Skip to content

Sleepy When Taking a Pill?

15/05/2011

Di minggu ujian yang lalu, saya terserang gejala flu. Hidung meler, sakit kepala, diikuti meriang. Tentu rasanya tidak nyaman, apalagi harus ditambah dengan mempelajari materi ujian. Sebagai mahasiswa apoteker tentunya saya menjalankan kegiatan swamedikasi (pengobatan dengan upaya sendiri) dan saya pergi ke apotek, lalu membeli obat flu dengan merek X yang didalamnya mengandung parasetamol, fenilpropanolamin, dan klorfeniramin maleat.

Kali ini mari kita bahas tentang salah satu kandungan obat tersebut, klorfeniramin maleat, dikenal juga sebagai CTM (chlor-tri-meton1). Zat ini termasuk dalam golongan antihistamin yang biasa digunakan dalam penanganan gejala alergi, hay fever, dan flu ringan2.

Setiap golongan obat itu unik!

Begitu pula dengan antihistamin, dari nama golongannya saja sudah menjelaskan bahwa obat ini melawan sesuatu yang bernama histamin. Histamin itu merupakan sesuatu yang dihasilkan didalam tubuh kita yang berperan dalam respon imun alergi. Seperti halnya manusia yang diciptakan berpasangan, histamin ini juga diciptakan berpasangan dengan reseptornya. Reseptor histamin ini terdiri dari beberapa tipe (H1, H2, H3, dan seterusnya) dan dalam bahasan kali ini, kita akan fokus kepada reseptor H1. Reseptor ini tersebar di seluruh bagian tubuh, termasuk juga di sistem syaraf pusat [otak.red]. Oleh karena itu, ketika histamin dan reseptornya bertemu [bahasa ilmiahnya ‘berikatan’.red], dapat terjadi gejala-gejala alergi yang bermacam-macam, diantaranya radang, gatal, hidung tersumbat dan beringus, serta bersin-bersin3.

Nah, antihistamin bekerja melawan histamin dengan merebut kedudukan histamin di reseptor H1, sehingga histamin tidak bisa berpasangan dengan reseptor tersebut4. Jika histamin tidak berpasangan dengan reseptornya, maka reaksi alergi pun dapat dicegah. Antihistamin ini dikelompokkan menjadi 2 generasi, yaitu antihistamin generasi pertama dan generasi kedua. Antihistamin generasi pertama memiliki daerah kerja yang tidak spesifik [dia bisa merebut reseptor histamin di bagian tubuh mana pun, termasuk di sistem syaraf pusat, otak.red] dan memiliki efek kantuk yang signifikan. Contoh antihistamin generasi pertama diantaranya Klorfeniramin Maleat (CTM) dan Promethazine. Sementara itu, generasi kedua bersifat selektif perifer [dia merebut reseptor histamin di bagian tubuh kecuali sistem syaraf pusat, otak.red], karena itu pula antihistamin generasi kedua ini hampir tidak menimbulkan efek kantuk3. Contoh antihistamin generasi kedua ini adalah loratadin dan cetirizin. Dari penjelasan singkat ini, perbedaan generasi pertama dan kedua yang signifikan adalah kemampuan menembus hingga ke syaraf pusat, otak [dalam bidang kesehatan biasanya disebut menembus sawar darah otak.red] dan inilah penyebab efek rasa kantuk yang sering dialami.

Lantas apa manfaat kombinasi CTM dalam sediaan obat flu?

Penggunaan kombinasi antara fenilpropanolamin dan CTM ini dimaksudkan untuk mendapatkan efek antihistamin dan dekongestan [meredakan hidung tersumbat.red]. Antihistamin juga memiliki efek yang disebut antikolinergik yang berperan dalam mengurangi hipersekresi kelenjar hidung, dengan kata lain mengurangi penghasilan ingus yang berlebihan. Selain itu, efek kantuk yang ditimbulkan juga berguna untuk penderita flu yang kesulitan tidur karena gejala flu-nya3.

Nah, itulah sebagian informasi mengenai kandungan obat flu. Akhir kata, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan apoteker di apotek untuk mendapatkan informasi obat yang kalian butuhkan🙂.

REFERENSI:

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Chlorphenamine tanggal akses 8 Mei 2011
  2. http://www.webmd.com/drugs/drug-4156-Chlorpheniramine+Maleate+Oral.aspx?drugid=4156&drugname=Chlorpheniramine+Maleate+Oral tanggal akses 8 Mei 2011
  3. Sukandar, E.Y., R. Andrajati, J.I Sigit, I.K. Adnyana, A.P. Setiadi, dan Kusnandar. 2009. ISO FARMAKOTERAPI. Jakarta: PT ISFI Penerbitan. Halaman 473-477
  4. Neal, M.J. 2002. Medical Pharmacology At A Glance. UK: Blackswell Science Publ. p.29
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: