Skip to content

World Tuberculosis Day

24/03/2011

“On the move against Tuberculosis – Transforming the fight towards elimination”

Begitulah bunyi slogan kampanye peringatan World TB Day 2011.

Pernah dengar sebelumnya? Pasti dong ya.

Jika bulan Februari identik dengan hari “Valentine”, untuk bulan Maret sendiri sudah puluhan tahun identik dengan… World TB Day, atau Hari Tuberkulosis Sedunia.

World TB Day diperingati setiap tanggal 24 Maret. Pada tanggal yang sama di tahun 1882, Dr. Robert Koch mengumumkan hasil penelitiannya yang menemukan bakteri penyebab TB yaitu, Mycobacterium tuberculosis. World TB Day 2011 menjadi tahun kedua dari kampanye 2 tahun “On the move against tuberculosis” dengan tujuan untuk meningkatkan inovasi dalam pelayanan dan penelitian untuk melawan tuberkulosis. Kampanye ini terinspirasi dari cita-cita yang tercantum dalam Global Plan to Stop TB 2011-2015: Transforming the Fight-Towards Elimination of Tuberculosis , yang di umumkan oleh Stop TB Partnership pada bulan Oktober 2010. Stop TB Partnership terdiri dari organisasi-organisasi internasional, Negara-negara, donor dari masyarakat maupun private sectors, organisasi pemerintah dan non-pemerintah yang menunjukkan ketertarikannya dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan yang antara lain menyadari tujuan eliminasi TB sebagai masalah dalam kesehatan masyarakat dan pada akhirnya menuju pada dunia yang bebas dari TB. Stop TB Partnership mengorganisir peringatan World TB Day ini untuk menyoroti lingkup penyakit serta bagaimana mencegah dan menyembuhkannya. WHO masih terus bekerja dalam rangka upaya penurunan angka prevalensi TB dan kematian hingga setengahnya di tahun 2015.

“One-third of the world’s population is currently infected with TB.” (WHO Indonesia)

Saya dulu sempat bertanya-tanya, kenapa sang penyakit yang notabene ‘musuh’ nya makhluk hidup ini harus dibuat hari peringatannya. WHO (World Health Organization) menetapkan hari tuberkulosis sedunia ini sebagai peringatan untuk mengingatkan bahwa penyakit TB sudah ditemukan sejak 100 tahun yang lalu, obatnya pun sudah ditemukan 50 tahun yang lalu, tapi penyakitnya masih mengancam dunia hingga saat ini. Bayangkan, satu pertiga dari populasi dunia terinfeksi TB, dan Indonesia menduduki peringkat ke-3 negara dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia setelah India dan China. Jumlah pasien TB di Indonesia adalah sekitar 5,8 persen dari total jumlah pasien TB dunia.

Lalu pasti muncul pertanyaan. “Mengapa kasus TB masih mengancam dunia?”

Sekilas Tuberkulosis : Penularan, Pencegahan, dan Pengobatannya

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini biasanya menyerang paru namun dapat juga menyerang bagian tubuh lainnya seperti otak, tulang, kelenjar dll.

Proses penularan penyakit TB terjadi melalui udara. TB ditularkan orang yang dalam paru-parunya mengandung kuman TB. Droplet (percikan dahak) yang dikeluarkan ketika pasien TB batuk yang kemungkinan mengandung kuman TB kemudian dapat terhirup oleh orang lain, meskipun proses penularan juga tergantung pada intensitas kontak seseorang (lamanya, kedekatan)  dengan penderita TB. TB juga dapat ditularkan lewat susu sapi yang mengandung Bovine TB, itu sebabnya mengapa di negara maju susu sapi di pasteurisasi untuk membunuh kuman.

TB dapat diobati dengan pengobatan menggunakan antibiotik selama enam bulan. Pasien yang dinyatakan postifif TB harus menjalani pengobatan dengan menggunakan rejimen obat yang direkomendasikan WHO diantaranya isoniazid, rifampicin, pyrazinamide dan etambutol yang diberikan dalam dua bulan fase intensif dan empat bulan fase lanjutan. Dalam beberapa kasus pengobatan bisa berlangsung hingga delapan bulan.

Kembali pada pertanyaan sebelumnya…

“Bagaimana mungkin penyakit yang sudah bisa dicegah (PREVENTABLE) dan sudah bisa diobati (CURABLE) masih menjadi ancaman bagi dunia?”

Pertama mari kita lihat dari sisi penderita. TB sangat umum dijumpai di negara dunia ketiga dimana terjadi kemiskinan, status kesehatan masih rendah atau masyarakatnya masih sulit mendapatkan pengobatan yang efektif untuk TB. Obat memang sudah ada, tapi pengobatan efektif sulit didapatkan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa TB masih mengancam populasi dunia. Pengobatan yang efektif dalam hal ini membutuhkan peran banyak pihak, baik itu kesadaran pasien itu sendiri dalam ketepatan pengobatan, pelayanan kesehatan optimal dari para pelaku profesional kesehatan (dokter, apoteker, dll), peran serta pemerintah dalam penyediaan kebutuhan pengobatan, dan masih banyak faktor-faktor ‘X’ yang lain.

Kedua, jika dilihat dari penyakitnya, TB merupakan penyakit infeksi menular. Orang yang sudah terinfeksi dapat menularkan kuman TB kepada orang lain apabila pengobatan belum dilakukan. Oleh karena itu, penanganan pengobatan terhadap TB yang tidak cepat dapat berdampak pada penularan penyakit kepada orang lain sehingga penyakit ini tetap menjadi ancaman.

Ketiga, terlepas dari banyaknya kemajuan yang dicapai dalam Penanggulangan TB di Indonesia, tapi tantangan masalah TB ke depan masih besar. Terutama dengan adanya tantangan baru berupa perkembangan HIV dan MDR (Multi Drugs Resistancy) TB. Dalam dalam rangka peringatan Hari TB Sedunia untuk tahun 2010, Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH menyatakan bahwa pihaknya menyadari TB tidak bisa diberantas oleh Pemerintah atau jajaran kesehatan saja, tetapi harus melibatkan dan bermitra dengan banyak sektor.

Dengan keterlibatan dari berbagai pihak yang sesuai dengan fungsinya, world free TB bukan mustahil kita penuhi suatu saat nanti, mengingat TB adalah penyakit yang PREVENTABLE dan CURABLE. Peningkatan kesadaran (awareness), yang salah satunya melalui kampanye dan peringatan world TB Day ini, dari pihak-pihak tersebut terhadap bagaimana sebaiknya menyikapi penyakit ini, dapat menjadi tools penting untuk FIGHT TOWARDS ELIMINATION TB.

 

Referensi :

http://www.indianchild.com/importantdays/world-tb-day.htm

STOP TB Partnership: http://www.stoptb.org/

STOP TB Partnership Indonesia: http://tbindonesia.or.id/

World Health Organization: http://www.who.int/en/

World Health Organization Indonesia: http://www.ino.searo.who.int/EN/Index.htm

Centers for Disease Control and Prevention: http://www.cdc.gov/tb/publications/factsheets/prevention/BCG.htm

2 Comments leave one →
  1. okky stardivarius permalink
    02/04/2011 9:35 pm

    lebih d perbanyak lagi bwt artikelnya..
    biar ada sharing pengalaman sesama calon apoteker makasi….

  2. Mia Wismiati permalink*
    17/04/2011 11:19 am

    Insya Allah kami tim penulis Calon Apoteker Bercerita akan terus update penulisan artikelnya. Mari kita sama-sama sharing yaa.🙂
    Ikutin terus artikel dari kami yaaa…hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: