Skip to content

Mari Membuat Tablet!

24/04/2011

Selama empat tahun kuliah di Farmasi, sepanjang waktu itu pula kehidupan kampus saya dipenuhi jadwal praktikum. Terutama masa-masa semester 3 sampai 7 dan kehidupan yang tidak bisa lepas dari lab (juga) di semester 8 (masa-masa Tugas Akhir). Praktikum di farmasi sebenarnya menyenangkan walaupun kadang melelahkan.

Salah satu praktikum yang paling saya suka yaitu praktikum Tablet. Selain, dosen kesayangan saya yang memberikan kuliah ini di kelas, saya juga memang menyukai lab ini. Lab tablet di Sekolah Farmasi ITB adalah lab terbersih dan ternyaman diantara lab-lab lainnya.

Di praktikum ini kami belajar bagaimana cara membuat tablet. Sebelumnya, mari kita berbicara mengenai tablet. Tablet merupakan suatu bentuk sediaan solida (padat). Tablet is solid dosage form that contains medicinal substances with or without suitable diluents. Setiap orang pasti tahu bagaimana bentuk tablet. It’s like everybody knows this pharmaceutical dosage form. Banyak bentuk sediaan ditemukan di pasaran dalam bentuk tablet. Akan tetapi, bagaimana sih caranya sampai bisa berbentuk tablet seperti itu?

Yuk kita lihat prosesnya!

Setelah ditentukan zat aktif yang akan dibuat menjadi tablet, kita tentukan terlebih dahulu metode pembuatannya. Metode pembuatan tablet itu ada tiga, antara lain metode kempa langsung, granulasi basah, dan granulasi kering. Beberapa pertimbangan dalam pemilihan metode pembuatan tablet  yaitu dilihat dari sifat zat aktif yang akan dibuat menjadi tablet (sifat aliran serbuk yang akan ditabletasi, bobot jenis serbuk, daya kompresibilitas, dan lain-lain), ketahanan zat aktif terhadap lembab dan panas, serta dosis zat aktif. Pada umumnya, metode pembuatan tablet yang paling sering dipilih yaitu granulasi basah. Karena memiliki banyak keuntungan dibandingkan metode lain.

Jika sudah ditetapkan metode yang tepat, kita dapat memilih eksipien (bahan pembantu) yang akan digunakan. Salah satu kitab anak farmasi yaitu HOPE (Handbook of Pharmaceutical Excipients) menyatakan bahwa eksipien adalah zat tambahan yang digunakan untuk mengubah zat aktif menjadi bentuk sediaan farmasi yang sesuai untuk digunakan pada pasien. Eksipien yang digunakan dalam pembuatan tablet antara lain  pengikat, penghancur, pengisi, lubrikan, glidan, pewarna, pemanis, pengawet, adsorben, dan bahan penyalut (untuk tablet salut).

Setelah selesai dipilih eksipien mana yang sesuai berdasarkan kebutuhan dan metode pembuatan tablet yang sebelumnya sudah ditentukan, dilanjutkan dengan formulasi, perhitungan formula, serta pembuatan tablet.

First of all, siapkan  alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan tablet. Lalu, timbanglah bahan-bahan yang dibutuhkan sesuai dengan formulasi yang sudah ditentukan sebelumnya. Untuk tablet yang dibuat dengan menggunakan metode granulasi (basah maupun kering) harus melalui tahap granulasi, sedangkan tablet yang dibuat dengan menggunakan metode kempa langsung lebih sederhana karena tidak melalui tahap granulasi (hanya mencampurkan semua bahan lalu dicetak). Massa cetak sudah siap lalu dilanjutkan tabletasi dengan menggunakan punch (diameternya disesuaikan dengan ukuran tablet yang sudah ditentukan). Tablet yang diperoleh kemudian dievaluasi menurut persyaratan yang berlaku berdasarkan literatur. Evaluasi tablet antara lain meliputi pemeriksaan fisik (sifat organoleptik), kekerasan, friabilitas, friksibilitas, waktu hancur, disolusi, dan lain-lain.

Well well well, pada intinya, membuat tablet di laboratorium ini tidak berbeda jauh dengan membuat cake di dapur. Membutuhkan presisi, konsentrasi bahan yang sesuai, estetika, cita rasa (untuk tablet hisap dan tablet kunyah) dan tahapan – tahapan keduanya sangat mirip. Bedanya, di lab tablet kami dituntut membuat tablet yang memenuhi tiga kriteria sebagai obat yaitu efficacy, safety, dan quality.

8 Comments leave one →
  1. Rika Febriyanti permalink*
    26/04/2011 7:15 am

    baru nyadar, ada kata2 ‘dosen kesayangan saya’.. siapa dihaa? hehe😉

    • diha madihah permalink*
      26/04/2011 7:49 am

      hahahahaa. rika gosip gosiiip :p yang pasti bukan Mr. SW

  2. Fadly permalink
    29/04/2011 8:20 pm

    Lab terbersih bukannya Lab Steril ya?
    :–p

    • diha madihah permalink*
      29/04/2011 10:40 pm

      lab steril kan lab “spesial”😀😀

    • 27/12/2011 4:10 pm

      klo steril tch blum tentu dya bersih…

  3. 27/12/2011 4:12 pm

    klo metode.a kompaksi tch termasuk k.granulasi kering ga se…?

  4. saya bingung.... permalink
    14/05/2012 9:11 pm

    kurang jelasketerangannya kl untuk orang yng kurang tahu ttng farmasi….:), tambah bingung aja malah….

  5. 02/06/2012 9:31 am

    mbak tau ga tempat link download free ebook kefarmasian, saya butuh HOPE, PDF (Pharmaceutical Dosage Forms Disperse System), sm DOM Hoover

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: