Skip to content

Registrasi, Izin Praktik, dan Izin Kerja Apoteker Indonesia : UPDATED!

21/06/2011

Jumpa lagi di HEALTH BUZZ minggu ini! :D

Artikel kali ini mungkin perlu dibaca sama temen-temen para Calon Apoteker dimanapun kalian berada, tapi bukan berarti yang lain nggak boleh baca lho ya..

Sebentar lagi lulus dan bakal dilantik jadi Apoteker nih (ayo di-Amin-in bareng2…) :). Abis itu mau ngapain? Atau tepatnya HARUS ngapain?

Mau kerja di apotek dong… Mau ikutan ujian CPNS… Atau coba apply ke rumah sakit ah… Eh, ada juga yang udah keterima di industri farmasi… Sambil nunggu beasiswa lanjut S2…

Wah, antusias sekali ya kalian!

Jangan lupa, teman-teman. Sekali lagi, jangan lupa.

Setelah kalian memperoleh gelar Apoteker itu, kalian belum bisa langsung kerja, kalau belum punya yang namanya STRA (Surat Tanda Registrasi Apoteker) dan surat izin kerja sesuai tempat kalian nanti bekerja.

Berdasarkan PP no 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian, pada Pasal 39 Ayat 1 disebutkan bahwa ”Setiap Tenaga Kefarmasian yang melakukan Pekerjaan Kefarmasian di Indonesia wajib memiliki surat tanda registrasi”. Pasal 52 Ayat 1 juga menyebutkan bahwa ”Setiap Tenaga Kefarmasian yang melaksanakan Pekerjaan Kefarmasian di Indonesia wajib memiliki surat izin sesuai tempat Tenaga Kefarmasian bekerja”.  Kemudian selanjutnya disebutkan ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian STRA dan surat izin akan diatur oleh pedoman pada Peraturan Menteri.

Dibutuhkan sekitar dua tahun lamanya sebelum akhirnya Peraturan Menteri yang dimaksud di atas ditetapkan pada tanggal 3 Mei 2011 oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan mulai diberlakukan sejak diundangkan pada tanggal 1 Juni 2011 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Peraturan Menteri tersebut berupa PERMENKES NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik, dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian.

Nah, ini yang perlu diketahui teman-teman sesama Calon Apoteker yang mungkin sempat bertanya-tanya gimana caranya dapet STRA dan surat izin. Katanya harus uji kompetensi dulu ya? Wah, lama lagi dong bisa mulai kerjanya?

Tenang…

Menurut Pasal 10 Ayat 1 dan Pasal 13 Ayat 1 PERMENKES NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011, bagi Apoteker yang baru lulus pendidikan profesi, akan dianggap telah lulus uji kompetensi dan dapat memperoleh sertifikat kompetensi serta STRA secara langsung. Permohonan sertifikat kompetensi dan STRA akan diajukan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan kepada KFN secara kolektif.

Sementara, untuk memperoleh surat izin, berdasarkan Pasal 21 PERMENKES NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011, Apoteker harus terlebih dulu mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tempat pekerjaan kefarmasian dilaksanakan. Surat izin sendiri dibedakan menjadi dua jenis yaitu SIPA (Surat Izin Praktik Apoteker) untuk Apoteker penanggung jawab dan Apoteker pendamping di fasilitas pelayanan kefarmasian, dan SIKA (Surat Izin Kerja Apoteker) untuk Apoteker yang melakukan pekerjaan kefarmasian di fasilitas produksi atau fasilitas distribusi/penyaluran.

Adapun hal yang penting untuk disoroti dari PERMENKES NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011 adalah dibentuknya KFN oleh Menteri Kesehatan. KFN atau Komite Farmasi Nasional ini merupakan suatu lembaga yang berfungsi untuk meningkatkan mutu Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian dalam melakukan pekerjaan kefarmasian pada fasilitas kefarmasian. Dalam pelaksanaannya, KFN adalah lembaga yang memiliki wewenang untuk memberikan STRA kepada Apoteker. Pembentukan KFN sendiri dibahas dalam Bab IV PERMENKES NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011. KFN diketuai oleh seorang Apoteker yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, dengan 9 orang anggota yang terdiri dari unsur-unsur yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Organisasi profesi, Organisasi yang menghimpun Tenaga Teknis Kefarmasian, Perhimpunan dari Perguruan Tinggi Farmasi di Indonesia, dan Kementerian Pendidikan Nasional. Sampai saat artikel ini ditulis, KFN sendiri masih berada dalam tahap pemilihan anggota. Tentunya kita berharap KFN ini bisa segera diresmikan sehingga dapat kita lihat perannya secara nyata dalam dunia kefarmasian Indonesia. Semoga saja pembentukan KFN ini memang bertujuan menciptakan Apoteker-Apoteker yang berkualitas tinggi, bukan hanya sebagai perpanjangan tangan dari tugas pemerintah dalam mengurus soal registrasi dan pemberian izin kerja Apoteker.

Masih penasaran tentang PERMENKES yang masih hot & fresh from the oven ini? Ingin tahu lebih lengkap mengenai peraturan-peraturan apa saja yang dibahas di dalamnya? Silakan teman-teman buka dan baca sendiri ya PERMENKES NOMOR 889/MENKES/PER/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik, dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian. Tidak ada salahnya lho membaca peraturan perundang-undangan secara detail, terutama jika peraturan perundang-undangan itu memang bermanfaat sebagai petunjuk dan landasan hukum profesi kita di negara Indonesia.

Referensi :

1)      Peraturan Pemerintah RI No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian

2)      Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 889/MenKes/Per/V/2011 tentang Registrasi, Izin Praktik, dan Izin Kerja Tenaga Kefarmasian

3)      http://www.binfar.depkes.go.id/pengumuman/INFORMASIPENTING.pdf

About these ads
5 Comments leave one →
  1. 25/02/2012 10:19 am

    kenapa STRA blom selesai sampai skrg pdhl ngurus berkasnya dr tgl 25 juni 2011……..sampai skrg blom jadi………tolong infokan ke email lisapatinaran@ymail.com

    • 29/02/2012 5:12 pm

      halo mbak lisa, di sini kami sebetulnya bukan yang berwenang mengurus STRA, tapi sepengalaman saya dan beberapa rekan lain, STRA yang belom dateng2 juga itu bisa jadi dikembalikan lagi ke Kemenkes karena beberapa hal misalnya pindah alamat, nama tidak dikenal, alamat tidak ada, dsb.
      saran saya, mbak lisa coba hubungi atau datang langsung ke Loket 6 Lt.5 Gedung dr. Sujudi Kementerian Kesehatan RI di daerah Kuningan, Jakarta mbak..

      mungkin kami hanya bisa memberi info ini, mudah-mudahan membantu yaa.. :)

  2. 07/06/2012 8:38 pm

    halooo salam knal y

  3. mitha permalink
    29/06/2012 12:41 pm

    apa benar untuk perpanjangan STRA Apoteker nantinya dengan SKP?? kalo iya barapa SKP yang harus di kumpulkan untuk bisa memperpanjang STRA??

  4. Sinus rizkiya permalink
    31/07/2012 10:42 pm

    Salam Kenal…sy skrg bekerja di rmh sakit, ingin melanjutkan utk mengurus perizinan yang sempat tertunda. Saat ini ditangan saya hanya Ada STRA…apalah rekan sejawat Ada yang mengetahui bagaimanakah regulasi pengurusan izin SIPA?? Sbg info sy bekerja disarray Jakarta utara,,dahulu Kuliah di Jakarta selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,287 other followers

%d bloggers like this: