Skip to content

Hati-hati terhadap SALAD!

01/05/2011

SALAD???

Bukan, bukan jenis makanan yang terdiri dari sayuran dan buah-buahan dengan saus mayonaise itu…🙂

SALAD yang dimaksud di sini merupakan singkatan dari Sound Alike – Look Alike Drugs atau yang lebih dikenal dengan istilah LASA Drugs (Look Alike – Sound Alike Drugs). SALAD, sesuai dengan kepanjangan katanya, merupakan jenis obat-obatan yang memiliki kemiripan satu sama lain, baik dari penamaan atau bagaimana ia terdengar (Sound Alike – SA) maupun dari bentuk penampakannya (Look Alike – LA).

Kok bisa jadi SALAD begitu?

Bisa banget. Nama dan penampilan satu orang sama orang lainnya aja bisa mirip kan? Hehe. Begitu pula dengan obat-obatan.

Kemiripan SA dapat terjadi di antara dua obat dengan merk dagang berbeda, misalnya Losec (Omeprazole) dan Lasix (Furosemide); Mefinter (Asam mefenamat) dan Metifer (Mecobalamin); atau Celebrex (Celecoxib) dan Cerebyx (Fosphenytoin), serta bisa juga terjadi antara dua obat dengan nama generik berbeda, misalnya Diphenhydramine dan Dimenhidrinate; Prednisone dan Prednisolone; atau Chlorpromazine dan Chlorpropamide.

Sementara, kemiripan LA bisa terjadi di antara dua obat dengan merk dagang berbeda, atau di antara dua obat dengan nama yang sama akan tetapi kekuatan sediaannya berbeda, yang diproduksi oleh pabrik yang sama. Pada kasus ini, biasanya bentuk dan warna kemasan di antara keduanya sangat identik.

Berbahayakah SALAD ini?

Pastinya.

Kemiripan nama dua jenis obat bisa berisiko tinggi menimbulkan kerancuan dan kebingungan dalam pemberian obat kepada pasien, sehingga bisa meningkatkan medication error. Apalagi jika kedua jenis obat SA tersebut memiliki indikasi yang jauh berbeda. JCAHO (Joint Commission on the Accreditation of Healthcare Organizations) pada tahun 2003 melaporkan bahwa LASA drugs/SALAD merupakan masalah serius pelayanan kesehatan dimana berperan dalam 29% kasus kesalahan penyiapan obat, dan kerancuan nama obat merupakan faktor penyebab sebanyak 15-25% dari seluruh kesalahan penggunaan obat pada pasien. Bayangkan apabila seorang pasien yang menderita gangguan pencernaan yang seharusnya diberi obat Losec (Omeprazole), malah diberikan Lasix (Furosemide) yang bekerja sebagai diuretik. Bukannya sembuh, ia malah jadi sering buang air kecil. Nah, bahaya kan…

Apa yang harus dilakukan terhadap SALAD?

Semua pihak penyedia layanan kesehatan harus bersama-sama mencegah dan meminimalisasi berbagai kesalahan yang bisa terjadi akibat SALAD. Begitu pula pihak pasien perlu mengonfirmasi ulang mengenai obat-obatan apa saja yang ia terima pada saat dokter meresepkan obat dan saat apoteker atau perawat memberikan obat ke tangan pasien.

Beberapa solusi yang bisa dilakukan, di antaranya :

  • Pihak produsen obat sangat dianjurkan untuk tidak memberi nama dagang yang mirip dengan nama dagang obat yang sudah ada di pasaran
  • Pihak dokter yang meresepkan obat, diharapkan menuliskan nama obat yang dapat dibaca dengan jelas oleh pembaca resep, atau menggunakan fasilitas resep yang dicetak elektronik tanpa tulis tangan jika memang sudah tersedia
  • Sebisa mungkin menghindari order obat secara lisan terutama melalui telepon, kemungkinan kesalahan mendengar sangat tinggi
  • Apoteker mengidentifikasi obat yang diresepkan dengan teliti, disesuaikan nama dagang, nama generik, indikasi, serta kekuatan sediaannya
  • Apoteker mengetahui dengan pasti persediaan obat-obatan yang termasuk kategori SALAD
  • SALAD disimpan dengan jarak yang berjauhan satu sama lain
  • Menggunakan tall-man lettering, penebalan, atau warna huruf berbeda pada pelabelan nama obat, misalnya:

ChlorproMAZINE vs ChlorproPAMIDE; HydrALAzine vs HydrOXYzine; MeFINTER vs MeTIFER; dsb.

  • Mengedukasi pasien mengenai kemungkinan adanya kemiripan nama obat dan potensi bahaya yang bisa ditimbulkan
  • Menyarankan pasien untuk memperhatikan obat-obatan apa saja yang diterimanya
  • Ada baiknya pasien tidak hanya mengetahui nama dagang suatu obat tapi juga nama generiknya
  • Badan regulasi yang bertugas mengawasi peredaran obat harus mengambil tindakan tegas terhadap pengajuan izin edar suatu obat dengan nama dagang dan kemasan yang termasuk SALAD

Referensi :

1.     Trettin, K. W., 2007, Look-Alike/Sound-Alike Medications – What can be done?, TiPS – NCPS, 7(2), 1;4.

2.     WHO Collaborating Centre for Patient Safety Solutions, 2007, Look-Alike, Sound-Alike Medication Names, World Health Organization, 1(1), 1-4.

3.     http://www.health.gov.bh/PDF/Conferences/MedicalError/Conference%20prsentation/day3/LASA-%20Mohd%20Nasser%20%28GCC%20Pat%20Saf%20Conf%208-4-09%29.pdf

4.     http://www.ismp.org/Tools/confuseddrugnames.pdf

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: