Skip to content

Waspada Obat Kadaluarsa

25/03/2011

Sudah menjadi kewajaran jika di setiap rumah tersedia lemari obat yang isinya berupa obat-obatan standar atau self medication drugs, seperti obat untuk demam, pilek, flu, batuk, obat antinyeri, antiradang, obat maag, vitamin, dan lain-lain, bentuk sediaannya pun bermacam-macam dapat berupa tablet, kapsul, maupun sirup. Obat-obatan tersebut hanya digunakan situasional (pada siuasi tertentu), saat diperlukan, dan kemudian kembali disimpan di lemari sampai suatu saat dibutuhkan lagi. Terkadang kita lupa berapa lama obat-obatan tersebut telah lama tersimpan dan kemudian menggunakannya lagi tanpa melihat waktu kadaluarsa obat tersebut.

Sama seperti makanan, obat pun memiliki batas waktu kadaluarsa atau expiration date. Waktu kadaluarsa obat merupakan waktu yang menunjukkan saat obat tidak layak lagi digunakan, jadi sampai dengan waktu yang dimaksud, potensi, mutu, khasiat dan kemanan obat dijamin tetap memenuhi syarat. Obat akan tetap efektif dan aman untuk kesehatan sampai batas waktu yang ditentukan jika disimpan pada kondisi yang sesuai, yaitu pada cahaya, suhu, dan kelembaban yang sesuai. Jika penyimpanannya tidak tepat, maka obat dapat rusak lebih cepat sebelum tanggal kadaluarsanya. Waktu kadaluarsa biasanya dinyatakan dalam bulan dan tahun, dan selalu tertera dalam kemasan obat.

Tentunya waktu kadaluarsa setiap obat berbeda-beda. Pada umumnya, tanggal kadaluarsa obat adalah dua tahun sejak tanggal produksinya. Namun ada beberapa obat yang harus diperhatikan penggunaannya. Seperti antibiotik sirup rekonstitusi, yaitu serbuk kering dan dilarutkan dengan air ketika hendak digunakan, biasanya hanya digunakan sampai tujuh hari. Lalu obat tetes mata biasanya hanya boleh digunakan satu bulan setelah kemasan dibuka.

Seberbahaya apa obat yang sudah melewati batas kadaluarsanya?

Obat yang sudah kadaluarsa tidak boleh digunakan lagi karena beberapa hal:

  • Zat aktif pada obat yang sudah kadaluarsa sudah tergdegradasi atau potensinya menurun. Sehingga ketika digunakan tidak lagi bermanfaat  atau tidak optimal lagi untuk pengobatan. Lebih berbahaya lagi jika senyawa hasil degradasi obat merupakan zat toksik bagi tubuh, tentunya dapat membahayakan kesehatan.
  • Mutu, khasiat dan kemanan obat kadaluarsa tidak dapat dipertanggungjawabkan.
  • Untuk antibiotik yang kadaluarsa dapat menimbulkan kasus resistensi antibiotik (bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik yang bersangkutan). Potensi antibiotik sudah menurun sehinga tak mampu lagi menuntaskan infeksi mikroba yang ada.
  • Obat kadaluarsa dapat ditumbuhi jamur, maka dikhawatirkan akan lebih membahayakan penyakit, bukan menyembuhkan.

Lalu, bagaimana kita bisa mengidentifikasi obat kadaluarsa?

Pertama-tama kita harus selalu memeriksa tanggal kadaluarsa yang tercantum pada kemasan obat. Jika sudah mendekati bahkan sudah mencapai waktu kadaluarsa, obat jangan disimpan lagi di lemari/kotak obat, agar obat tersebut tidak lagi digunakan. Dari bentuk fisik obat juga dapat diketahui apakah obat masih dalam kondisi baik atau tidak, selain itu dapat ditinjau dari warna, bau, dan rasa. Misalnya tablet yang dapat dilihat kadaluarsanya adalah tablet yang bentuk warna aslinya putih dapat menguning atau kecoklatan, contonhya tablet vitamin C. Selain itu tablet yang rusak juga dapat terlihat berjamur, konsistensinya menjadi tidak padat lagi, atau retak. Sediaan larutan seperti sirup, dapat dilihat apakah larutan mengkristal, mengering, kekentalan berubah, ataupun menimbulkan bau yang menyengat/tidak sedap. Begitu juga dengan sediaan salep atau krim perlu dicek apakah terjadi perubahan bau maupun warna.

Kita sudah tahu nih tentang bahaya obat kadaluarsa dan juga bagaimana mengidentifikasinya. Sebaiknya kita juga bisa mencegah penggunaan obat kadaluarsa ini. Tentunya saat  membeli obat, kita harus teliti melihat tanggal kadaluarsanya. Akan lebih baik untuk obat-obatan yang digunakan sesekali rentang waktu kadaluarsanya cukup jauh. Lalu untuk mencegah kerusakan obat sebelum waktu kadaluarsa, kita harus menyimpan obat di tempat yang sesuai dengan keterangan yang dicantumkan dalam kemasan obat, yang pada umumnya obat disimpan di tempat yang terlindung dari cahaya, kering, dan tidak lembab, seperti di lemari obat. Namun ada juga yang perlu disimpan di kulkas. Terakhir, obat yang sudah kadaluarsa harus segera dibuang dengan cara dimusnahkan atau dikubur. Obat berupa tablet dapat dihancurkan tablet terlebih dahulu, simpan dalam wadah tertutup, lalu dibuang. Sedian sirup dapat diencerkan terlebih dahulu sebelum dibuang.

Sebagai konsumen sebaiknya kita lebih teliti dalam menggunakan obat, melihat kadaluarsanya, dan melihat apakah obat masih dalam kondisi baik atau tidak, tentunya ini akan mencegah penggunaan obat yang yang tidak tepat bahkan berbahaya.

Referensi:

Kimin, A. 2008. Sisi Lain Tanggal Kadaluarsa. Apotek Puter, Tangerang Selatan

Winanda, J.C. 2010. Medicines Information Pharmacist, Centre for Medicines Information and Pharmaceutical Care. Universitas Surabaya.

Nikan Magazine, Vol. 3 No. 12, Maret 2005

17 Comments leave one →
  1. 26/03/2011 7:04 pm

    Ingat juga BUD, beyond use date, waktu pakai obat setelah kemasannya dibuka. Bisa aja kadaluarsanya setahun lagi, tapi abis dibuka cuma jadi sebulan

    • Monika Oktora permalink
      30/03/2011 7:44 pm

      sipp, betul sekali bung opik, kadang kita suka lupa sama BUD, karena memang konsumen lebih dekat dengan istilah “kadaluarsa”, istilah BUD belum banyak yang aware. BUD beda dengan waktu kadaluarsa. mungkin nanti bisa dibahas lebih lanjut ttg BUD ya

  2. Mister Ade permalink
    30/03/2011 10:40 pm

    setuju bung opik..

  3. 05/04/2011 5:26 pm

    Nice post and share kawan.

    Obat kadaluarsa, cukup menarik. Namun, ada beberapa hal dalam pikiranku yang ingin juga aq share dengan kawan atau lebih tepatnya ingin ku konsultasikan dengan para calon apoteker di sini.

    Kawanku, dalam pemahaman ku, ada sedikit perbedaan antara obat kadaluarsa dan obat rusak. Ada perbedaan mendasar tentang obat kadaluarsa dan obat rusak. Dan, klo aq baca penjelasan di atas, nampaknya lebih cendrung menunjukkan rusaknya suatu obat.

    Perbedaannya terletak pada definisi *mudah-mudahan aq tak khilaf, kawan*. Obat kadaluarsa (waktu kadaluarsa) merupakan obat yang telah berkurang aktivitas obatnya 10 %. Sedangkan, klo obat rusak adalah obat yang rusak baik fisik maupun kimia karena kesalahan dalam proses distribusi atau penyimpanan yang kurang baik. *Mohon dikoreksi ya kawan*. Sehingga yang berpotensi menjadi racun adalah obat rusak, bukan kadaluarsa.

    Nah, berangkat dari pengertian tersebut, menurutku tidak semua obat kadaluarsa dikatakan buruk atau dengan kata lain, obat kadaluarsa tidaklah selamanya menakutkan/horor. Namun, aq pun tidak menganjurkan penggunaan obat kadaluarsa. Hanya saja, obat kadaluarsa tidak sehoror yang kita bayangkan. Berbeda pada obat yang memang rusak fisik dan kimia karena misalnya kesalahan penyimpanan, terpapar matahari langsung, atau kemasan yang rusak.

    Pernah aq mengobrol dengan salah seorang apoteker senior di jogja bahwa beliau biasa pernah menggunakan paracetamol yang kadaluarsa di apotek beliau bekerja *bukan untuk dicontoh siy*. Namun beliau ingin menunjukkan bahwa bila kemasan masih sangat baik (misal disimpan di apotek dengan baik), maka kadaluarsanya suatu obat tidak langsung menjadi racun dan se-horor yang kita bayangkan. Karena klo kadaluarsa berarti efek/aktivitas obat yang berkurang tetapi bukan serta merta akan menjadi racun. Logisnya adalah efeknya saja yang akan kurang joss.

    Nah, berbeda bila kita berbicara obat kadaluarsa yang di simpan di rumah-rumah yang biasanya kita kurang cermat hal penyimpanan. Bahkan ,sebelum kadaluarsa, obat udah tidak layak pakai karena telah rusak secara fisik dan kimia.

    Mungkin, ini sedikit sharing dari aq mengenai obat kadaluarsa dan obat rusak. Semoga bermanfaat dan bila aq salah mohon dimaafkan dan dikoreksi ya. Aq pun sepakat untuk menghindari pemanfaatan obat kadaluarsa.

    Ohya, ada lagi contoh kasus *mudah-mudahan* tidak salah, bahwa obat kadaluarsa yang dipulangkan ke pabrik, tidak semua dibuang atau dimusnahkan. Pabrik akan mengecek aktifitas obat kadaluarsa tersebut. Kalau masih memungkinkan dan baik kondisinya ada 2 pilihan. Pertama, akan diperpanjang waktu kadaluarsanya atau kedua, akan di daur ulang.

    • Monika Oktora permalink
      08/04/2011 1:50 am

      Terima kasih respon dan koreksinya bung anung : ).

      Betul, untuk kita yg bergelut di dunia farmasi dan yaa.. udah sedikit-banyak tau ttg obat, pasti ga akan menilai kalo obat kadaluarsa itu sehoror itu, hehehe.. tapi buat awam, sedikit banyak harus lebih aware kan ttg adanya obat kadaluarsa yg mungkin ada di lemari obat mereka. mangkanya lebih baik mencegah penggunaannya obat2 itu (walaupun notabene sprt yg bung anung blng blm tentu buruk). karena bisa jadi obat itu sudah rusak duluan sblm tgl kadaluarsanya krn penyimpanan di rumah2 kadang sering tidak tepat.

      Pada saat efek obat berkurang karena sudah kadaluarsa, mutu dan khasiat obat tidak dapat dipertanggungjawabkan. dan tentu saja ini bisa berpotensi menjadi racun jika si obat ini mengalami degradasi akibat waktu, dan zat degradannya toksik bagi tubuh, tentunya dapat membahayakan kesehatan. jadi bukan berarti obat kadaluarsa tidak toksik loh😛 (CMIIW). contohnya sprt obat antibiotik, jika sudah kadaluarsa maka aktivitasnya berkurang, sprti bung anung bilang, nah antibiotik itu kan ga boleh subterapetik, maksudnya dalam potensi maupun dosis tidak boleh di bawah dosis terapi. ketika aktivitas antibiotik menurun, potensinya pun menurun, maka ia bisa jadi subterapetik.. bahaya dong kalo antibiotik seperti itu? skali lg CMIIW. kalau parasetamol mungkin masih bisa dimanfaafkan kali yaa, hehehe.. (nekat juga seniornya nyoba2 obat kadaluarsa, walopun kondisi masih baik, hehe)

      Setuju obat kadaluarsa dan obat rusak adalah keadaan yg berbeda, obat rusak belum tentu kadaluarsa, tetapi obat kadaluarsa bisa jadi rusak, betul?
      seperti yang saya sampaikan di atas, jika penyimpanannya tidak tepat, kondisi obat dapat rusak sebelum tanggal kadaluarsanya, inilah yang harus diwaspadai. Makasih bung anung, senang sharing dengan anda🙂
      Oya untuk contoh kasus obat kadaluarsa yang dipulangkan ke pabrik makasih infonya, saya jg baru tahu ttg itu..

  4. 08/04/2011 4:28 pm

    mmm…good n attractive media…. keep posting

    • Monika Oktora permalink
      10/04/2011 10:53 am

      thank you🙂
      keep following our blog🙂

  5. fifo permalink
    13/05/2011 11:37 pm

    tolong info referensi atau pustaka yang membahas tentang beyond use date dunk…thz

    • wiput permalink*
      14/05/2011 9:42 am

      info mengenai beyond use date ada sedikit di USP (United States Pharmacopoeia) pada bagian general chapter dengan judul Pharmaceutical Compounding Sterile dan Nonsterile.. CMIIW

  6. 08/04/2012 8:08 am

    nice blog…. senang jumpa rekan sejawat yang juga senang menulis..🙂

    terus menulis…

  7. 03/12/2012 9:52 am

    peraturan pencantuman kadaluarsa pada kemasan obat , ada ngga ya?

  8. yayuk permalink
    28/03/2013 5:57 pm

    kalau yang tercantum itu tidak ada tanggal tapi adanya bulan dan tahun kadaluarsa saja, apakah masih bisa dibenarkan pada bulan tersebut masih digunakan sampai dengan akhir bulan tersebut?

  9. nova krisnadi permalink
    21/07/2013 4:51 pm

    ijin kan saya ingin bertanya ttg obat krn saya tdk ngerti dan pgn tau…klo berbicara ttg exp obat, sebaiknya minimal brp bln dr batas wkt yg di tentukan pd exp obat itu sendiri blh utk di minum?? mhn jwbannya…mksh.

  10. Ivone Sfp permalink
    25/07/2013 8:31 am

    saya ke puskes terdekat karena mules (buang air terus sampa hmpr 20x dalam sehari) dan diberi zink dispersibel, yg katanya anti biotik. Di beri 2 strip. Tadi pagi pas sarapan iseng2 liatin ke2 strip tsb, koq harganya beda. Ternyata yang membedakannya MD dan EDnya. Ternyata yang aku minum sudah 6 butir sejak kemarin MD Agt 09 ED Agt 11. Paniklah diriku, EDnya sudah 2 thn yang lalu ! Pantas aja sakitku gak berkurang, malah jadi gelisah semalaman. Apa yg harus ku lakukan ? Mohon sarannya. Terima kasih.

  11. Maswa Nursyadiyah permalink
    12/06/2014 7:33 am

    minum obat 2 kapsul sekaligus, alhasil sendi pd lemes semua.. Pas dilihat kemasannya udah expayerdate😥 aku hrz apa?

Trackbacks

  1. OBAT KADALUARSA / EXPIRED – pharmaceutical journalism
  2. OBAT KADALUARSA / EXPIRED – bemffsuhamka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: