Skip to content

Apa itu Obat Generik?

29/04/2011

Yuk lihat pendapat mereka tentang apa sih sebenarnya obat generik ituuu??

“Bagi saya obat generik adalah obat yg di subsidi pemerintah, sehingga harganya lebih murah. Dulu pernah pake, karenanya waktu itu efeknya sama aja, ya milih obat generik, kan lebih murah.” (Ade Lesmana, MS ITB)

”Obat bersubsisdi untuk masyarakat kecil, gak pernah pake.” (Moh. Fadilah dwi permana , Public Relations UNPAS 2007)

”Obat generik adalah obat belom bisa paten masih kalah ama obat herbal atau obat tradisional.” (Nugraha Wardana, Ketua DPM UNJANI)

”Obat yg harganya relatif lebih terjangkau untuk di konsumsi. Di balik harganya yg terjangkau, manfaat atau khasiatnya tidak kalah dgn harga obat yg mahal, malah dengan adanya obat generik, masyarakat yg kurang mampu merasa tertolong, hehe.” (Amel Wahid, Ketua Bandung Broadcasting Club (BBC) )

“Obat murah yg di sediain pemerintah buat rakyat miskin dgn biaya produksi yg minim.” (Dally Nur Arif, Pendidikan Kepelatihan Olahraga UPI)

”Obat generik = Obat murah. Murah dan berkualitas.”  (Orissa, Apperentice di sebuah NGO)

”Obat generik itu obat yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit yang umum diderita masyarakat. Diproduksi masal dengan harga terjangkau.” (Atiek Puspa, Mahasiswi magister rekayasa pertambangan ITB)

”Obat generik adalah obat yang memiliki kualitas sama dengan obat paten dengan harga yang lebih murah, dan biasanya dipasarkan dengan nama yang sama dengan nama kandungan zat di dalamnya.” (Cordova, Karyawan swasta)

”Obat generik adalah obat yang disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya lebih murah. Obat generik memiliki efek yang sama dengan obat paten karena memiliki bahan yang sama dengan obat paten.” (Agung, Pegawai Negeri Sipil)

”Obat generik merupakan copy dari obat paten yang karena harga produksinya murah, harganya juga bisa ditekan jauh dari produk aslinya. Perusahaan yang produksi obat paten/asli telah mengeluarkan investasi besar untuk research obat-obat baru, dengan prosedur yang rumit, biaya untuk mendapat ijin edar mahal. Perusahaan ini melindungi intelectual property nya dengan paten. Sehingga obat menjadi mahal.” (Rizqi Mediarso, Mahasiswa Teknik Informatika TU Hamburg)

”Obat generik itu obat yang terdaftar dalam list dinas kesehatan dan disubsidi sehingga harganya ga mahal.” (Yunia, Karyawan swasta)

Kita gali lebih dalam yuk: Apa itu Obat Generik?

”Obat generik : Obat terjangkau, Obat murah.”

Rata-rata begitulah testimoni teman-teman waktu kami minta pendapatnya tentang obat generik. Saat kami mendapat testimoni dengan kata ”berkualitas” atau ”aman dan berkhasiat”. Senyum simpul rasanya ingin kami bagikan😀

Mungkin istilah ”obat generik” sudah menggema di masyarakat. Banyak pro dan kebahagiaan yang menyambut obat ini, namun sayangnya, banyak pula mitos yang menganggap obat generik yang ”murah” ini adalah obat-obat di bawah standar dan kurang berkualitas dibandingkan dengan obat paten.

***

Secara internasional obat digolongkan menjadi dua, yaitu Obat Paten dan Obat Generik. Berdasarkan perundang-undangan, obat paten yang telah habis masa patennya dinyatakan sebagai obat generik. Menurut UU No. 14 Tahun 2001 masa berlaku paten di Indonesia adalah 20 tahun. Obat yang telah diberi hak paten tersebut tidak boleh diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik oleh industri farmasi lain selama masih dalam masa hak paten.

Proses pengembangan obat baru memerlukan puluhan tahun serta memakan biaya yang sangat banyak untuk bisa sampai disetujui peredarannya dan dipatenkan, mulai dari tahap penelitian, studi pre-klinik, sutdi klinik (terdiri dari 3 fase), proses pengajuan izin, proses penjualan dan promosi, serta studi post-marketing yaitu studi yang dilakukan setelah obat dipasarkan. Itulah sebabnya obat paten dan obat yang masih tergolong obat baru harganya menjulang. Obat generik sendiri tidak memiliki beban biaya proses pengembangan obat seperti beberapa penelitian dan studi terkait. Sehingga harga nya bisa jauh lebih murah daripada paten nya.

Mengenal lebih dekat si Obat Generik : ”Kami terjangkau dan berkualitas”

  • Obat generik adalah obat dengan nama resmi International Non Proprietary Names (INN) yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2010).
  • Obat generik adalah obat yang diproduksi dengan mengopi formula obat paten atau obat originator (Ikatan Apoteker Indonesia, September 2010).

Misalnya, nama generik dari obat dengan zat aktif parasetamol adalah parasetamol, sedangkan nama merek patennya adalah panadol. Obat generik sendiri ada dua macam : Obat generik berlogo (OGB) –yang lebih populer disebut Obat Generik, dan Obat generik bermerek (branded generic). Keduanya sama-sama obat generik, hanya saja Obat generik bermerek diberikan nama dagang oleh industri farmasi yang memproduksinya. Misalnya, OGB untuk Parasetamol adalah “Parasetamol”, sedangkan Obat generik bermerek dari parasetamol adalah “Sanmol”. Perbekalan kesehatan berupa obat generik yang termasuk dalam daftar obat esensial nasional harus dijamin ketersediaan dan keterjangkauannya, sehingga penetapan harganya dikendalikan oleh Pemerintah.

Untuk obat paten yang baru habis masa patennya, ada ketentuan untuk melakukan pengujian ekivalensi generik obat tersebut dengan obat paten sejenis, sehingga khasiat obat generik tersebut dapat terjamin ekivalen dengan obat paten yang sudah habis perlindungan patennya (Prof. Dr. Goeswin Agoes, 2011).

Untuk menilai aspek keamanan dan khasiat suatu obat, dilakukan uji pre klinik dan uji klinik, sedangkan untuk pemastian mutu dilakukan uji baik terhadap bahan baku (zat aktif maupun zat tambahannya), proses produksi (pemastian mutu bahan baku dan produk jadi, validasi metoda analisa & proses, In Process Control (IPC), kesesuaian sarana & prasarana dengan sertifikat CPOB) serta produk jadi (formula, spesifikasi, hasil validasi metode analisis, hasil validasi proses pembuatan, hasil uji stabilitas, serta bioekivalensi untuk bahan obat yang memiliki rentang terapi sempit).

Sayangnya, memang belum semua obat ada generiknya, misalnya untuk obat-obat baru masih eksklusif milik perusahan originatornya dan memiliki paten.

In brief…

Obat generik harus memiliki mutu, khasiat dan keamanan yang sama dengan paten nya. Pembuatan obat generik dengan kualitas di bawah standar merupakan suatu pelanggaran. Obat generik memang terjangkau, tapi bukan berarti hanya untuk orang miskin. Hak mendapatkan pengobatan yang layak dan terjangkau adalah hak semua insan.🙂

Sebagai pasien, anda dapat bertanya pada dokter anda mengenai alasan pemilihan obat paten dan generik yang dituliskan oleh dokter untuk anda. Dalam perundang-undangan disebutkan bahwa apoteker berhak mengganti obat merek dagang dengan obat generik yang sama komponen aktifnya atau obat merek dagang lain atas persetujuan dokter dan/atau pasien. Jadi jangan ragu untuk konsultasi dengan apoteker anda yaa😀

(by: Mia Wismiati dan Dewi Nurjanah)

4 Comments leave one →
  1. 04/05/2011 6:50 am

    Ingin menekankan di bagian obat generik berlogo (OGB) dan obat generik bermerk, saya sendiri sempat ga ngerti2 ama 2 istilah ini..

    jadi obat generik kan yang bukan obat paten. ngambil contoh yg parasetamol td, jadinya seperti ini..

    obat paten: Panadol.

    obat generik bermerk:
    Sanmol

    obat generik berlogo:
    Parasetamol Indofarma

    Jadi, Sanmol itu obat generik juga.. tapi “bermerk”. “berlogo” mungkin maksudnya ada logo generiknya.. hehe *seriusan*

    • 10/05/2011 6:02 pm

      sepakat teh..

      TA saya kebetulan ngebahas obat generik dan yang tentang “obat generik berlogo” memang yang sering dikenal dengan istilah “obat generik” saja. Dari sumber yang saya baca, “logo” di sini dimaksudkan untuk menggambarkan di kemasannya ada logo generik, seperti informasi dari ka grace🙂

  2. 06/05/2011 8:42 am

    menarik tulisannya kawan ^_^

    ingin klarifikasi, kemungkinan aq salah memahami.
    OGB (obat generik berlogo) klo tidak salah merupakan obat generik yang telah dilakukan uji BABE (bioavailabilitas dan bioequivalen), sehingga memiliki profil yang sama dengan originatornya. Mohon koreksi..^_^

    Selain itu, nampaknya obat generik tidak memerlukan uji praklinik dan klinik karena alasan uji ini sangat mahal dan telah dilakukan oleh produk originatornya. Untuk itu, obt generik dilakukan uji BABE agar dapat dipastikan kesamaannya dengan originatornya. Namun, yang jadi masalah bahwa tidak semua obat generik yang beredar di Indo udah di BABE.

    sebagai sumber diskusi bisa ikuti link berikut:
    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7502490
    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6929266&page=38

    Menarik memang pembahasan masalah obat generik ini, karena tidak semua apoteker sependapat bahwa kualitas obat generik sama dengan branded generik. Hal ini terkait dengan adanya modifikasi formula khususnya pada branded generik. Bagaimana menurut pendapat kawan?

    *mohon maaf, komennya terlalu singkat dan mungkin banyak yang bingung. InsyaAlloh akan aq lengkapkan seiring dengan diskusi kita*..

    terimakasih..

  3. amitokugawa permalink
    14/12/2011 7:19 pm

    iya, setuju sama komen di atas
    kata dosen farmasetik aku, obat generik kadang nggak ekivalen sama obat paten karena bahan pembantu (eksipien)nya beda, obat paten biasanya menggunakan eksipien yang lebih berkualitas, makanya mahal, tapi profil BA BE nya bagus

    makanya kadang susah juga mau meyakinkan dokter buat meresepkan obat generik, soalnya dokter punya pengalaman pasiennya lebih cepat sembuh setelah menggunakan obat paten, atau seenggaknya obat generik bermerk

    tapi dosen bidang farmakologi/farmasi klinis umumnya menganggap obat generik punya kualitas yang relatif sama dengan originatornya

    yang bener yang mana ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: