagian bakteri tersebut bertanggung jawab atas infeksi yang dapat terjadi pada saluran pernafasan dan juga radang tenggorokan. Pemilihan antibiotik tidak bisa sembarangan, selain sesuai dengan “target” infeksi, perlu diperhatikan juga efektifitasnya untuk menekan potensi resistensi. Jika masih dapat digunakan antibiotik dengan “daya basmi” yang lebih rendah, tidak perlu langsung menggunakan antibiotik yang “lebih canggih”. Karena jika infeksi ringan saja sudah memakai antibiotik yang “terlalu canggih” maka ketika terjadi resistensi terhadap antibiotik tersebut, akan lebih sulit lagi mencari antibiotik yang lebih kuat untuk mengatasi infeksinya. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik ini benar – benar harus diperhatikan tidak hanya oleh tenaga medis, namun pasien itu sendiri. Karena kepatuhan pasien dalam meminum obat juga memegang peranan penting dalam menekan tingkat resistensi.

      Kenapa dokter dapat mengetahui jenis bakteri tanpa pemeriksaan detail? Karena dokter memiliki pengetahuan medis untuk mendiagnosa pasien. Pengetahuan medis ini mencakup ilmu mengenai penyakit – penyakit infeksi termasuk bakteri apa saja yang berperan dalam infeksi saluran pernafasan. Ada berbagai tahapan dalam diagnosis yang dilakukan oleh dokter, sehingga akhirnya dapat mendiagnosa penyakit yang dialami pasien. Diagnosis yang dilakukan ada yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut (misalnya dengan menggunakan alat khusus) dan ada yang tidak. Dalam kasus yang saudara alami, mungkin dokter tidak perlu sampai melakukan diagnosis dengan alat khusus untuk menangani penyakit tersebut.

      Sekian jawaban dari saya, semoga membantu ya. :D

      Referensi:
      Revankar, Sanjay G., Nath, Swapan K., 2006. Problem-Based Microbiology. Philadelphia: Saunders Elsevier.
      Dipiro, Joseph T., et.al., 2008, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 7th Ed, New York: Mc Graw Hill

  3. Ben permalink
    15/04/2011 6:04 pm

    terima kasih atas jawabannya ya :D

    • 15/04/2011 7:41 pm

      Sama2.
      Silahkan mampir2 lagi jika berkenan..
      Thanks. :D

  4. Mister Ade permalink
    16/04/2011 8:02 am

    keren2 cityca :)

    mau tanya:
    antibiotik apa sih yg efektif jika digunakan bersamaan dengan makanan?

    thanks b4

    • 17/04/2011 9:40 am

      Terima kasih Mr. Ade a.k.a Deus udah mampir2… :p

      Saya coba jawab ya, CMIIW.
      Antibiotik yang efektif digunakan bersama makanan antara lain Cefuroxime, Cefpodoxime, Clofazimine, dan Eritromisin karena dapat meningkatkan absorbsi dan bioavailabilitas dari obat – obat tersebut.
      Griseofulvin (tablet oral) juga efektif jika digunakan dengan makanan berlemak.

      Silahkan jika ada yang mau menambahkan.. :D

  5. 17/11/2011 7:04 pm

    Bagus skali blognya.
    Saya mau tanya kenapa sih antibiotik itu dpt menjadi obat mujarab?

    • 28/11/2011 2:45 pm

      Halo Dila. Salam kenal… :)
      Saya coba jawab pertanyaan Dila yaa.. Ada 2 hal yang berbeda yang mungkin bisa kita kaji bersama. Pertama, perlu diketahui terlebih dahulu, bahwa kepercayaan pasien untuk sembuh adalah komponen penting dalam suatu pengobatan agar tujuan terapi tercapai, yang dalam hal ini adalah untuk sembuh. karena mitos mengenai antibiotik adalah obat mujarab (saya lebih suka menyebutnya obat bablas) sampai pada pasien, sehingga pasien dengan demikian percaya, sehingga tujuan terapi dapat tercapai.
      Kedua, mungkin saja sebenarnya pasien yang bersangkutan memang dalam keadaan terserang oleh kuman atau bakteri jahat, yang mana indikasinya sesuai dengan antibiotik yang dikonsumsi oleh pasien.

      Amannya, yuk, tanya apoteker. :)

  6. Ayuk permalink
    01/03/2013 10:37 pm

    sebenarnya semua antibiotik yang diberikan pada pasien itu harus dikonsumsi sampai habis atau apakah ada kondisi tertentu di mana antibiotik tidak harus dikonsumsi sampai habis-dalam hal ini misalnya untuk menghindari resistensi?terimakasih bu :)

    • Citta permalink*
      09/03/2013 8:14 am

      Halo Ayuk, maaf ya baru di reply.

      Antibiotik yang diresepkan oleh dokter berdasarkan diagnosa yg telah dilakukan harus dihabiskan. Apoteker yang baik akan mengingatkan anda untuk menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan ketika menyerahkan obat. Hal ini justru dilakukan untuk menghindari resistensi. Dengan mengonsumsi antibiotik sampai habis, maka kita tidak memberikan kesempatan bakteri untuk “memodifikasi” dirinya agar ketika kita “menggempur” mereka dengan antibiotik lagi mereka sudah “siap” untuk melawan, sehingga mereka menjadi resisten. Oleh karena itu, terapi antibiotik harus diselesaikan sampai tuntas.

  7. loveparents permalink
    02/10/2013 3:33 pm

    hy, mau tanya nih.
    antibiotika gol. karbapenem diminum sesudah / sebelum makan ??

  8. Azman permalink
    17/12/2013 3:55 pm

    Apa pendapat doctor kalau saya makan kerap antibiotik.? saya sudah ke hospital awal bulan di bagi antibiotik 30biji di suruh habiskan dan kini saya ke klinik swasta di bg lagi antibiotik 10biji tapi katanya lebih kuat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,286 other followers

%d bloggers like this: