Skip to content

Mandiri Mengobati Diare

20/05/2011

Diare, penyakit yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Pasti banyak di antara kita yang sudah pernah terjangkit diare, mulai dari bayi, balita, remaja, bahkan orang tua. Diare layaknya suatu penyakit yang akrab ditemui, malah banyak dari kita malah mengganggap sepele penyakit diare. Bagaimana dengan pengobatannya? Apakah bisa dianggap remeh?

Jawabnya tidak. Diare dapat lebih berbahaya jika terjadi pada balita, menurut data WHO, diare merupakan penyebab nomor satu kematian balita di seluruh dunia dan dari data UNICEF tercatat setiap 30 detik ada satu anak yang meninggal dunia karena diare.

Bagaimana dengan angka kejadian diare di Indonesia? Penyakit diare masih termasuk dalam 10 penyakit terbesar pada tahun 1999, menjangkiti sebesar 5 per 1000 penduduk dan menduduki urutan kelima dan 10 penyakit terbesar (Radiansyah, LKPK 2008). Dari data Perhimpunan Rumah Sakit seluruh Indonesia (PERSI) 2009 juga ditemukan bahwa diare menyumbang kematian bayi terbesar di Indonesia, angkanya mencapai 31,4% dari total kematian bayi. Selain itu, diare juga menjadi penyebab kematian terbesar balita, yaitu sekitar 25% dari kematian balita Indonesia.

Data yang cukup mencengangkan, penyakit yang seringkali dianggap angin lalu ternyata dapat membawa dampak yang cukup serius. Salah satu penyebabnya dari kasus ini adalah penangangan diare yang terlambat atau kurangnya kewaspadaan pada penyakit ini. Sebenarnya jika dari tiap individu lebih aware pada penanganan diare, khususnya secara mandiri, maka kasus seperti di atas dapat dicegah.

Sebelum menggali lebih jauh mengenai terapi mandiri diare, kita intip sebentar yuk mengenai penyakit diare ini. Diare adalah penyakit yang ditandai dengan buang air besar yang frekuensinya lebih sering biasanya (dapat biasanya 3 kali ataulebihdalamsehari), dengan konsistensi feses (tinja) yang lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja. Diare akut dapat berlangsung sampai 14 hari sedangkan diare kronik bisa berlangsung hingga 2 minggu atau lebih. Gejala lain yang terjadi antara lain rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut, kembung, mual, dapat terjadi muntah, penurunan nafsu makan, jika diare semakin parah dapat terjadi penurunan berat badan.

Penyebab diare dapat bermacam-macam. Dapat disebabkan karena infeksi bakteri, virus, protozoa, cacing, maupun racun, hal ini tentu terkait dengan kebersihan dan kesehatan lingkungan dan pribadi. Selain itu dapat disebabkan oleh obat-obatan yang dikonsumsi misalnya antibiotik, laksatif, antasida. Faktor alergi pada makanan juga dapat menyebabkan diare, terutama alergi susu mengandung laktosa pada bayi maupun balita. Faktor psikologis seperti stres juga dapat memicu diare. Namun diare pada dasarnya merupakan sistem normal mekanisme pertahanan tubuh kita dalam mengatasi adanya perubahan keseimbangan dalam tubuh atau adanya zat asing yang masuk ke dalam tubuh

Lalu, kenapa diare tidak boleh dianggap sepele?

Hal yang paling diwaspadai dari diare adalah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi merupakan penyebab utama dari kematian dan kerusakan tubuh lainnya. Cairan dan elektrolit tubuh akan banyak keluar bersama tinja sehingga tubuh kesulitan menjalankan fungsinya. Jika air dan garam tidak digantikan cepat, tubuh akan mengalami dehidrasi berat. Akan lebih berbahaya jika ini terjadi pada bayi dan balita, perkembangan sistem pencernaan dan kekebalan tubuhnya yang belum optimal menyebabkan mereka mudah terserang diare akibat bakteri atau virus, karena itulah bayi dan balita rentan sekali akan diare. Jika terlihat tanda-tanda dehidrasi seperti lemah dan lesu, mulut kering, rasa haus, mata terlihat cekung kedalam, cairan mata kering, dan kelenturan kulit menurun, dan terjadi penurunan kesadaran, maka tindakan cepat harus segera dilakukan untuk mengatasi dehidrasi.

Memang penanganan diare tidak mudah, membutuhkan disiplin dalam penerapannya, tetapi kita bisa kok mengobati diare secara mandiri sebelum terjadinya dehidrasi. Tentunya sering mendengar cairan untuk mengatasi diare bernama oralit kan? Yap, betul, oralit pada dasarnya termasuk pada Cairan Rehidrasi Oral (CRO)CRO adalah cairan-cairan yang mengandung karbohidrat (glukosa) dan elektrolit-elektrolit (sodium, potassium, klorida, dan sitrat atau bikarbonat). Atau yang lebih kita kenal sebagai larutan dari kombinasi garam dan gula dengan komposisi tertentu. Glukosa dalam CRO diperlukan sebagai sumber energi dan dapat membantu usus dalam penyerapan cairan dan elektrolit-elektrolit. Sedangkan elektrolit-elektrolit ditujukan untuk penggantian cairan tubuh pada kondisi dikeluarkannya cairan akibat diare.

Oralit adalah CRO yang banyak tersedia di pasaran, biasanya dalam bentuk kantung sachet dengan atau tanpa rasa tambahan). Sekarang sudah tersedia juga CRO khusus anak (yang tersedia dalam kemasan botol plastik dengan aneka rasa). Tapi sebenarnya kita juga bisa membuat larutan pengganti cairan tubuh ini sendiri. Hanya diperlukan satu sendok teh gula dan ¼ sendok teh garam (atau perbandingan gula dan garam 1:4), kemudian dicampurkan ke dalam 1 gelas air 200 ml. Oralit atau CRO ini haru diberikan sesering mungkin, terutama setelah buang air besar. Hal ini akan membantu tubuh cepat menyesuaikan dengan cairan tubuh yang telah hilang. Untuk perhatian pada bayi yang masih menyusui, ibu harus tetap memberikan ASI secara teratur dan lebih sering. Minuman mengandung gula harus diencerkan karena terlalu banyak gula pada bayi kecil dapat memperberat diare.

Namun, ada yang harus diperhatikan lebih lanjut, jika diare masih berlangsung lebih dari 3 hari, atau diare yang muncul disertai demam atau darah pada feses, maka dianjurkan untuk segera periksa ke dokter. Dokter akan memberikan obat yang tepat untuk penanganan diare tersebut. Jika diare disebabkan oleh bakteri maka antiobiotik akan diberikan untuk eradikasi bakteri. Atau tersedia juga golongan adsorben atau karbon aktif (contohnya, Attapulgit dan Norit®), golongan obat ini berfungsi untuk mengabsorpsi toksin pada saluran pencernaan. Selain itu ada golongan opiat dan turunannya, yaitu Loperamid(Imodium®). Golongan obat ini dbekerja dengan menormalkan keseimbangan resorpsi-sekresidarisel-selmukosa, yaitu memulihkan sel-sel yang berada dalam keadaan hipersekresi ke keadaan resorpsi normal kembali. Tetapi untuk anak, memang lebih baik menghindari obat antidiare jika tidak dianjurkan dokter anak.

Nah, sudah lebih mengenal diare dan terapinya kan? Maka sekarang tidak perlu panik jika diare menyerang, yang terpenting jaga kondisi tubuh agar tidak terjadi dehidrasi.

Referensi:

Dipiro, Joseph T., et al. 2008, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 7th edition. McGraw-Hill Companies.

Perhimpunan Rumah Sakit seluruh Indonesia (PERSI),Selasa, 17 Mar 2009, Awas! Diare Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia(situs: http://www.pdpersi.co.id)

Radiansyah, I., 2008, Penyakit Diare di Indonesia, Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (situs:  http://lkpk.org)

Sukandar, E.Y., R. Andrajati, J.I Sigit, I.K. Adnyana, A.P. Setiadi, dan Kusnandar. 2009. ISO FARMAKOTERAPI. Jakarta: PT ISFI Penerbitan.

4 Comments leave one →
  1. Fadly permalink
    24/05/2011 7:36 pm

    Selamat malam Mba’ Monika, terima kasih atas tulisannya, sangat bermanfaat terutama bagi yang masih awam dengan diare.😀
    Boleh nanya kan?? Heheheee..
    Pertama, ada nggak hubungan antara perut kembung dengan diare? Soalnya dulu tuh (dan sekarang masih, :-p) kalo saya makan beberapa makanan tertentu pada saat yang sama atau hampir sama, perut saya biasanya menjadi kembung dan ujung-ujungnya kena diare deh.
    Kedua, kan kalo kita diare, kita nggak boleh langsung menghentikan diarenya menggunakan obat-obat semisal loperamid (seperti yang telah disebutkan di atas). Bisa saja penyebab diarenya adalah infeksi bakteri pada saluran cerna, jadi kan memang harus dikeluarkan dulu tuh. Naah, sampai kapan kita harus menunggunya?
    Terima kasih atas penjelasannya..😀

    • Monika Oktora permalink
      25/05/2011 8:44 am

      hai mas fadly. saya akan mencoba menjawab ni pertanyaannya. Kalau mas fadly makan makanan tertentu dan menjadi kembung lalu ujung-ujungnya diare, mungkin ada sesuatu yang kurang berkenan dari makanannya, apakah makanannya kurang bersih, terlau pedas, atau asam. Makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam akan mengiritasi lambung, sehingga bisa menyebabkan perut jadi kembung dan berakibat menjadi diare akibat iritasi tadi.

      Nah, ketika mengonsumsi makanan yang kurang bersih, tubuh kita kan memiliki sistem pertahanan sendiri, perut yang kembung menandakan bahwa ada yang tidak beres nih dari yang kita konsumsi,selanjutnya tubuh akan mengeluarkan bahan-bahan yang kurang bersih tadi (bisa saja berupa racun dari bakteri, parasit, atau virus) dengan diare. Jadi sebenarnya tidak selamanya diare itu buruk, karena diare merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan racun tadi.
      Biasanya gejala ini akan berlangsung kurang lebih 3 hari. Karena ini masih merupakan mekanisme normal tubuh, kita belum terlalu perlu untuk minum obat, yang penting menjaga diri dari dehidrasi dengan minum cairan rehdirasi tadi. Namun jika sudah berlangsung lebih dari 3 hari maka perlu waspada dan periksa ke dokter.

      Loperamid merupakan antispasmodik, mekanismenya menghambat motilitas (pergerakan) saluran cerna dan dan mempengaruhi pergerakan air dan elektrolit di usus besar. Loperamide akan memperpanjang waktu transit isi saluran cerna sehingga akibatnya terjadi penurunan volume feses dan peningkatan kepadatan feses. Tetapi untuk pengobatan diare karena infeksi bakteri tadi malah efeknya malah kurang baik, Loperamid dapat meningkatkan waktu kontak bakteri dengan usus (karena perpanjangan waktu transit tadi) , padahal kan bakteri harusnya dikeluarkan dengan diare tadi.

      Oya, loperamid merupakan obat yang harus dibeli dengan resep dokter, jadi penggunaannya harus lebih hati-hati. tidak boleh diberikan pada anak di bawah usia 2 tahun, karena fungsi hatinya belum berkembang dengan sempurna untuk dapat menguraikan obat ini, begitu pula untuk pasien dengan penyakit hati hati disarankan tidak menggunakan obat ini.
      Semoga bisa membantu ya mas fadly🙂

      • Fadly permalink
        25/05/2011 5:10 pm

        Terima kasih atas penjelasannya..😀

  2. 16/09/2011 2:15 am

    wuhahahahahaha
    hahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    aaaaaaaaaaaaaaaa
    aaaaaaaaa
    aaaaaa
    aaa
    aa a
    a aa
    aaaa
    aaaaaaa aaaaaa aaaaaa aaaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: