Skip to content

Belajar Ekonomi di Farmasi = Farmakoekonomi

29/03/2011

Sebelumnya tidak pernah terpikir oleh saya kalau bisa menemukan ilmu sosial dalam dunia kefarmasian. Ternyata di tingkat empat kuliah farmasi, saya menemukan satu mata kuliah yang unik dan membuat saya dan juga teman-teman seangkatan saya tertarik. Bahkan kemudian beberapa dari teman saya mengangkat bidang itu sebagai bahasan di tugas akhirnya. Farmakoekonomi nama mata kuliah tersebut. Apa sih farmakoekonomi?

Dari namanya kita sudah bisa menduga bahwa ada hubungan antara obat-obatan dengan ilmu ekonomi. Farmakoekonomi dapat didefinisikan sebagai perhitungan antara biaya yang dikeluarkan dengan efek pada penyembuhan dikaitkan dengan keputusan tentang pengembangan obat dan strategi harga obat.  Simpelnya ini seperti hitung-hitung yang dapat menguntungkan dan menyehatkan demi keuntungan masyarakat.

Yang melatarbelakangi adanya ilmu ini karena tuntutan untuk kesehatan yang meningkat, namun sumber daya yang tersedia terbatas, maka diperlukan pengambilan keputusan berdasarkan pertimbangan ongkos (cost) dan keuntungan (benefit) dari obat maupun pelayanan kesehatan yang berbeda.

Tentunya kesehatan adalah hal yang penting dalam hidup ini, saat kita sakit, maka kita harus mengeluarkan sejumlah uang untuk proses penyembuhan, baik itu berupa obat, pelayanan kesehatan, biaya akomodasi, maupun biaya-biaya lain yang tidak dapat diukur dengan uang seperti waktu yang berkurang karena tidak produktif. Dalam hal ini tentu kita harus efisien dalam mengatur pengeluaran dalam proses penyembuhan yang dijalani, khususnya dalam pemilihan obat karena obat merupakan komponen penting dalam upaya pelayanan kesehatan, penggunaan obat dapat mencapai 40 % dari seluruh komponen biaya pelayanan kesehatan.

Nah, Pada mulanya saya kira mata kuliah ini akan ribet karena akan melibatkan perhitungan yang njelimet. Tapi ternyata setelah diikuti, kuliah ini fun-fun aja, toh farmasi tidak harus selalu belajar melulu mengenai obat, cara membuat obat, berkutat dengan farmasetika, dan terus-menerus berada di lab melakukan percobaan ini itu. Apoteker seharusnya dekat dengan pelayanan kesehatan dan tentunya mampu menguasai juga ilmu sosial dan klinik, farmakoekonomi ini adalah salah satu penerapan ilmu farmasi klinik yang diterapkan dalam kehidupan sosial.

Bagaimana penerapannya? Penerapan farmakoekonomi dapat dilakukan baik dalam skala kecil maupun skala besar. Untuk skala kecil contohnya adalah penentuan pemilihan terapi untuk seorang pasien. Dalam berbelanja kita pasti akan menimbang apakah pilihan kita ini menguntungkan  atau tidak, mana barang yang bisa dibeli dengan harga murah namun hasilnya baik. Sama seperti dalam membeli obat, jika kita ingin membeli obat sakit kepala misalnya, berbagai macam merk obat ada, dengan harga yang berbeda-beda, dengan kualitas yang mungkin tidak jauh berbeda, namun tujuannya sama untuk menyembuhkan sakit kepala. Dari semua pilihan itu, mana sih pilihan terbaik untuk kita? Itu baru sakit kepala saja, mungkin range biaya yang kita keluarkan tidak begitu jauh antara pilihan satu dengan lainnya, akan sangat terasa jika kasus yang ada berupa penyakit degeneratif, penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang, atau penyakit berat, yang memerlukan pengobatan dengan biaya besar dan terus menerus dalam jangka waktu lama. Seperti diabetes mellitus, pasien diabetes harus mengonsumsi obat-obatan secara rutin tiap bulannya, biaya yang dikeluarkan akan cukup besar, atau penyakit kanker yang biaya pengobatannya tidak murah. Dalam hal ini apoteker dapat membantu pasien untuk pemilihan terapi yang tepat dan cocok untuknya.

Sedangkan dalam skala besar contohnya penentuan pemilihan obat dan terapi bagi tenaga kesehatan, rumah sakit, industri farmasi, dan perusahaan asuransi dengan kebutuhan dan cara pandang yang berbeda (Trisna Y, 2008). Bagi pemerintah, farmakoekonomi berguna dalam memutuskan apakah suatu obat layak dimasukkan ke dalam daftar obat yang disubsidi, serta membuat kebijakan-kebijakan strategis lain yang terkait dengan pelayanan kesehatan. Hasil studi farmakoekonomi juga berguna untuk industri farmasi untuk penelitian dan pengembangan obat, strategi penetapan harga obat, serta strategi promosi dan pemasaran obat. Bagi rumah sakit, farmakoekonomi digunakan untuk memutuskan obat mana saja yang disusun untuk formularium rumah sakit, untuk dasar penyusunan pedoman terapi obat yang  disusun oleh Komite Farmasi dan Terapi Rumah Sakit.

Wahh.. manfaatnya besar juga yaa.. Sekarang peran apotekerlah yang dibutuhkan dalam penerapan ilmu ini. Keuntungan yang dapat diberikan atas penerapan ilmu ini oleh apoteker antara lain adalah menurunkan biaya pelayanan kesehatan secara keseluruhan dengan berfokus pada penggunaan obat yang optimal, menghindari atau meminimalisasi masalah yang terkait dengan penggunaan obat (Drug Related problems), pencapaian outcome yang diinginkan pasien, dan peningkatan kualitas hidup pasien. Beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa intervensi apoteker dapat memberikan pengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap penghematan biaya pengobatan. Semakin banyak jumlah apoteker dalam praktek klinis, semakin besar pula keuntungan dari investasi. We hope so🙂

Referensi :

Eisenberg J.M., Schulman  K.A., Glick H., Koffer H., 1994, Pharmacoeconomics: Evaluation of Pharmaceuticals. In: Storm BL, ed. Pharmacoepidemiology, John Wiley&Sons Ltd, 93-469.

McLean W.M., 1998, Pharmaceutical Care Evaluated: The Value of Your Services. CPJ; 131(4): 34-40

Trisna Y, 2008, Aplikasi Farmakoekonomi, Instalasi Farmasi RSUP Ciptomangunkusumo, Jakarta.

Majalah Medisina Edisi 3/Vol I/September-November 2007

7 Comments leave one →
  1. Mister Ade permalink
    30/03/2011 10:35 pm

    keren mon,,

    kirain selama ini cewe2 tertarik ikut kuliahnya gara2 dosennya Pak Kus.. haha..

    maju terus farmasi klinik.

  2. jeff permalink
    31/03/2011 12:49 am

    Jadi bagaimana pasien bisa tau obat mana yg lebih baik?? Perasaan klo dilihat tiap obat specnya sama2 saja. Klo beli hp bisa jelas kan, misal HP merk A dan merk B, kemampuan sama, kapasitas sama tapi HP merk A lebih murah jadi secara farmakoekonomi dipilih HP merk B. Nah, klo obat bagaimana? Klo saya perhatikan obat sakit kepala bisa ada beberapa merk yg kandungannya sama persis, lantas apakah saya harus langsung memilih yg paling murah apabila kandungannya sudah sama persis? Jika ditanyakan ke apotek apa bedanya, biasa dijawab “ya itu sama aja, tapi biasanya obat itu cocok-cocokan aja. Bisa beda2 tiap orang”

  3. Gina Gamiarsih permalink
    01/04/2011 9:30 pm

    Mau mencoba nanggepin pertanyaan Jeff

    Kebetulan skripsi saya berhubungan dengan farmakoekonomi.
    sebenarnya untuk farmakoekonomi itu lebih terasa penggunaannya untuk obat-obat yang diberikan harus dengan resep dokter ketimbang dengan obat-obat bebas. obat-obat dengan resep dokter contohnya seperti obat penurun tekanan darah, obat untuk penyakit diabetes, antibiotik, obat jantung, dan lain-lain, sedangkan obat bebas ya seperti obat penurun demam, obat flu, obat batuk, dan lain-lain.

    prinsip farmakoekonomi sebenarnya bisa aja diterapkan di obat-obat bebas. Misal obat bebas A untuk penyakit flu dengan harga Rp X bisa menyembuhkan flu dalam waktu 4 atau 5 hari dengan aturan pakai 3 kali sehari, sedangkan obat B untuk penyakit flu juga dengan harga lebih mahal Rp. X+ 1500 bisa menyembuhkan flu dalam waktu 2 atau 3 hari dengan aturan pakai 2 kali sehari dengan efek samping tidak mengantuk. Nah, sekarang kita pertimbangkan dari segi risk-benefit : obat B memang lebih mahal sekian rupiah dr obat A, tetapi ada benefitnya , kita jadi lebih cepat sembuh, minumnya hanya 2 kali sehari, jumlah obat yg kita beli lebih sedikit, dan tentunya kita bisa bekerja dengan sehat/FIT kembali.. bila kita pikirkan, dengan mengorbankan sedikit uang, kita bisa dapat manfaat besar..

    atau misalnya obat A harga Rp Y+2000 dan obat B harga Rp Y. ternyata dari pengalaman klinis yang ada, obat B menyembuhkan penyakit lebih cepat dan dengan efek samping (contoh: ngantuk) tidak ada. nah, daripada kita beli obat A yang lebih mahal, mending kita pilih obat B yang murah tapi juga berkhasiat lebih bagus..

    oleh karena itu, pada saat pembelian ke apotek, bisa saja kita bertanya dan minta bantuan ke apoteker yang kerja di apotek tersebut untuk memberikan informasi mengenai obat apa yang bagus untuk mengobati penyakit kita apabila kita bingung atau tidak tau mau memilih obat yang mana, jangan segan untuk bertanya.

    Farmakoekonomi untuk obat bebas jarang diterapkan mengingat harga obat bebas antara satu dengan yang lainnya tidak terlalu berbeda jauh.

    Ya itu saja dari saya, saya hanya berusaha untuk menanggapinya. terima kasih

    • Monika Oktora permalink
      02/04/2011 12:33 am

      @ deus a.ka Mr Ade: ga gitu deuusss,, aahh ngarang wae
      @ mas jeff: wah alhamdulillah pertanyaannya udah dijawab langsung sama ahlinya, mbak gina ini temen seangkatan saya di farmasi klinik ITB, TA nya farmakoekonomi, jadi jawabannya udah lengkap kan ya, smg membantu
      @ gina: gincheeee.. makasih penjelasannyaa yaaa.. ga percuma jadi temen aku giin, hehehe… ditunggu tulisannya buat nyumbang di blog ini ya giiin, oya deus jg, ditunggu tulisannyaa okee🙂

  4. Gina Gamiarsih permalink
    15/04/2011 9:20 pm

    @MOniq: Aku bukan ahli farmakoekonomi,, kan ada pembimbing aq yg ahli farmakoekonomi..
    aq mah cuma pernah menyelami dunia itu..pengen sih nyumbang tulisan , pengen tentang obat tetes mata dan pharmaceutical care utk obt tetes mata itu

    • Monika Oktora permalink
      16/04/2011 5:19 am

      sipsip giinnn.. ditunggu lo tulisannyaaaaa😀

  5. Nelly permalink
    24/07/2011 7:53 am

    Kabar gembira, di UI sudah ada program studi magister untuk peminatan Farmakoekonomi. bagi yang tertarik mempelajari lebih lanjut ilmu ini secara khusus sbg gelar akademik pasca sarjananya, bisa lihat di website UI.
    kalo boleh tau, apakah di ITB juga sudah ada program pasca sarjana Farmakoekonomi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: