Skip to content

Suplemen Kalsium

21/05/2011

Saat ini berbagai sediaan suplemen makanan (dietary supplement) telah banyak beredar di pasaran. Sediaan suplemen yang beredar ini antara lain termasuk vitamin, mineral, herbal, asam amino, enzim, dan produk-produk lain. Bentuk sediaannya macam-macam, mulai dari kapsul, kaplet, serbuk, tablet, hingga dalam bentuk minuman. Salah satu suplemen yang cukup populer di masyarakat adalah suplemen minral yaitu kalsium.

Sebelumnya telah dibahas mengenai apa itu kalsium dan manfaatnya bagi tubuh pada artikel ini. Di artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai suplemen kalsium.

 Apa itu suplemen makanan?

Sudah tahukah apa itu suplemen? Apakah suplemen itu sama dengan obat? Apakah suplemen itu sama saja dengan makanan (conventional foods)?

Cekidot.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian dari suplemen sendiri adalah (sesuatu) yg ditambahkan untuk melengkapi; tambahan. Menurut FDA (Food and Drugs Administration) Amerika:

A dietary supplement is a product taken by mouth that is intended to supplement the diet and that contains one or more “dietary ingredients.”

Jadi, suplemen makanan itu BUKAN makanan konvensional. Suplemen diasup sebagai TAMBAHAN untuk makanan yang mengandung beberapa zat seperti mineral, vitamin, herbal, asam amino, enzim, dan zat-zat lain yang diperlukan tubuh. Suplemen juga BUKAN obat,tidak dapat ditujukan untuk mengobati, mendiagnosa, dan menyembuhkan penyakit. Suplemen makanan tidak dapat menggantikan keragaman makanan yang penting bagi healthy diet kita. Jadi mengganti total makanan sehari-hai kita hanya dengan bergantung pada suplemen itu adalah tidak benar.

 Bagaimana membedakan suplemen, obat, dan makanan?

Badan Pengawas Obat dan Makanan  RI bertanggung jawab dalam legalitas dan pengawasan ketiganya.  Jika konsumen mendapatkan sediaan farmasi terkemas, dapat dengan mudah dikenali mana obat, mana suplemen, mana makanan, yaitu dari nomor registrasi yang terdapat di kemasannya. Ketiganya memiliki sistem penomoran registrasi yang berbeda.

Contoh nomor registrasi untuk suplemen :

POM SD 0515***51

Kode SD ini merupakan kode untuk suplemen (S) yang diproduksi dan dikemas di dalam negeri (D).

Serba-Serbi Suplemen Kalsium

Suplemen kalsium yang beredar?

Jika seseorang tidak mengkonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang bervariasi, suplemen makanan dapat jadi salah satu sumber nutrisi untuk tubuh agar asupannya cukup. Sama halnya dengan suplemen kalsium.

Suplemen kalsium banyak tersedia dengan dosis 500 – 600 mg tablet. Tubuh kita tidak efisien dalam mengambil kalsium dalam jumlah besar seperti asupan kalsium jumlah kecil. Pada suatu penelitian disebutkan bahwa kalsium diabsrobsi paling baik ketika dikonsumsi tidak lebihd ari 500 mg dalam 1 waktu. Bentuk kalsium di kebanyakan suplemen ada dua macam : kalsium sitrat dan kalsium karbonat. Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa kalsium karbonat lebih sulit dicerna dibandingkan dengan kalsium sitrat. Kalsium sitrat dapan diminum kapan saja, sedangkan kalsium karbonat seringkali disarankan untuk dikonsumsi setelah atau dengan makanan. Dalam sediaan multivitamin, kandungan kalsium pada umumnya hanya dalam jumlah kecil yaitu sekitar 100–200 mg.

Achtung …Achtung!

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam konsumsi suplemen kalsium:

1. Konsumsi produk suplemen yang LEGAL.

Legal artinya telah memiliki nomor registrasi resmi yang dikeluarkan oleh BPOM. Sebelum dikeluarkan izin edar oleh BPOM, produk-produk suplemen ini telah diperiksa dan dijamin identitas, kemurnian, kekuatan, dna komposisinya di bawah tanggung jawab BPOM

2. Waspada dengan efek samping.

Disebutkan di beberapa studi bahwa kalsium karbonat dapat menyebabkan acid rebound, dimana sifat basa dari kalsium karbonat menyebabkan pengeluaran kembali asam lambung lebih banyak. Pada pasien dengan riwayat tukak peptik disarankan untuk mengganti dengan kalsium sitrat.

3. Konsumsi suplemen kalsium dengan jumlah yang cukup.

Konsumsi suplemen kalsium harus disesuaikan denga kebutuhan masing-masing individu. Rekomendasi asupan kalsium dari FDA dapat dilihat di artikel ini. Konsumen dapat mengkonsultasikan penggunaan suplemen dengan dokter atau apoteker. Kelebihan/konsumsi kalsium berlebih dapat menyebabkan hiperkalsemia (jumlah kalsium darah yang diatas normal).

4. Seperti istilah dari seorang dokter yang saya dengar di sebuah seminar penyakit, ‘jangan main dokter-dokteran’.

Do not self diagnose any health condition. Terutama jika sedang mengkonsumsi obat lain maupun berada dalam kondisi kesehatan yang tidak baik, jangan ragu untuk mengkonsultasikan masalah kesehatan dengan tenaga kesehatan profesional. Penggunaan suplemen kalsium dapat menyebabkan interaksi dengan beberapa obat dan obat herbal lain serta dengan makanan. Misalnya konsumsi kalsium dapat mengganggu penyerapan obat-obatan seperti antibiotik tetrasiklin, fluorkuinolon, bisofosfonat, levotiroxin, fenitoin, tiludronate disodium.

 

Konsumen yang bijak, akan bijak memilih apa dan bagaimana cara mengkonsumsi produk yang tepat.:)

 

Salam sehat!

 

Referensi :

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI : http://pom.go.id

Harvard Health Publications

http://www.health.harvard.edu/newsweek/What_you_need_to_know_about_calcium.htm

KEPALA  BADAN  PENGAWAS  OBAT  DAN  MAKANAN  REPUBLIK INDONESIA NOMOR : HK.00.05.41.1381. Tentang tata laksana pendaftaran suplemen makanan.

Office of Dietary Supplements, National Institute of Health : http://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-QuickFacts/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: