Skip to content

Bermain – Main dengan ilmu Fisika di Lab Farmasi

16/05/2011

Kalau minggu kemarin saya sudah cerita mengenai kuliah Farmasi Fisika, minggu ini saya akan menceritakan tentang praktikumnya. Materi praktikum kuliah Farmasi Fisika, berkaitan dengan sifat – sifat dasar zat aktif yang mempengaruhi sediaan farmasi. Beberapa hal dasar ini menjadi sangat penting dalam proses pembuatan obat karena akan menentukan mutu, khasiat, dan keamanan obat. Pada praktikum Farmasi Fisika ini, kami akan mencoba menerapkan teori yang kami peroleh pada berbagai uji yang kami lakukan untuk memperoleh sediaan farmasi yang baik.

Ada yang berbeda dengan praktikum ini dibandingkan dengan yang lain. Sebelum pelaksanaan praktikum, kami diharuskan untuk melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dosen secara berkelompok. Dalam diskusi ini, kami akan melakukan tanya jawab secara bergiliran mengenai materi yang akan dipraktikumkan minggu depannya. Kalau dianggap belum menguasai materi, bukan tidak mungkin kami harus melakukan diskusi ulang! Waduh, benar – benar momok yang menyeramkan sekali deh diskusi ini. Namun tenang saja, asalkan kita sudah belajar sebelumnya, pasti bisa kok menjawab pertanyaan dari bapak dan ibu dosen. Sebenarnya saya sangat suka dengan konsep ini, karena para mahasiswa mau tidak mau pasti mempersiapkan dengan baik materi praktikum yang akan dilakukan. Hal ini akan membantu kami melaksanakan praktikum dengan baik, sekaligus membuat kami memahami materi kuliah dengan lebih baik. Jadi, pada saat ujian tentu akan terasa lebih ringan karena selama ini kami telah mencicil bahan ujian yang akan dipelajari. Namun sayanganya, jadwal praktikum dan kuliah yang padat tidak memungkinkan semua praktikum memiliki konsep seperti ini. Sehingga biasanya diskusi hanya dilaksanakan pada hari praktikum dilaksanakan dengan asisten praktikum.

Praktikum Farmasi Fisika, menurut saya, adalah salah satu praktikum yang tidak terlalu berat pelaksanaannya dari segi prosedur uji yang dilakukan. Beberapa dilakukan dengan alat – alat yang sudah canggih sehingga memudahkan kami melaksanakan praktikum, namun tetap diperlukan ketelitian dan konsentrasi agar tidak salah dalam melaksanakan prosedur atau melakukan perhitungan hasil. Oleh karena itulah pemahaman teori yang mendalam sangat penting, karena bila tidak, bisa – bisa kita salah melakukan perhitungan hasil uji. Contohnya dalah praktikum “Stabilita”. Uji stabilita sediaan memerlukan pemahaman yang baik terhadap perhitungan kinetika kimia. Seperti yang kita tahu, stabilitas dari sediaan farmasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti panas, cahaya, kelembaban, oksigen, pH, mikroorganisme, dan bahan pembantu yang digunakan dalam formula sediaan obat. Berbagai faktor tersebut akan menimbulkan reaksi yang mempengaruhi kestabilan sediaan, sehingga perlu diperhatikan beberapa hal dalam penentuan kestabilan suatu zat secara kinetika kimia, seperti kecepatan reaksi dan faktor – faktor yang mempengaruhinya serta tingkat reaksi dan cara penentuannya. Bisa ditebak, praktikum ini penuh dengan perhitungan rumus – rumus dari tingkat reaksi. Hasil uji yang kemudian diolah dengan rumus – rumus tersebut akan membantu kita untuk menentukan batas waktu kadaluarsa sediaan obat. Oleh karena itu, perhitungan yang tepat sangat penting, karena jika kita salah menentukan batas kadaluarsa sediaan obat, akan berakibat fatal bagi pasien.

Pentingnya pemahaman konsep dasar dapat kita lihat salah satunya pada praktikum “Tegangan Permukaan”. Pada praktikum ini, kami perlu memahami konsep dasar mengenai gaya kohesi dan adhesi yang dimiliki zat cair. Sebagian besar dari kita pasti tidak merasa asing dengan dua gaya tersebut bukan? Kedua gaya tersebut sudah kita pelajari, mungkin, sejak SD. Meskipun terlihat seperti konsep gaya yang sederhana, namun kedua gaya tersebut memiliki peranan penting dalam proses pembuatan sediaan farmasi yang baik. Kenapa? Karena tegangan antar permukaan yang terjadi pada permukaan kedua zat yang tidak saling bercampur, dipengaruhi oleh kedua gaya tersebut. Bisa dibayangkan jika zat aktif yang akan kita buat tidak dapat bercampur dengan bahan lain, tentunya tidak akan diperoleh sediaan obat yang baik. Oleh sebab itulah perlu dipelajari mengenai tegangan permukaan dari zat aktif agar kita dapat membuatnya bercampur dengan bahan lain dengan cara menurunkan tegangan permukaannya.

Melalui praktikum Farmasi Fisika ini, kami dilatih untuk memahami konsep dasar yang menjadi acuan dalam membuat sediaan farmasi. Konsep percobaan yang sederhana ternyata mampu membuat kami memahami lebih baik teori – teori yang kami peroleh di kelas, ditunjang dengan diskusi dengan para dosen dan asisten. Dan yang paling penting, buat yang tidak suka Fisika seperti saya, tidak perlu khawatir karena ternyata tidak menyeramkan seperti yang dibayangkan lho.

Temukan sisi lain Fisika yang lebih menyenangkan di praktikum ini!😀

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: