Skip to content

Kalsium : Asupan Cukup untuk Tulang dan Tubuh yang Sehat

14/04/2011

Pemandangan ‘menarik’ yang seringkali saya jumpai, bahwa di negara maju, banyak orang lanjut usia yang masih terlihat sehat dan bugar. Bukan pemandangan aneh bila saya masih melihat banyak dari mereka yang melakukan aktivitas jogging atau aktivitas lainnya baik itu di pagi maupun sore hari, di musim panas maupun musim dingin, bahkan di kala salju tidak turun deras. Dan.. tanpa tongkat.🙂

Tapi sayang sekali, di Indonesia justru sebaliknya. Di usia yang belum lanjut pun, sudah banyak orang yang harus memakai tongkat dan tidak bisa bebas beraktivitas lagi. Tulang yang sehat seringkali dikaitkan dengan gaya hidup, baik itu aktivitas olah raga maupun konsumsi makanan. Hal yang paling umum dikaitkan dengan kesehatan tulang oleh masyarakat adalah kalsium. Seringkali kalsium juga dikaitkan erat dengan susu. Bahwa katanya, minum susu dapat membantu memperkaya kalsium di tubuh. Benarkah hanya susu saja yang bisa menjadi sumber penting kalsium untuk tubuh kita? Lalu mengapa kalsium sangat erat kaitannya dengan tulang? Semoga ulasan berikut bisa sedikit memberi jawaban yaa.🙂

Apa itu kalsium?

Kalsium, atau Ca, merupakan mineral yang sangat kaya keberadaannya di dalam tubuh, ditemukan pada beberapa makanan, tersedia sebagai suplemen makanan, dan juga terdapat dalam beberapa obat (seperti antasida).

Kenapa tubuh kita butuh kalsium?

Kurang dari 1% dari jumlah total kalsium tubuh dibutuhkan untuk beberapa fungsi metabolik tubuh. Tubuh membutuhkan kalsium bagi otot untuk berbagai pergerakan tubuh dan juga bagi syaraf, yaitu sebagai pembawa pesan antara otak dengan berbagai bagian tubuh lain.

Sisa kalsium tubuh sebanyak 99% yang lainnya disimpan di dalam tulang dan gigi dimana kalsium membantu fungsi dan stuktur keduanya. Tulang melakukan proses remodeling/metabolisme tulang secara kontinu. Di dalam proses remodeling tulang ini, terjadi dua proses yaitu, pembuangan jaringan tulang yang sudah ‘tua’ (resorpsi) dan proses pembentukan tulang yang baru.

Pada anak dan remaja yang masih dalam masa perkembangan, proses pembentukan tulang baru lebih banyak dibandingkan resorpsinya, sedangkan pada orang dewasa kedua proses cenderung seimbang. Pada orang lanjut usia, khususnya pada wanita yang telah menopouse, resorpsi tulang melebihi pembentukannya, sehingga terjadi bone loss yang meningkatkan risiko osteoporosis.

Seberapa banyak kalsium direkomendasikan sebagai asupan?

Jumlah kalsium yang dibutuhkan setiap harinya tergantung dari usia. Seperti disebutkan oleh Office of Dietary Supplements, National Institute of Health, USA, asupan harian rata-rata yang direkomendasikan adalah seperti dituliskan pada tabel berikut.

0–6 bulan 200 mg
7–12 bulan 260 mg
Anak 1–3 tahun 700 mg
Anak 4–8 tahun 1,000 mg
Anak 9–13 tahun 1,300 mg
Remaja 14–18 tahun 1,300 mg
Dewasa 19–50 tahun 1,000 mg
Pria Dewasa 51–70 tahun 1,000 mg
Wanita dewasa 51–70 tahun 1,200 mg
Dewasa >71 tahun 1,200 mg
Remaja hamil dan menyusui 1,300 mg
Dewasa hamil dan menyusui 1,000 mg

Tabel 1 Recommended daily intake Calcium

 


Kekurangan atau kelebihan kalsium?

Dalam jangka pendek, asupan kalsium yang tidak cukup tidak menghasilkan gejala-gejala yang jelas, karena tubuh sendiri menjaga level kalsium nya di dalam darah dengan pengambilan kalsium dari tulang. Pada jangka waktu panjang, jumlah kalsium yang diasup ke tubuh di bawah jumlah yang direkomendasikan memiliki beberapa konsekuensi terhadap kesehatan, seperti ostopenia (masa tulang rendah) dan juga peningkatan risiko osteoporosis dan keretakan tulang. Selain itu, hipokalsemia (kekurangan kalsium dalam darah) menunjukkan beberapa gejala seperti mati rasa pada jari tangan, kram otot, ritme jantung yang tidak normal.

Harvard Health Publications merilis dalam news week-nya, bahwa ada banyak perdebatan mengenai kemanfaatan asupan kalsium tinggi terhadap kesehatan dan kekuatan tulang. Disebutkan bahwa asupan yang sangat tinggi dari kalsium bukan menjadi ”tiket pasti” untuk tulang yang sehat.

 

Berasal darimana sajakah sumber kalsium?

Pada dasarnya, 99% masa tubuh kita tersusun dari 6 elemen, yaitu oksigen, karbon, hidrogen, nitrogen, kalsium, dan fosfor. Namun tentu saja kalsium juga kita dapatkan dari asupan luar.

Dietary

Kalsium banyak berasal dari produk-produk dairy (susu, keju, yoghurt, dll), sayuran hijau (kandungan  kalsium di setiap sayuran tidaklah sama, ada yang banyak, ada juga yang tidak banyak bisa diserap tubuh), sereal, buah-buahan.

– Suplemen makanan

Suplemen kalsium yang banyak terdapat di apotek maupun supermarket biasanya tidak mengandung kalsium dalam bentuk “kalsium” sendirian. Kalsium yang banyak terkandung di sediaan suplemen ini berada dalam bentuk garamnya, yaitu kalsium karbonat, kalsium sitrat, dan kalsium fosfat.

Jelas sekali bahwa kalsium memang berpengaruh terhadap berbagai metabolik tubuh, terutama tulang. Mengenai asupan kalsium yang cukup, bagaimana mendapat asupan kalsium dari makanan, penggunaan suplemen, dan obat-obatan terkait dengan kalsium dapat dikonsultasikan dengan dokter, apoteker, dan profesional kesehatan lainnya. Apoteker khususnya dapat menginformasikan berbagai interaksi dan pengaruh yang mungkin terjadi antara obat-obat dan suplemen yang dikonsumsi, bagaimana tubuh “menggunakan” mereka. Kesehatan tulang tidak hanya tergantung dari kalsium, banyak faktor lain yang mendukung, misalnya asupan vitamin D, kebiasaan untuk olah raga, dsb.

Sharing lebih lanjut tentang berbagai sumber kalsium dan pemilihan suplemen kalsium akan dibahas pada artikel lanjutan di minggu depan.🙂

 

Referensi :

1. Committee to Review Dietary Reference Intakes for Vitamin D and Calcium, Food and Nutrition Board, Institute of Medicine. Dietary Reference Intakes for Calcium and Vitamin D. Washington, DC: National Academy Press, 2010.

2. Dawson-Hughes B, Harris SS, Palermo NJ, Castaneda-Sceppa C, Rasmussen HM, Dallal GE. Treatment with potassium bicarbonate lowers calcium excretion and bone resorption in older men and women. J Clin End & Metab 2009;94:96-102.

3. Harvard Health Publication, Harvard Health Letter : What you need to know about calcium. 2003. http://www.health.harvard.edu/newsweek/What_you_need_to_know_about_calcium.htm. Diakses tanggal 8 April 2011.

4. http://www.livestrong.com/article/352852-calcium-phosphate-for-bone-health/

5. “Nutrition in Clinical Practice”; Calcium Supplementation in Clinical Practice: A Review of Forms, Doses, and Indications; D. Straub; 2007

6. “The American Journal of Clinical Nutrition”; Vitamin D and Calcium Supplementation Reduces Cancer Risk: Results of a Randomized Trial; J. Lappe, et al.; June 2007

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: