Skip to content

Picking the Right Cold Medication

09/04/2011

Picking the Right Cold Medication

Akhir-akhir ini cuaca sedang tidak bersahabat. Perubahan cuaca, khususnya peralihan musim kering dan musim penghujan, atau sebaliknya sering menyebabkan tubuh menjadi rentan terhadap berbagai macam penyakit, secara khusus batuk, pilek dan flu. Daripada menderita gara-gara dikuasai batuk, pilek, dan flu lebih baik atasi dengan menggunakan obat yang tepat.

Ikuti langkah-langkah berikut untuk memilih obat yang dijual secara bebas (over-the-counter):

Beli obat yang diindikasikan untuk satu gejala saja daripada membeli obat dengan kombinasi zat-zat lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko efek samping yang diberikan oleh obat-obat tersebut.

  • Add medications as needed for separate cold symptoms. Contohnya, jika kamu sangat menderita gara-gara hidung tersumbat, batuk kering, dan mata yang gatal dan berair, kamu bisa menggunakan antihistamin, dekongestan, dan penekan batuk, lalu kurangi penggunaan masing-masing obat tersebut setelah masing-masing gejala berkurang.
  • Be careful not to take two medications with the same ingredients. Khususnya untuk asetaminofen (parasetamol) yang merupakan obat yang biasa digunakan untuk menurunkan demam dan penghilang rasa sakit (pain reliever). Parasetamol dapat ditemukan dalam berbagai jenis obat flu, terlalu banyak menggunakan parasetamol dapat meningkatkan resiko penyakit liver (hati).
  • Learn about cough and cold ingredients. Ketahui zat aktif mana yang dapat mengatasi gejala-gejala flu tersebut dengan membaca petunjuk “cold medication by symptom” di bawah ini:

Cold Medication by Symptom: batuk

  • Cough suppressants (Penekan Batuk). biasa disebut antitusif. Digunakan pada pasien yang mengalami batuk kering. Kerja obat ini yaitu dengan menekan batuk. Contoh obat yang termasuk golongan ini yaitu dextromethorphan (Vicks 44 Cough Relief).
  • Expectorants. Digunakan pada pasien yang mengalami batuk berdahak. This category of cold medication thins mucus, so rather than stopping your cough, your cough will sound wet or be more “productive.” Contoh obat yang termasuk ke dalam golongan ini yaitu guaifenesin.

Tersedia pula obat dengan kombinasi diantara keduanya (antitusif dan ekspektoran) untuk pasien yang mengalami batuk kering sekaligus batuk berdahak.

Cold Medication by Symptom: Demam, Sakit Tenggorokan, Nyeri

  • Acetaminophen. Terkenal juga dengan sebutan Parasetamol dan merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi sakit kepala, nyeri lainnya, dan juga demam.
  • Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Dapat mengatasi radang (inflamasi). Contoh obat dari golongan ini antara lain aspirin, ibuprofen, naproxen, dan lain-lain.

Beberapa produk mengandung asetaminofen dan NSAIDs sekaligus.

Cold Medication by Symptom: Bersin, Runny Nose, dan mata yang berair  disertai gatal

  • Antihistamines. If you’re suffering from sniffling, sneezing, itchy, watery eyes, and/or a runny nose, a product with an antihistamine is your best bet. Obat ini bekerja dengan mengurangi produksi mukus dalam hidung. Efek samping antihistamin yaitu mengantuk, which is fine at night, tapi dapat mengganggu aktivitas pada siang hari. Contoh obat yang termasuk golongan antihistamin yaitu Chlorpheniramine, Dimenhydrinate, Diphenhydramine, dan lain-lain.

Cold Medication by Symptom: Hidung tersumbat

  • Decongestants. Obat ini mengurangi pembengkakan jaringan dalam hidung sehingga dapat memudahkan jalannya pernafasan. Contoh obat yang termasuk golongan decongestant yaitu Pseudoephedrine dan Phenylephrine.

TIPS & WARNING

Baca label yang tersedia pada kemasan sebelum memilih obat tersebut untuk memastikan bahwa obat tersebut tidak memilik efek samping mengantuk jika kamu berencana menggunakan obat tersebut pada saat aktivitas berjalan. Beberapa obat bautk, pilek, dan flu dapat menyebabkan kantuk yang dapat menganggu aktivitas (termasuk mengendarai kendaraan).

≠ jika gejala bertambah buruk, kamu harus segera temui dokter, dikhawatirkan bukan hanya pilek biasa. Influenza dan pneumonia memiliki gejala yang mirip dengan pilek, tapi lebih parah.

≠ perhatian untuk anak-anak agar tidak menggunakan aspirin karena dapat meningkatkan resiko sindrom Reye.

Sumber :

http://www.everydayhealth.com/cold-flu/right-cold-medication-for-your-symptoms.aspx

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: