Skip to content

ALUR EDUKASI YANG BERUBAH

03/04/2011

ALUR EDUKASI YANG BERUBAH

dari No Pharmacist No Service menjadi Know Your Medicine Know Your Pharmacist

Anugerah B. Adina (e-mail: anugerah_4din4@yahoo.com)

 

Semenjak diterbitkannya PP 51/2009 tentang praktek kefarmasian, semboyan NO PHARMACIST NO SERVICE menjadi semarak untuk dikumandangkan di setiap daerah nusantara. Bahkan, Bapak Mohammad Dani Pratomo (ketua IAI) dalam Portal Apoteker Indonesia (2009) mengatakan bahwa penerapan prinsip No Pharmacist No Service ini merupakan suatu keharusan. Pencanangan semboyan ini diharapkan mampu memberikan dorongan moril kepada para apoteker untuk segera berbenah dan memberikan angin segar bagi kemajuan dunia kefarmasian di Indonesia.

Namun, Bagaimanakah kemajuan dari implementasi semboyan ini? Ataukah semboyan ini telah hilang seiring dengan berjalannya waktu dan pada akhirnya masih bisa kita temukan apotek memberi pelayanan obat kepada pasien tanpa didampingi apoteker. Tidak bisa kita pungkiri bahwa semboyan ini mampu memberikan harapan bagi perbaikan dunia kefarmasian kita. Namun, banyak juga kita jumpai pro dan kontra dalam tubuh apoteker sendiri. “Wah, selama dapurku belum ngebul, maka tiada apoteker tiada pengaruhlah”, ujar salah seorang apoteker.

Pada dasarnya apoteker menyambut positif penerapan No Pharmacist No Service. Namun, ketika dibenturkan pada kenyataan sebagai mana yang dilontarkan oleh salah satu rekan sejawat tersebut, maka hanyalah suatu keniscayaan dan harapan kosong. Lalu, bagaimana strategi kita menghadapi realita tersebut. Jelas, bila melihat pada realita,  maka praktek kefarmasian yang tanpa didampingi apoteker tidak bisa terelakkan. Perlu ada stimulasi dan kontrol dari lingkungan eksternal apoteker, yakni masyarakat.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah masyarakat telah siap untuk menstimulasi dan menjadi kontrol sosial para apoteker? Untuk itu, mari kita mulai dengan 3 pertanyaan berikut. Siapa yang membutuhkan apoteker? Apakah apoteker benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat? Apakah masyarakat telah mengenal apoteker? Selama ini yang terjadi adalah kita melontarkan pertanyaan ini ke tengah-tengah apoteker itu sendiri dan akan muncul permasalahan eksistensi yang tak pernah terselesaikan. Namun, coba kita berpikir lebih jauh keluar dan secara langsung melontarkan pertanyaan ini ke masyarakat.

Masyarakat sudah sangat jelas bahwa mereka membutuhkan apoteker. Namun, yang jadi permasalahannya adalah apakah masyarakat sadar akan kebutuhan tersebut? Know Your Medicine Know Your Pharmacist, merupakan semboyan yang dapat kita kampanyekan saat ini. Sudah saatnya kita mencoba mengedukasi masyarakat agar sadar akan kesehatannya sendiri dan  kritis terhadap segala jenis pengobatan yang mereka dapatkan dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan mereka. Jika proses edukasi ini mampu kita lakukan, maka masyarakat akan sadar bahwa mereka akan selalu membutuhkan apoteker. Hal ini secara tidak langsung akan menjadi kontrol masyarakat terhadap keberadaan apoteker. Apoteker seperti “dipaksa” untuk mau tidak mau hadir di apotek karena masyarakat membutuhkan para apoteker. Apoteker tidak bisa lagi “bersembunyi”, karena masyarakat akan mencari dimanapun apoteker berada. Masyarakatlah sebagai pendorong pencapaian NO PHARMACIST NO SERVICE.

Oleh karena itu, mulailah edukasi masyarakat disekitar kita tentang kesadaran akan kesehatan dan pengobatan diri pribadi mereka. Mulailah mengedukasi pada lingkungan tekecil yakni keluarga kita, teman-teman kita, dan sanak keluarga kita. Mulailah pada tempat dimana sekarang kita berada, sebagai contoh, edukasi dan kampanye Know Your Medicine Know Your Pharmacist telah penulis mulai pada komunitas Kaskus (salah satu jejaring sosial di indonesia). Paling tidak, proses edukasi yang kita lakukan ini sedikit demi sedikit mampu berkontribusi dalam penerapan cita-cita  NO PHARMACIST NO SERVICE.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: