Skip to content

Rahasia di Balik Bayam

15/06/2011

Siapa sih yang tidak kenal dengan bayam? Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang sering kita temui sehari-hari. Ternyata bayam sendiri banyak jenisnya loh! Setidaknya terdapat 3 varietas bayam yang termasuk ke dalam Amaranthus tricolor, yaitu bayam hijau biasa, bayam merah (Blitum rubrum) yang batang dan daunnya berwarna merah, dan bayam putih (Blitum album) yang berwarna hijau keputih-putihan. Selain Amaranthus tricolor, terdapat bayam jenis lain, seperti bayam kakap (Amaranthus hybridus), bayam duri (Amaranthus spinosus), dan bayam kotok/bayam tanah (Amaranthus blitum). Jenis bayam yang sering dibudidayakan adalah Amaranthus tricolor dan Amaranthus hybridus, sedangkan jenis lainnya tumbuh liar. Bayam yang dijual di pasaran dan biasa kita konsumsi sebagai sayuran dikenal dengan bayam cabutan atau bayam sekul yang termasuk jenis Amaranthus tricolor.

Masih ingat kan film kartun Popeye yang sering kita tonton saat kita masih kecil dulu? Di film itu digambarkan bahwa sang tokoh utama, Popeye, sangat suka makan bayam. Masih ingat juga kan bagaimana efek luar biasa yang dirasakan Popeye setelah makan bayam? Hmmm… mungkin yang terpikir di benak kita ‘memang sehebat apa sih bayam itu sehingga bisa membuat Popeye yang asalnya sudah lemah bisa tiba-tiba menjadi kuat kembali?’

Mungkin apa yang digambarkan dalam film memang agak berlebihan. Namun, Si populer yang satu ini memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita. Bayam mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin, dan vitamin (A, B, dan C). Dibandingkan sayuran lain, kandungan zat besi pada bayam cukup tinggi. Zat besi ini bermanfaat untuk mengatasi anemia atau kurang darah. Mungkin inilah sebabnya mengapa diilustrasikan Popeye yang asalnya lemah berubah menjadi kuat kembali setelah mengonsumsi bayam (mungkin loh yaa.. hehe :D). Dari segi efek farmakologi, bayam digunakan sebagai antidiare dan antioksidan (Johnson, 1999; Odukoya et al., 2007). Sementara dalam penggunaan tradisional, daun bayam dapat digunakan untuk membersihkan darah sehabis bersalin atau melahirkan, memperkuat akar rambut, dan membantu mengatasi masalah kurang darah (anemia) di samping biasa digunakan sebagai bahan makanan; sedangkan akarnya bisa digunakan untuk mengatasi disentri. Di samping itu, bayam juga termasuk sayuran berserat yang dapat digunakan untuk memperlancar proses buang air besar.

Daun bayam mengandung mikronutrien alami yang tinggi, yaitu mengandung betakaroten (4-8 mg/100 g), vitamin C (60-120 mg), zat besi (4-9 mg), dan kalsium (300-450 mg). Komposisi nutrisi ini bervariasi tergantung pada kultivar, kesuburan tanah, asupan air, dan usia pada waktu panen. Semakin tinggi nutrisi untuk tanaman (N, P, K, dan lain-lain), semakin baik hasil dan komposisi nutrisinya (terutama zat besi, vitamin A dan C). Panen bayam cabut sendiri dilakukan paling lama saat tanaman berusia 25 hari. Setelah itu, kualitasnya akan menurun karena daunnya menjadi kaku.

Bagaimana? Banyak kan manfaat yang bisa kita dapatkan dari bayam? Oleh karena itu, sekarang kita tidak boleh malas lagi makan sayur ya… J. Namun, khusus untuk penderita asam urat dan rematik, sebaiknya jangan mengonsumsi bayam terlalu banyak karena sayuran ini mengandung kadar purin yang cukup tinggi. Di dalam tubuh, purin ini akan dimetabolisme menjadi asam urat.

Oiya.. sekedar informasi, sayur bayam yang sudah kita masak tidak boleh dipanaskan kembali karena dianggap akan berbahaya jika dimakan. Jika sayur bayam dipanaskan kembali, zat besi yang ada pada bayam dikhawatirkan akan mengalami oksidasi, yaitu dari bentuk Fe2+ (ferro) berubah menjadi Fe3+ (ferri). Zat besi bentuk Fe2+ dapat diserap oleh tubuh, sedangkan zat besi bentuk Fe3+ tidak dapat diserap sehingga kemudian dianggap bersifat racun bagi tubuh. Di samping itu, bayam termasuk tanaman yang kandungan nitratnya tinggi. Pemanasan berulang dapat mengakibatkan proses perubahan nitrat menjadi nitrit. Nitrit dapat berikatan dengan darah, yang selanjutnya dapat mengganggu pengikatan oksigen oleh darah. Nitrit juga dapat berikatan dengan senyawa amin membentuk nitrosamin yang bersifat racun. Di sisi lain, sayuran yang dipanaskan berulang tentu akan merusak nutrisi atau zat gizinya. Oleh karena itu, dalam memasak sayur bayam, jumlah bahan yang dimasak sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kita J.

Referensi:

Dalimartha, Setiawan. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Jakarta: Trubus Agriwidya, hal 7-10.

Johnson, Timothy. 1999. CRC Ethnobotany Desk Reference. Florida: CRC Press LLC, hal 36.

Odukoya, O. A., S. I. Inya-Agha, F. I. Segun, M. O. Sofidiya, dan O. O. Ilori, 2007, Antioxidant Activity of Selected Nigerian Green Leafy Vegetables, Am. J. Food Technol., 2 (3), 169-175.

Siemonsma, J. S. 1994. Plant Resources of South-East Asia No. 8 Vegetables. Bogor: Prosea, hal 82-86.

About these ads
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,278 other followers

%d bloggers like this: