Skip to content

Konferensi Epidemiologi Internasional 2011 Di Indonesia

02/04/2011

Pada tanggal 8-11 November 2011 mendatang, Indonesia didaulat menjadi tuan rumah dari Konferensi Tingkat Internasional di Bidang Epidemiologi, atau nama resminya adalah The 6th TEPHINET Southeast Asia and Western Pacific Biregional Scientific Conference. Konferensi ini akan digelar di Bali dan mengundang 40 negara dengan target peserta sebanyak 700 orang. TEPHINET (Training Programs in Epidemiology and Public Health Interventions Network) adalah sebuah jaringan global yang didirikan pada tahun 1997 dengan tujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan kesehatan masyarakat internasional serta memberikan dukungan terhadap program-program berbasis epidemiologi terapan dan praktik kesehatan masyarakat di dunia. Epidemiologi sendiri merupakan ilmu yang mempelajari penyebaran dan faktor-faktor penyebab dari suatu kondisi kesehatan pada populasi tertentu, serta penerapan ilmu ini untuk mengendalikan masalah-masalah kesehatan (Last, 1988).

Tema konferensi yang diangkat tahun ini adalah mengenai “Global Surveillance Networking for Global Health”. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, menyatakan bahwa surveillance atau pengawasan adalah suatu fondasi penting dalam tindakan kesehatan masyarakat. Saat ini dunia sudah saling terhubung dan penyakit-penyakit tidak mengenal batasan, karena itu diperlukan peningkatan jaringan pengawasan kesehatan secara global, dimana Indonesia bisa bekerja sama dengan negara-negara di dunia dalam hal penanggulangan penyakit. Adapun penyakit yang akan mendapat perhatian dalam hal penanggulangannya bukan hanya penyakit-penyakit menular seperti TB, Malaria, AIDS, dan flu burung, melainkan penyakit-penyakit lain seperti penyakit pasca-bencana maupun penyakit tidak menular yang baru-baru ini muncul. Karena setiap negara memiliki jenis penyakit utama yang berbeda-beda, diharapkan masing-masing negara peserta konferensi dapat saling berbagi mengenai masalah kesehatan yang dialami serta keberhasilan dan kekurangan dari sistem penanggulangannya. Dengan begitu, konferensi ini dapat menjembatani kerjasama antarnegara untuk menanggulangi, mendeteksi, bahkan mencegah masalah kesehatan masyarakat dunia.

Selain itu, konferensi epidemiologi internasional yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia ini, akan mengadakan program pelatihan FETP (Field Epidemiology Training Programme) dan FELTP (Field Epidemiology and Laboratory Training Programme) dengan tujuan di antaranya untuk meningkatkan kemampuan, berbagi informasi dan pengalaman, serta membangun jejaring kerja tenaga kesehatan masyarakat dalam bidang epidemiologi terapan.

Semoga dengan diselenggarakannya konferensi kesehatan internasional semacam ini, Indonesia bisa turut berperan serta dalam peningkatan kesehatan masyarakat dunia tanpa mengesampingkan pentingnya penanggulangan berbagai macam penyakit yang akhir-akhir ini semakin banyak melanda masyarakat di dalam negeri.

 

***

Marina Yudhitia Permata

Referensi :

http://tephinet.fetpindonesia.org/

http://www.pppl.depkes.go.id/index.php

http://www.today.co.id/

 

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: