Skip to content

Lactose Intolerance

19/01/2012

Pernah denger Lactose Intolerance nggak? Kira-kira istilah apa ya itu?

“Nggak tahu. Dulu pernah punya guru waktu SD, kalau abis minum susu langsung diare.” – Angga, mahasiswa Magister Manajemen

“Nggak tahu. Batas toleransi bakteri yang ada di perut bukan?” – Titania, Konsultan Real Estate

“Apa ya? Kayanya sejenis alergi ya?” – Hardi, siswa SMA

“Suka sih minum susu tapi nggak terlalu sering. Tapi istilah ini baru denger deh…” – Mella, karyawan swasta

“Nggak terlalu suka minum susu, eneg, ini penyakit ya?” – Yanti, ibu rumah tangga

“Nggak ada bayangan euy, baru tau. Saya sih nggak suka susu, mending kopi.” – Rian, teknisi IT

“Lactose itu laktosa. Intolerance itu intoleransi. Jadi maksudnya ketidakmampuan dalam mentoleransi laktosa. Tapi nggak tahu kenapa. Hehe…” – Diaz, mahasiswa FIKOM

“Kalo nggak salah pernah denger. Ada hubungan sama sakit di bagian pencernaan gara-gara makanan.” – Siska, sekretaris

Berdasarkan jawaban beberapa responden di atas, sepertinya istilah Lactose Intolerance masih cukup asing ya?

Nah, kalau begitu, mari kita bahas seluk-beluk mengenai Lactose Intolerance lebih lanjut…

What is Lactose Intolerance (LI)?

Sebelum kita membahas mengenai LI, ada baiknya kita kenali dulu apa itu lactose. Lactose atau laktosa merupakan komponen karbohidrat berupa gula disakarida yang terkandung secara alami dalam berbagai jenis susu, termasuk ASI, dan juga produk-produk olahan susu (dairy product) lainnya seperti mentega, keju, krim, es krim, whey, yogurt, dan sebagainya. Laktosa yang berupa gula disakarida ini terdiri dari glukosa dan galaktosa yang terikat oleh ikatan beta-galaktosida. Ketika kita mengonsumsi susu atau produk susu lainnya, enzim laktase yang berada di dinding usus halus akan menghidrolisis atau memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa, sehingga masing-masing monosakarida ini dapat diserap dengan cepat dan menjadi sumber energi.

Lactose Intolerance terjadi ketika seseorang mengalami defisiensi atau kekurangan jumlah enzim laktase di dalam pencernaannya. Jika hal ini terjadi, laktosa tidak dapat diserap dengan baik dan akan masuk ke dalam kolon atau usus besar. Di dalam kolon, bakteri-bakteri pencernaan melakukan fermentasi terhadap laktosa, menghasilkan asam dan gas. Hal inilah yang menyebabkan seorang lactose intolerant kemudian merasakan sakit perut setelah mengonsumsi laktosa.

What are the symptoms of Lactose Intolerance?

Beberapa gejala yang umum dirasakan oleh penderita lactose intolerance di antaranya berupa rasa sakit di bagian perut, kram, kembung, mual, muntah, dan diare.

Gejala-gejala ini muncul 30 menit sampai 2 jam setelah mengonsumsi susu atau produk susu lainnya.

What causes Lactose Intolerance?

Penyebab Lactose Intolerance secara umum telah disebutkan sebelumnya, yaitu karena defisiensi enzim laktase dalam tubuh.

Adapun defisiensi laktase sendiri dibagi menjadi dua klasifikasi, yaitu:

1) Primary lactase deficiency

Berkembang seiring bertambahnya usia, dimana kandungan laktase akan menurun setelah melewati usia 2 tahun. Kebanyakan anak-anak tidak akan merasakan adanya gejala apapun sampai usia mereka mencapai akhir remaja atau dewasa.

2) Secondary lactase deficiency

Penurunan enzim laktase yang disebabkan adanya luka atau kerusakan pada dinding usus halus. Bisa terjadi setelah mengalami diare parah, penyakit celiac, Crohn’s disease, atau kemoterapi.

Beberapa peneliti juga menyebutkan adanya hubungan ras dan faktor genetik terhadap penurunan enzim laktase di dalam tubuh, namun masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Saat masih bayi, kandungan enzim laktase dalam tubuh berada pada level yang paling tinggi, kecuali untuk keadaan dimana bayi lahir prematur. Hal ini mungkin dikarenakan bayi membutuhkan enzim laktase yang tinggi untuk mencerna ASI. Seiring dengan bertambahnya usia, jumlah enzim laktase dalam tubuh akan menurun. Oleh sebab itu, Lactose Intolerance paling banyak dialami oleh orang-orang berusia dewasa.

Seorang lactose intolerant terkadang menganggap dirinya menderita ‘alergi’ terhadap susu atau produk susu. Padahal kedua hal ini berbeda. Alergi susu adalah suatu reaksi yang timbul dari sistem kekebalan tubuh seseorang terhadap kandungan protein dalam susu, bukan laktosa. Dan reaksi alergi ini tidak hanya dapat menyebabkan sakit perut tetapi dapat mengancam nyawa seseorang.

Lactose Intolerance and Calcium Intake

Seperti yang kita ketahui, asupan kalsium sangatlah penting bagi tubuh, terutama yang berasal dari susu dan produk olahan susu (Lebih jauh tentang kalsium please read Kalsium: Asupan Cukup untuk Tulang dan Tubuh yang Sehat &  Suplemen Kalsium). Terlebih lagi, bagi seorang lactose intolerant dimana konsumsi susu dan produk susu sangat terbatas, asupan kalsium sangatlah harus diperhatikan. Beberapa jenis makanan non-susu lain yang juga mengandung high-calcium di antaranya ikan salmon, ikan sarden, sayuran berwarna hijau seperti bayam dan brokoli, kacang almond, oysters, dan sebagainya.

Ternyata, walaupun seorang lactose intolerant memiliki kesulitan dalam mencerna laktosa, bukan berarti mereka tidak diperbolehkan sama sekali mengonsumsi susu. Mereka tetap memerlukan asupan nutrisi yang berasal dari susu seperti kalsium yang tadi telah disebutkan, juga vitamin A dan D, riboflavin, serta fosfor.

Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam pengaturan konsumsi susu dan produk susu bagi seorang lactose intolerant :

  • Batasi jumlah konsumsi susu, jangan langsung banyak tetapi mulailah dengan ukuran satu cangkir.
  • Konsumsi susu bersamaan dengan makanan lain, misalnya sereal.
  • Susu dalam keadaan panas, dipercaya akan lebih mudah ditoleransi dibandingkan susu dingin.
  • Konsumsi susu lactose-free, misalnya susu kedelai.
  • Konsumsi yogurt prebiotik yang mengandung kultur bakteri aktif (probiotik). Probiotik adalah mikroorganisme non-patogen yang memiliki enzim laktase intraselular sehingga dapat membantu mencerna laktosa di dalam usus kita. Beberapa contoh probiotik di antaranya Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Saccharomyces.
  • Konsumsi suplemen yang mengandung laktase sebagai penambah enzim laktase alami tubuh. Namun jangan lupa konsultasikan terlebih dahulu dengan professional kesehatan sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen tersebut.

Demikianlah sekilas seluk-beluk tentang lactose intolerance. Buat kalian yang sering merasa nggak enak perut setelah minum susu atau makan produk susu lainnya, kira-kira udah bisa tau kan penyebabnya apa?

Semoga artikel ini bisa menambah informasi bagi kalian ya… Salam sehat!


REFERENCES

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, 2009, Lactose Intolerance, NIH Publication No. 09-2751

(http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pubs/lactoseintolerance/Lactose_Intolerance.pdf)

NICHD Information Resource Center, 2006, Lactose Intolerance – Information for Health Care Providers, NIH Publication

(http://www.nichd.nih.gov/publications/pubs/upload/NICHD_MM_Lactose_FS.pdf)

University of Oregon, 2004, Lactose Intolerance,University of Oregon Publication

(http://pages.uoregon.edu/uoshc/patientinfo/allergy_asthma/Lactose%20Intolerance.pdf)

University of WisconsinHospitalsand Clinics Authority, 2004, Lactose Intolerance, UW Health – Online Health Fact

(http://www.uhs.wisc.edu/docs/uwhealth_lactose_177.pdf)

Vesa, T. H., Philippe M., and Riitta K., 2000, Lactose Intolerance, Journal of The American College of Nutrition, (19) 2 : 165S – 175S

(http://bioquest.org/scope/projectfiles/Lactase_review.pdf)

Wilt, T. J., et al., Minnesota Evidence-based Practice Center, 2010, Lactose Intolerance and Health – Evidence Report/Technology Assessment, AHRQ Publication No. 10-E004

(http://www.ahrq.gov/downloads/pub/evidence/pdf/lactoseint/lactint.pdf)

 

About these ads
11 Comments leave one →
  1. 19/01/2012 8:26 am

    wah, infonya sangat bermanfaat
    kirain orang yang mengalami intoleransi laktosa tidak boleh mengonsumsi susu dan produk yang mengandung laktosa :D

  2. 19/01/2012 10:02 am

    nice blog :D
    anak farmasi lagi keren2 dan sangat menginspirasi
    saya termasuk lactose intolerence juga lo
    saya sering diare jika minum susu tertentu (d*ncow, ul*ra, m*lo) sehingga saya sering menghidari produk susu tersebut, tp eskrim dan yogurt serta sereal saya tak masalah, tapi kadang juga pengen sekali mencoba minum susu sapi :D tapi setelahnya saya harus siap-siap sakit perut. Mungkin ini juga ada hubungan dengan kelahiran saya yang prematur :D
    makasih infonya…

    • 20/01/2012 9:52 pm

      hehe. makasih banyak ya..
      semoga bisa tetap mendapat asupan nutrisi yang cukup walaupun mengalami intoleransi laktosa.. :)
      terus ikuti blog kami ya.. :)

  3. Rian permalink
    19/01/2012 5:44 pm

    Nice article.
    Sejak kenal blog apoteker bercerita jadi banyak ilmu yang didapat salah satunya artikel Lactose Intolerance. Mudah-mudahan terus buat artikel yang ga kalah ilmunya dari Lactose intolerance ini. Semangat terus ya kakak – kakak apoteker

    • 20/01/2012 9:53 pm

      Amin.. makasih banyak udah mau baca-baca.. semoga kami terus bisa memberikan informasi yang berguna bagi para pembaca.. :D

  4. 26/01/2012 9:12 am

    marriin mau nambahin ya, kondisi lactose intolerance ini bisa terjadi pada bayi usia sebelum 2 tahun pun, makanya ada produk susu low lactose atau bahkan no lactose. terus, secondary type itu bisa terjadi karena rusaknya ujung vili di usus yang merupakan sel tmpt produksi lactase. primer LI bs berkembang jadi secondary LI kalo tidak diatasi dengan baik sejak dini.
    overall, nice article :)

  5. ibnu permalink
    21/02/2012 6:37 pm

    Makasih banyak banyak yaa..
    sekarang jadi tau kenapa tiap minum susu supplement dan susu2 lainnya langsung diare, padahal suka banget susu.

Trackbacks

  1. INTOLERANSI LAKTOSA | hardimangizi13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,279 other followers

%d bloggers like this: