Skip to content

Meracik: Bukan Persoalan Gerus – Menggerus

22/03/2011

Ketika ditanya apa mata kuliah farmasi yang saya senangi, saya akan menjawab beberapa nama, yaitu Dasar Pembuatan Sediaan Farmasi, Teknologi Farmasi Sediaan Likuid-Semisolida, Sistem Informasi dan Komputasi, serta Kapita Selekta. Semuanya menarik dan membuka wawasan saya bahwa ilmu farmasi itu dinamis dan luas.

Ketika ditanya kembali apa mata kuliah farmasi yang paling saya senangi, saya pastinya akan menjawab Dasar Pembuatan Sediaan Farmasi. Mata kuliah ini yang semasa kuliah dulu sering saya sebut – sebut sebagai ‘MERACIK’. Saat ini, nama yang lebih baik diberikan pada mata kuliah ini, yaitu COMPOUNDING AND DISPENSING.

Percaya atau tidak, saya dulu sama sekali tidak tahu apa yang akan saya pelajari di farmasi. Saya dulu adalah anak polos dan lugu yang tidak tahu siapa itu apoteker. Saya termasuk orang yang menganut paham apoteker = tukang obat. Saya juga merupakan orang yang bertanya–tanya, “apa sih yang dilakukan orang di bagian belakang apotek saat saya menebus obat resep?”.

Saat saya mulai terjun di perkuliahan farmasi, satu per satu pemahaman saya mulai terbentuk dan gerbang awalnya ada di mata kuliah ‘meracik’ ini.

Kuliah ini menjadi sangat spesial karena merupakan awal yang memperlihatkan hubungan antara farmasi dan obat. Seperti nama resminya, Dasar Pembuatan Sediaan Farmasi, kuliah ini mengenalkan berbagai jenis sediaan farmasi dan tahapan dalam pembuatannya.

“Apa sih sediaan farmasi?

“Menurut Peraturan Pemerintah nomor 51 tahun 2009, sediaan farmasi adalah obat , bahan obat, obat tradisional, dan kosmetika.”

Dalam kuliah ‘meracik’,  sediaan farmasi yang dibuat difokuskan pada obat. Tahapan dalam pembuatan sediaan farmasi yang dipelajari termasuk didalamnya mengenali resep, membaca resep, penyiapan resep, menghitung dosis obat, memilih bahan tambahan yang dibutuhkan, juga penandaan pada kemasan obat racikan. Kuliah ini juga dilengkapi dengan praktikum yang mencakup tentang penyiapan resep. Lantas, mengapa saya mengambil judul ‘Meracik:Bukan Persoalan Gerus – Menggerus’

Ini dia yang menarik! (karena ini berbagi pengalaman, tentunya boleh dong saya menuliskan pendapat subyektif..) Saya tidak hanya belajar gerus – menggerus obat, tetapi juga hal – hal berikut ini:

Pertama, kuliah ‘meracik’ mengajarkan saya untuk menyiapkan sediaan dari bentuk zat aktif [zat aktif adalah bahan berkhasiat atau yang memiliki efek farmakologi.red], mengajarkan saya memilih bahan – bahan tambahan yang sesuai dengan zat aktif untuk kemudian diolah menjadi sediaan obat.

Kedua, ‘Meracik’ mengajarkan saya memeriksa sifat fisika dan kimia dari zat aktif sehingga kami dapat menentukan jenis sediaan apa yang paling sesuai [sirup, eliksir, suspensi, emulsi, pil, puyer (serbuk terbagi), kapsul, lotion, obat tetes (telinga, hidung, dan mata), atau obat kumur.red].

Ketiga, ‘Meracik’ mengajarkan saya memperhitungkan apakah dosis obat dalam resep yang akan disiapkan sudah bijak atau belum.

Keempat, ‘Meracik’ mengajarkan saya mengenal istilah – istilah medis menyangkut cara kerja farmakologi obat dan juga mengajarkan saya sedikit bahasa latin [terutama yang digunakan dalam resep.red].

Kelima, ‘Meracik’ mengajarkan saya untuk menjadi seseorang yang super hati – hati karena saya harus menyiapkan obat yang aman, berkhasiat, dan berkualitas. Hal ini, salah satunya disampaikan dengan pembuatan catatan penyiapan obat atau disebut juga Compounding Record. Dalam catatan ini, semua langkah dan berbagai penyiapan alat, serta asal bahan dituliskan dengan lengkap. Begitu pula dengan identitas yang menyiapkan obat dan identitas pasien.

Keenam, ‘Meracik’ mengajarkan saya bekerja efektif dan efisien, terutama saat praktikum, dalam waktu terbatas saya harus menyelesaikan 4 macam sediaan obat. Lain kali saya akan cerita tentang praktikum mata kuliah ini.

Ketujuh, ini yang terakhir, ‘Meracik’ mengenalkan saya kepada banyak sekali buku referensi yang berguna dan terus dipakai dalam berbagai mata kuliah dan praktek di lapangan, salah satunya Farmakope Indonesia [karena saya di Indonesia.red].

Dalam perkembangan selanjutnya, ilmu – ilmu tersebut juga menjadi dasar pengetahuan saya dalam pembuatan sediaan farmasi dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini yang dipelajari dalam mata kuliah teknologi farmasi sediaan likuid-semisolid. Namun, cara pembuatan yang semula manual digantikan dengan teknik-teknik yang menggunakan otomasi mesin. Lain waktu di postingan selanjutnya saya akan bahas mengenai perbedaan keduanya.

Ya untuk kali ini, itulah cerita yang bisa saya bagikan! Seru kan belajar ilmu kefarmasian?

4 Comments leave one →
  1. 20/01/2012 9:31 am

    bagus bgt,,,,,sebagai bahan pembelajaran,,,ttp buat yg terbaik,

    • Dwi Putri permalink*
      21/01/2012 6:53 am

      Terima kasih atas komentarnya yaa, Selvi… Ikuti dan selamat membaca blog kami..😀

  2. egastha permalink
    15/02/2014 10:31 am

    good article…..
    so usefull, and very esaeable.
    thnx u 4 tht knowladge.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: