Skip to content

Mengenal Lebih Baik Si Kontrasepsi

13/04/2011

Kontrasepsi..sebenarnya apa sih kontrasepsi?

Kontrasepsi berasal dari kata ‘kontra’ yang berarti mencegah atau menghalangi, dan ‘konsepsi’ yang berarti pembuahan atau pertemuan antara sel telur dengan sperma. Jadi, kontrasepsi merupakan suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan karena pembuahan atau pertemuan antara sel telur dan sel sperma.

 

Secara umum, kontrasepsi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

1. Kontrasepsi non-hormonal

Kontrasepsi non-hormonal menunda kelahiran dengan cara mencegah pembuahan sel telur oleh sperma ataupun mencegah penempelan sel telur yang telah dibuahi pada dinding rahim (uterus). Kontrasepsi non hormonal dibedakan lagi menjadi 3, yaitu :

a. Metode Teknik (Barrier Method)

Metode teknik merupakan metode kontrasepsi non-hormonal tanpa menggunakan alat bantu. Dapat dilakukan dengan penggunaan sistem kalender, metode LAM (Lactational Amenorrhoe Method) ataupun penghentian hubungan seksual.

Dengan sistem kalender, pasangan harus menghindari hubungan seksual saat mendekati masa ovulasi. Metode ini sangat murah karena tidak memerlukan alat bantu serta tidak memiliki efek samping. Namun, diperlukan kerjasama pasangan untuk meningkatkan efektivitas.

LAM (Lactational Amenorrhoe Method) adalah metode pemberian ASI 24 jam selama 6 bulan pertama pada ibu yang baru saja melahirkan, karena dengan pemberian ASI dapat mencegah terjadinya proses ovulasi.

b. Metode Mekanik

Metode mekanik merupakan metode kontrasepsi non-hormonal dengan menggunakan alat bantu, seperti kondom, IUDs (Intra-Uterine Devices), Diafragma dan Kap, serta spermisida.

Kondom dapat digunakan untuk mencegah kehamilan dan penyakit yang menular melalui hubungan seksual seperti HIV. Kondom ada dua jenis, yaitu kondom wanita dan pria. Kondom mudah digunakan dan tidak gampang pecah, namun sering terlepas pada saat melakukan hubungan seksual sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

IUDs (Intra-Uterine Devices) atau biasa disebut spiral merupakan plastik kecil dengan kumparan tembaga yang dipasangkan ke dalam rahim oleh dokter, bidan ataupun perawat. IUDs tidak dapat digunakan untuk pencegahan penularan penyakit infeksi. IUDs tidak akan mengganggu hubungan seksual, tidak mempengaruhi suasana hati, berat badan ataupun libido. IUDs kadang menyebabkan nyeri yang hebat saat mentruasi, infeksi, terlepas dengan sendirinya, menyebabkan luka pada uterus ataupun bila terjadi kehamilan maka akan terjadi kehamilan ectopic (janin berada pada tuba fallopi bukan  pada uterus).

Diafragma dan Kap merupakan alat bantu berbentuk kubah yang terbuat dari karet lembut ataupun silikon dan dimasukkan ke dalam vagina setiap kali berhubungan seksual, dan bertahan setidaknya selama 6 jam dan tidak lebih dari 24 jam setelah berhubungan. Diafragma harus diganti setiap dua tahun. Diafragma dan kap dapat membantu mencegah penyakit infeksi pada sistem reproduksi (gonore, trichomonisis, klamidia, neoplasia serviks dan penyakit radang panggul), mudah digunakan dan tidak memiliki resiko medis yang serius, namun perlu belajar cara penggunaan dan pada beberapa wanita dapat mengalami infeksi kandung kemih. Diafragma dan kap tidak dapat digunakan untuk mencegah HIV.

Spermisida merupakan bahan kimia yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan, mencegah kehamilan dengan membunuh sperma. Lebih efektif bila digunakan dengan alat kontrasepsi lain, seperti diafragma dan kap.

c. Metode Sterilisasi

Metode sterilisasi untuk mencapai infertilitas permanen. Pada wanita, dilakukan dengan mengikat, memotong, ataupun menjepit tuba fallopi. Sedangkan pada pria dilakukan dengan pemotongan saluran vas deferens, saluran penghubung testis dan penis.

 

2. Kontrasepsi hormonal

Kontrasepsi hormonal mengandung derivat hormon estrogen dan progesteron, baik dalam bentuk kombinasi maupun tunggalnya. Dapat dibedakan lagi menjadi 4, yaitu :

a. Pil

Pil  merupakan kontrasepsi hormonal yang dapat menimbulkan efek samping berupa penurunan gairah, mual, nyeri dada, pusing, jerawat, kenaikan berat badan, dan perubahan suasana hati. Pil dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

Pil tipe kombinasi, mengandung kombinasi derivat hormon estrogen dan progesteron. Pil dikemas sebagai active pills untuk pengonsumsian selama 21 hari untuk mencegah ovulasi dan inactive pills dengan warna yang berbeda untuk pengkonsumsian selama 7 hari untuk memungkinkan terjadinya mestruasi.

Pil yang hanya mengandung derivat hormon progesterone. Pil tipe ini menimbulkan efek samping yang lebih rendah daripada tipe kombinasi. Dapat digunakan untuk wanita yang tidak dapat mengkonsumsi pil tipe kombinasi karena berumur diatas 35 tahun, merokok, migrain, hipertensi ataupun sedang menyusui.

Pil perpanjangan siklus menstruasi, memperpanjang siklus menstruasi hingga 3 bulan. Pil dikemas sebagai active pills untuk penkonsumsian selama 84 hari untuk mencegah ovulasi dan inactive pills dengan warna yang berbeda untuk pengkonsumsian selama 7 hari untuk memungkinkan terjadinya mestruasi.

b. Injeksi

Injeksi hanya mengandung derivat hormon progesteron saja dan diberikan setiap 1-3 bulan. Injeksi dapat diberikan pada wanita segala umur, aman digunakan pada masa menyusui, membantu mencegah kanker rahim dan kehamilan di luar rahim. Efek samping yang sering timbul berupa pusing, rambut rontok, gelisah, kenaikan berat badan dan siklus menstruasi yang tidak teratur.

c. Susuk (implant)

Susuk (implant) berbentuk batang dengan panjang 4cm dan hanya mengandung hormon progesteron sintetik yang disebut etonogestrel. Susuk dimasukkan ke dalam kulit di bagian lengan atas. Susuk dapat efektif selama 3 tahun dan baru dapat bekerja tujuh hari setelah penanaman dalam tubuh, oleh sebab itu disarankan untuk menggunakan kondom pada tujuh hari pertama. Efek samping yang mungkin timbul berupa nyeri pada tempat penanaman, perubahan suasana hati, mual, nyeri punggung, kenaikan berat badan, jerawat, pusing, depresi, dll. Walaupun susuk terbukti lebih efektif dibandingkan pil dan juga kondom karena mengeliminasi faktor kelupaan dalam penggunaan, susuk tidak dapat mencegah kehamilan ataupun sulit untuk diambil kembali bila ditanam pada tempat yang tidak sesuai.

d. Patch

Patch mengandung kombinasi derivat hormon estrogen dan progesteron dan dapat ditempelkan pada bagian bokong, perut, tubuh bagian atas (tidak pada payudara) ataupun lengan luar bagian atas. Patch diganti setiap minggu, dengan pemberian patch inactive pada minggu keempat. Patch sangat nyaman dan mudah digunakan, orang lain tidak akan mudah mengetahui bahwa seseorang menggunakannya karena ukurannya kecil (5x5cm) dan berwarna seperti kulit. Selain itu patch tidak perlu dilepas saat sedang mandi, berolahraga, ataupun berenang. Patch juga dapat meredakan ketegangan pramenstruasi dan membuat menstruasi lebih ringan, tidak menyakitkan serta lebih teratur. Efek samping yang sering timbul pada pemakaian patch antara lain rasa tidak nyaman pada payudara, pusing, nyeri pada tempat penempelan patch, mual, muntah, dan perubahan suasana hati. Patch kurang efektif untuk wanita yang kelebihan berat badan.

Efektivitas dari pemakaian kontrasepsi bergantung pada usia, frekuensi melakukan hubungan seksual, dan terutama penggunaan kontrasepsi yang benar. Untuk itu, bagi pasangan suami-istri yang ingin menggunakan alat kontrasepsi, disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu, baik kepada dokter ataupun bidan.

 

Referensi:

www.contracept.org

www.patient.co.uk

piogama.ugm.ac.id

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: