Skip to content

SUPPOSITORIA? APAAN TUH?

19/05/2011

Di bagian testimoni kali ini, kami penasaran nih, kira-kira temen-temen dan masyarakat pada tau nggak ya sama yang namanya suppositoria? Bentuknya seperti apa, cara pakainya gimana? Jangan-jangan sebetulnya kalian udah pernah ngeliat atau bahkan menggunakan obat ini tapi nggak sadar kalau namanya suppositoria…

So here are some responses… :)

”Sumpah, baru denger nama obat supersatoria itu, boro-boro tau buat apa, hehe.. I really don’t have a clue…” (Seto Rinaldi Abe, Arsitek)

“Gak tau.” (Ardhana Pradipta, Mahasiswa Jurusan Matematika)

 ”Nggak tau sama sekali. Baru denger…” (Yuni, Pembantu Rumah Tangga)

 “Gak tau.. Cara pakainya dioles kali ya.. hehehe..” (Amny Hernita, Mahasiswi)

 ”Wah, baru tau. Itu kapsul yang dimasukin lewat anus ya? Atau disuntikin?” (Nur F. R., Pegawai Swasta)

“Gak tau.. Yang cara pakainya dioles atau disuntik ya?” (Biko G. K., Mahasiswa Teknik Material)

 “Suppositoria itu obat yang dimasukin lewat anus, semacam buat ambeien gitu. Obatnya berbentuk padat, dimasukin dengan cara didorong dari arah anus ke dalam.” (Aliet Seignoritha, Ko-As Kedokteran Gigi UNPAD)

 ”Nggak tau. Pencahar gitu? Duh, nggak tau gimana cara pakainya, belum pernah pake.” (Adyati P, Staf Akademik)

 ”Gak tau. Sejenis obat buat ambeien? Yang dimasukin ke anus sebelumnya diolesin salep ya?” (Anton Trilaksono, Mahasiswa FPOK UPI)

 ”Pernah pake yang kaya kapsul dimasukin ke anus terus meleleh itu. Tapi baru tau namanya suppositoria… ” (Siti Sundari, Ibu Rumah Tangga)

 ”Oh… *menyebut merek* itu suppositoria ya? Pernah pake buat melancarkan buang air besar… ” (Margono R. E., Karyawan BUMN)

Dari jawaban-jawaban di atas, ternyata masih ada beberapa yang belum tau dengan istilah suppositoria, atau ternyata hanya mengenal contoh merek obat yang beredar di pasaran. Hmm… jadi ada baiknya membaca artikel ini nih biar semuanya jadi mengerti tentang suppositoria, bentuknya, tujuan penggunaannya, sampai bagaimana cara memakainya…

Apa itu Suppositoria?

Suppositoria adalah salah satu jenis sediaan obat yang berbentuk padat yang diberikan melalui rektal (anus), vagina, atau uretra. Suppositoria ini mudah meleleh, melunak, atau melarut pada suhu tubuh. Umumnya berbentuk menyerupai peluru atau torpedo dengan bobot sekitar 2 gram dan panjang sekitar 1 – 1,5 inci.

Gambar 1 Beberapa bentuk suppositoria

Kenapa seseorang harus menggunakan suppositoria?

Suppositoria biasanya diberikan kepada pasien-pasien khusus yang tidak bisa mengonsumsi obat secara oral lewat mulut. Hal ini bisa terjadi misalnya pada pasien yang sedang tidak sadarkan diri, pasien yang jika menerima sediaan oral akan muntah, pasien bayi, dan pasien lanjut usia, yang juga sedang dalam keadaan tidak memungkinkan untuk menggunakan sediaan parenteral (obat suntik).

Selain itu, suppositoria juga didesain untuk beberapa zat aktif yang dapat mengiritasi lambung serta zat aktif yang dapat terurai oleh kondisi saluran cerna, jika digunakan secara oral. Misalnya, zat aktif yang akan rusak dalam suasana asam lambung, rusak oleh pengaruh enzim pencernaan, atau akan hilang efek terapinya karena mengalami first pass effect.

Penggunaan suppositoria tidak hanya ditujukan untuk efek lokal seperti pengobatan ambeien, anestesi lokal, antiseptik, antibiotik, dan antijamur, tetapi juga bisa ditujukan untuk efek sistemik sebagai analgesik, anti muntah, anti asma, dan sebagainya.

Bagaimana cara memakai suppositoria?

Karena suppositoria ini digunakan di bagian tubuh yang tidak biasa, pastinya akan menimbulkan ketidaknyamanan pada awalnya. Meminta bantuan tenaga medis pada penggunaan pertama kali boleh-boleh saja, tetapi penggunaan mandiri tentu lebih dianjurkan bukan?

Maka dari itu, langkah-langkah di bawah ini bisa diikuti sebagai petunjuk penggunaan sediaan obat suppositoria secara mandiri :

1. Cuci kedua tangan sampai bersih dengan air dan sabun

2. Sebelum dikeluarkan dari wadah, jika suppositoria terasa melunak, simpan di kulkas atau rendam dalam air dingin selama beberapa saat untuk mengeraskannya kembali

3. Buka wadah pembungkus suppositoria

4. Jika diminta untuk menggunakan hanya setengahnya, maka potong di bagian tengah dengan rata menggunakan pisau yang tajam

5. Bagian ujung suppositoria dilumasi dengan lubrikan larut air supaya licin, jika tidak ada bisa ditetesi sedikit dengan air keran

6. Diperbolehkan memakai sarung tangan bersih jika ingin

7. Atur posisi tubuh berbaring menyamping dengan kaki bagian bawah diluruskan sementara kaki bagian atas ditekuk ke arah perut

8. Angkat bagian atas dubur untuk menjangkau ke daerah rektal

9. Masukkan suppositoria, ditekan dan ditahan dengan jari telunjuk, sampai betul-betul masuk ke bagian otot sfinkter rektum (sekitar ½ – 1 inci dari lubang dubur). Jika tidak dimasukkan sampai ke bagian otot sfinkter, suppositoria ini akan terdorong keluar lagi dari lubang dubur

10. Tahan posisi tubuh tetap berbaring menyamping dengan kedua kaki menutup selama kurang lebih 5 menit untuk menghindari suppositoria terdorong keluar.

11. Buang wadah suppositoria yang sudah terpakai dan kembali cuci kedua tangan sampai bersih.

Nah, bagaimana? Sudah lebih mengerti tentang apa itu suppositoria?

Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca semua dan jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut mengenai obat suppositoria ini kepada para apoteker di apotek-apotek sekitar anda. :)

Referensi :

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hal 16-17.

http://www.safemedication.com/safemed/MedicationTipsTools/HowtoAdminister/HowtoUseRectalSuppositoriesProperly.aspx


Oleh : Marina Yudhitia & Dwi Putri Yudianti


About these ads
9 Comments leave one →
  1. 19/05/2011 9:26 pm

    baru tau supo bisa dipake setengah aja.. haha.. kirain ga boleh dibelah.

    hmm.. kalo untuk info ke orang awam, mungkin istilah spt “first pass effect” tdk perlu ditulis atau dijelaskan lebih lanjut..

    oiya, promo di twitter td nulisnya suppo dikenal sejak 2000 BC, kok di artikelnya ga ada?

  2. Cendy_petals permalink
    12/09/2011 8:20 pm

    aku baru masuk sekolah farmasi :)
    jadi baru tau cara pemakaiannya :D

  3. agnes permalink
    02/12/2011 10:47 am

    busyet ptama pake ini blepotan, kaga tau makenya.kkkkkkkkkkkkkkkk dah mulai melembek, kepaksa beli lagi.

  4. jeffry permalink
    05/03/2012 9:48 pm

    asooooooy

  5. 23/02/2013 7:29 am

    kalo abis beli dari apotek terus selama di perjalanan sampe pulang leleh ngaruh gak sama efek farmakologinya? maksudnya apa ZA tetap terdistribusi rata ato jadinya supponya ga boleh dipake walopun udah dibekuin lagi? #please need answer

  6. eny permalink
    31/03/2013 10:37 am

    thanks infonya,,,

  7. 15/05/2013 7:10 pm

    hihihi dulu waktu saya sakit batu saluran kencing juga pake supposit buat hilangkan rasa sakit di perut. Pertama dokter yang masukin, selanjutnya saya bisa sendiri tanpa bantuan dokter.

  8. 03/09/2013 4:13 pm

    emaaakkkkk!!!!!!!!!! aku parno makenya,, itu sakit gak sih??? takut salah makenya,, aku tadi bis periksa wasir, dikasih itu sama dokter.. makanya cari2 artikel soal pake in itunya. :’(

  9. dhenlly permalink
    21/02/2014 8:33 am

    Thank’s Banget artikelnya sangat membantu banget…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,278 other followers

%d bloggers like this: