Skip to content

SIAPAKAH APOTEKER?

20/04/2011

Sudah banyak yang kami ceritakan mengenai hidup seorang apoteker, mulai dari karir, tahapan untuk menjadi seorang apoteker, hingga semua informasi kesehatan yang didalamnya mengandung peranan penting seorang apoteker. Lantas, apakah semua orang mengerti dan menyadari pentingnya seorang apoteker? Berikut adalah 10 jawaban dari orang-orang yang berbeda, yang dirangkul dari beberapa kalangan, dengan pertanyaan mudah, yaitu

“Siapa sih Apoteker itu?”

“Apoteker itu orang yang dikenakan tanggung jawab besar sebagai ujung tombak industri farmasi untuk menjaga kandungan dan distribusi obat-obatan secara benar di masyarakat. “ Dikdik Yudha, Mahasiswa jurusan Teknik Elektro dan Hukum.

“Seseorang yang ahli meracik obat.” Fuad B., PNS.

“Apoteker itu orang yang suka buat obat.” Yanti, Ibu Rumah Tangga

“Orang yang ahli dalam meracik obat.” Nunoe, Mahasiswa Akuntansi

“Kalo awamnya, apoteker itu orang bekerja di suatu apotek, yang bertugas memberikan obat sesuai resep dokter, atau memberikan alternatif obat lain kalau di apotek tidak tersedia obat sesuai rujukan dokter, termasuk ngasih tau tatacara minum obatnya.” Adam, Karyawan BUMN

 

“Apoteker itu profesi yang mengetahui segala macam bahan kandungan yang ada di obat-obatan. Atau yang punya apotek.” Dede Dermawan, Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB.

 

“Apoteker itu orang yang ada di apotek, kerjanya meracik obat.” Siti Kadariyanti, Ibu Rumah Tangga memiliki Usaha Laundry Rumahan.

 

“Nggak tau apoteker itu apa, baru dengar dan tau sekarang.” Fajar Firmansyah, Siswa SMA Pasundan 2 Jurusan Sosial.

 

“Apoteker itu yang jualan obat.” Wily Wahyu, Receptionist Fitnes di Galeri Hotel & Apartment.

 

Apoteker buat gue itu adalah seseorang yang bisa meracik bahan kimia, herbal dan lain-lain menjadi obat atau ramuan untuk keperluan orang sakit atau penelitian juga bisa, dan apoteker itu juga bisa baca tulisan dokter yang nggak kebaca sama orang biasa.” Magi, Announcer Ardan Radio 105,9 fm Bandung.

 

Lantas siapa sih apoteker itu sebenarnya? Dari sekian banyak tulisan yang kami muat untuk para pembaca, semestinya sudah dapat dipahami siapa itu apoteker, paling tidak, mendapatkan bayangan tentang siapa itu apoteker. Namun, mengapa butuh suatu pernyataan yang tersirat jika bisa dilakukan secara tersurat?

Apoteker merupakan bagian dari Tenaga Kefarmasian, berkerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya dan Tenaga Teknis Kefarmasian. Tenaga Kefarmasian seperti Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian melakukan Pekerjaan Kefarmasian. Pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan, dan pendistribusi atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat, dan obat tradisional.

Apa itu sediaan farmasi? Sediaan Farmasi adalah Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, dan Kosmetika. Lalu, apa perbedaan antara Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian? Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai sarjana, melanjutkan pendidikan untuk profesi apoteker, dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker. Sedangkan Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang membantu Apoteker dalam menjalani Pekerjaan Kefarmasian, yang terdiri dari Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi, dan Tenaga Menengah Farmasi/Asisten Apoteker.

Semua yang telah dijabarkan merupakan hasil dari peraturan yang mengikat tentang siapa itu Apoteker. Seperti yang sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya, kita dapat mengerti bahwa apoteker merupakan jabatan profesi yang memiliki ranah pekerjaan yang begitu luas. Dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari penyiapan bahan baku obat, pembuatan obat di industri, distribusi obat, hingga pelayanan kefarmasian yang dilakukan di apotek maupun rumah sakit. Apoteker berkewajiban dalam menjamin keamanan, kualitas, dan khasiat dari obat-obatan yang akan dikonsumsi pasien. Di sisi lain mendapatkan informasi, edukasi, dan konseling mengenai obat merupakan Hak Pasien. Namun, kebanyakan dari pasien masih kurang mengerti mengenai pentingnya suatu informasi, edukasi, dan konseling mengenai obat. Padahal, setiap obat memiliki karakteristik dan spesifikasi yang berbeda-beda. Bahkan, pada pasien dengan kondisi tertentu, obat memiliki sifat toleransi yang berbeda pula. Parahnya, jika dalam konsumsi obat tidak sesuai dengan kondisi pasien dan aturan pakai dari obat, dapat menyebabkan efek yang buruk bagi kesehatan.

Siapapun anda, apapun jabatan anda, mari bagikan informasi ini, semua yang kita ketahui tentang hak pasien untuk mendapatkan informasi, edukasi dan konseling obat yang mereka terima merupakan suatu tiket yang sangat mewah. Pendidikan selama 5 tahun, mungkin lebih, untuk menjadi seorang farmasis, dan salah satu prinsip Long life learner  dalam Pharmaceutical care merupakan petunjuk bahwa seorang apoteker harus expert dalam bidangnya. Daripada kita bertanya pada seseorang yang latar belakang pendidikannya belum jelas, atau bertanya pada mereka yang tidak menggeluti dunia obat-obatan, atau bahkan bertanya pada rumput yang bergoyang, bukankah bertanya pada apoteker merupakan suatu kepantasan?

***

(Oleh: Dyan Fitri Nugraha & Mia Wismiati)

REFERENSI:

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,278 other followers

%d bloggers like this: