Skip to content

Macam-macam Tablet

13/05/2011

Tablet. Kebanyakan dari pasien pernah mengkonsumsi tablet. Kebanyakan dari pasien meminum tablet bersamaan dengan air. Tapi sebenarnya tidak semua tablet memiliki perlakuan yang sama. Tidak semua tablet bisa digerus dan dijadikan puyer. Tablet memiliki jenisnya bermacam-macam sesuai dengan tujuan penggunaannya. Berikut adalah jenis-jenis tablet, berdasarkan cara penggunaan dan tujuan penggunaannya:

1. Tablet Oral

Tablet oral yang dimaksud disini adalah tablet yang biasa diminum bersamaan dengan air, ditujukan pada pelepasan obat di saluran cerna. Tablet oral biasa yang tanpa disalut akan mengalami pelepasan obat dilambung. Tentunya tiap obat-obatan memiliki karakteristiknya sendiri, dimana, bagaimana, dan kapan obat tersebut diabsorpsi oleh tubuh. Tablet oral yang tujuan absorpsinya di usus adalah tablet salut enterik, tablet yang disalut dengan lapisan yang tidak melarut atau hancur di lambung tapi di usus. Selain itu juga ada Tablet Salut Selaput, merupakan tablet yang disalut dengan selaput tipis dari polimer yang larut atau tidak larut dalam air, maupun membentuk lapisan yang meliputi tablet. Tujuannya adalah agar obat yang terkandung dalam tablet dalam diabsorpsi secara perlahan-lahan, tidak sekaligus. Biasanya obat diminum satu kali untuk jangka waktu pemakaian yang lama. Mudahnya, jarak minum tablet satu dengan tablet berikutnya panjang.

2. Tablet Sublingual dan Bukal

Merupakan tablet yang disisipkan di pipi (bukal) dan di bawah lidah (sublingual), biasanya memiliki bentuk yang berbeda dengan tablet kebanyakan, yaitu berbentuk datar. Tablet ini juga merupakan tablet oral yang direncanakan larut dalam kantung pipi atau di bawah lidah untuk diabsorpsi melalui mukosa oral. Biasanya ditujukan untuk efek yang cepat, dan untuk obat-obatan yang dapat dirusak oleh cairan lambung dan atau sedikit obat yang diabsorbsi melalui saluran cerna.

3. Tablet Kunyah

Merupakan tablet segera hancur ketika dikunyah maupun dibiarkan melarut dalam mulut. Biasanya tablet ini ditujukan untuk anak-anak, memiliki rasa yang baik, dan biasanya produknya berupa multivitamin.

4. Tablet Effervescent

Yaitu tablet berbuih yang mengandung garam effervescent atau bahan lain yang dapat melepaskan gas ketika bercampur dengan air. Tablet effervescent dibuat untuk memudahkan penyerapan obat karena obat diberikan dalam bentuk larutan ketika akan digunakan. Tablet effervescent juga dapat melindungi zat aktif yang tidak tahan dengan pH lambung karena tablet effervescent dapat menaikkan pH lambung menjadi netral atau hampir netral, misalnya tablet effervescent yang mengadung aspirin. Tablet effervescent dibuat untuk memudahkan bagi pasien yang tidak dapat menelan tablet konvensional, pil, atau kapsul karena sebelum digunakan tablet dilarutkan dalam air terlebih dahulu.

5. Implan atau pelet

Yaitu tablet dengan massa padat steril berukuran kecil, berisi obat dengan kemurnian tinggi (dengan atau tanpa eksipien). Implan atau pelet dimaksudkan untuk ditanam di dalam tubuh (biasanya secara subkutan) dengan tujuan untuk memperoleh pelepasan obat secara berkesinambungan dalam jangka waktu lama.

Tablet implan biasanya digunakan melalui bantuan dari tenaga kesehatan, biasanya digunakan pada obat-obatan kontrasepsi. Cara penggunaan tablet implan:

  1. Rekayasa tempat pemasangan dengan tepat (apabila terdiri dari 6 buah tablet, seperti kipas terbuka).
  2. Tempat pemasangan di lengan kiri atas, diberikan likokain 2%.
  3. Dibuat insisi kecil sehingga trokar dapat masuk.
  4. Trokar ditusukkan subkutan sampai batasnya.
  5. Tablet dimasukkan ke dalam trokar dan didorong dengan alat pendorong sampai terasa ada tahanan.
  6. Untuk menempatkan tablet, trokar ditarik ke luar.
  7. Untuk menyakinkan bahwa tablet telah di tempatnya, alat pendorong dimasukkan sampai terasa tidak ada tahanan.
  8. Setelah tablet dipasang, bekas insisi ditutup dengan tensoplas (band aid). Teknik ini berlaku untuk semua jenis implan.

Kesimpulannya, tablet merupakan suatu sediaan obat yang memiliki banyak fungsi sesuai dengan karakteristik dari zat aktifnya dan tujuan penggunaannya. Sangat disayangkan jika ada tablet yang tidak digunakan sebagaimana mestinya karena penentuan jenis sediaan dari jenis tablet pastinya melalui pertimbangan tertentu dari perusahaan yang memproduksinya. Bahkan dengan cara yang tidak sesuai, dapat menyebabkan tablet tersebut tidak bekerja dengan baik, dan akibatnya tidak dapat memberikan efek yang diharapkan.

Referensi:

Ansel, H. C., 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi ed. IV. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Meckstroth, K.R and Philip D. Darney. 2008. Implantable Contraception. Global Library Women’s Medication. DOI 10.3843/GLOWM.10399

About these ads
6 Comments leave one →
  1. Fadly permalink
    13/05/2011 1:02 pm

    Nice post.. :-D

    Tapi ada 2 pertanyaan yang jadi kepikiran, pertama, jadi bedanya antara tablet salut enterik dengan tablet salut selaput di bagian mananya? Yang kedua, kalau pelet yang biasanya dimasukin ke kapsul atau pelet yang langsung digunakan secara oral (misalnya pelet-pelet probiotik), masuk golongan mana? Mohon penjelasannya..
    ^^

    • 13/05/2011 8:36 pm

      Kalau saya tidak salah ingat.. salut enterik itu bisa juga termasuk dalam salut selaput. Tapi, salut enterik itu sudah memiliki fungsi khusus, yaitu melindungi tablet agar tidak hancur di lambung.

      Jadi, yang membedakan salut selaput (biasa, bukan enterik) dan salut enterik adalah pada bahan penyalutnya. Untuk salut enterik bahannya jelas harus tahan asam.

      Kalau soal pelet yang dimasukkin ke kapsul, kalau ga salah inget lagi, dibuat pelet seperti itu karena ada modifikasi pelepasan zat aktifnya..

      ya kalau pernah tau obat flu keluaran salah satu industri farmasi di sini, ada yang bentuknya pelet dalam kapsul gitu kan.. itu dipake nya 1x sehari.. Sedangkan, obat dengan isi yang sama tapi bentuknya tablet biasa itu dipakenya 2x sehari..

      Nah, saya rasa sih itu belum jadi tablet.. masih bentukan granul. Kalau belum dikempa belum disebut tablet kan? :-?

      —CMIIW—

      • Fadly permalink
        14/05/2011 5:55 pm

        Okd..
        Terima kasih atas penjelasannya, kak Grace.. :-D

    • 18/05/2011 10:01 am

      Mas Fadly, makasih buat pertanyaannya. :)
      mari kita bertukar pikiran sama-sama ya. mungkin sebelumnya sudah dijawab sama mba Grace. [halo mba, salam kenal. :)]
      yang membedakan antara salut enterik dan salut selaput udah dijawab oleh mba grace. dilihat dari tujuan pengobatan adalah sama, yaitu menghindari terjadinya pelepasan obat yang terlalu cepat, agar pengobatan bisa diserap lebih maksimal, contohnya di usus, atau, obat dapat memberikan efek kerja yang lama. onsetnya cepat, durasinya lama.
      nah, lalu membedakannya bagaimana? mudah sebenarnya, tinggal dilihat dari eksipiennya. biasanya untuk eksipien seperti polimer, obat akan hancur secara perlahan, sehingga obat tersebut tahan pada keadaan asam lambung, namun ada juga dalam pembuatannya obat dibuat dalam bentukan-bentukan kecil, anggap lah tercerai, [susah jelasinnya], anggap lah seperti kita makan snack, tidak langsung habis, melainkan secara perlahan-lahan snack itu habis karena kita makan, begitu pula obat ini, dia tidak terurai langsung pada kondisi tertentu, melainkan obat dalam bentukan-bentukan tersebut terlarut atau terurai satu-persatu. jadi pada intinya, harus dilihat kembali dari eksipien yang digunakan dari obat tersebut.

      tidak ada beda dengan pelet, tujuan dimasukkan di kapsul juga harus diketahui, bisa saja tujuan penggunaannya sama, tapi stabilitas zat aktifnya berbeda sehingga harus diberi perlakuan khusus seperti dimasukkan ke dalam kapsul agar stabilitas obat lebih terjaga, baik dari penyimpanan, atau agar absoprsi nya dapat lebih maksimal. :)

      mungkin sementara itu yang bisa kita share sama-sama. makasih kunjungannya mas awal fadly. mba grace.
      salam sehat.

  2. sucii permalink
    22/08/2012 7:23 am

    kenapa tidak dikut sertakan contoh2 nya tabletnya

  3. rangga permalink
    11/10/2014 11:31 pm

    kak’ rinugraha,.k grace__kalo k”untungan metode pembuatan tablet kempa langsung??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,289 other followers

%d bloggers like this: