Skip to content

Nasib Obat di Dalam Tubuh pun Kami Pelajari

26/04/2011

Inilah mata kuliah yang paling berkesan bagi saya selama menjalani kuliah di farmasi. Mata kuliah ini saya ambil ketika S1 di semester 6. Cukup beralasan kenapa baru di semester 6 kami dapatkan mata kuliah ini, karena memang kami (seharusnya) sudah menguasai dasar-dasar teknologi farmasi sebelum belajar farmakokinetika.

Jadi apa itu farmakokinetika? Farmako = obat, kinetik = pergerakan. Jadi farmakokinetik adalah pergerakan obat-obatan. Hehe.. bukan itu sebenarnya. Farmakokinetik adalah ilmu yang mempelajari perubahan konsentrasi obat dalam organisme terhadap waktu, di mana dan seberapa cepat suatu obat diabsorpsi, bagaimana obat terdistribusi dalam organisme, bagaimana enzim-enzim yang ada dalam tubuh organisme mengubah struktur molekul obat, di mana, bagaimana caranya, sampai bagaimana obat dieliminasi dari tubuh organisme itu. Dengan kata lain kami mempelajari bagaimana nasib obat dalam tubuh di sini.

FYI, efek suatu obat itu muncul setelah melalui banyak sekali proses yang rumit di dalam tubuh. Proses-proses yang banyak itu dapat dikelompokkan menjadi tiga fase, berturut-turut fase farmasetik, fase farmakokinetika, dan fase farmakodinamika. Fase farmasetik dimulai sejak obat dipakai (baik oral, injeksi, topikal/dioles, dan sebagainya) hingga si komponen aktifnya lepas dari bentuk sediaannya. Misal minum tablet amoksisilin, lalu di dalam saluran cerna yang mengandung cairan obat akan terlarut. Proses selanjutnya masuk ke dalam fase farmakokinetika. Setelah obat larut, obat akan diabsorpsi (diserap) ke dalam pembuluh darah yang ada di lambung dan usus, sehingga obat akan beredar ke seluruh tubuh, ada yang menuju lokasi kerjanya, ada yang digunakan sebagai cadangan, ada yang dimetabolisme di hati, ada yang dieliminasi, macam-macam tergantung jenis obatnya. Nah, bagian obat di lokasi kerjanya hingga dia bisa memberikan efek itu termasuk dalam fase farmakodinamika.

Dosis obat yang terserap di dalam tubuh tidak akan sama dengan yang dosis yang kita minum. Fase-fase panjang yang saya ceritakan tadi ikut berperan akan terjadinya hal ini. Oleh karena itu penting sekali mempelajari farmakokinetika sebab obat hanya akan memberikan efek jika jumlah yang sampai di lokasi kerjanya dalam tubuh terpenuhi, namun jika berlebih mungkin saja malah berbahaya. Ini semua dipelajari di farmakokinetika.

Bagian yang menarik dari mata kuliah ini adalah bobot kuliah dan dosennya yang menantang. Bobot mata kuliah ini 3 sks dengan materi yang sangat banyak, teori maupun hitungan which is banyak sekali rumus dipakai di sana, dan ada praktikumnya. Dosen kami waktu itu tegas, disiplin, dan perfeksionis. Beliau selalu datang tepat waktu. Tidak kurang dan tidak lebih. Setelah beliau mulai membuka kuliah, itu artinya pintu tertutup rapat bagi yang datang terlambat. Gayanya mengajar pun cukup memberi tekanan pada kami. Hahaha.. sulit diceritakan dengan kata-kata. Yang pasti setelah lulus dari mata kuliah ini dunia terasa begitu indah.

One Comment leave one →
  1. 01/05/2012 11:57 am

    klo di Unair bobot kuliahnya bisa 4sks…yg mana kuliah 2sks praktikum 2 sks pula…
    Banyak juga yg mengambil kembali karena mungkin terlalu cintanya pada mata kuliah yg bikin gemes liat nilai d KHS…😀

    tapi jujur,praktikum Farmakokinetika bener” asik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: