Skip to content

Obat Antidiabet, perlu dikombinasi?

24/05/2011

Penyakit diabetes mellitus atau yang sering dikenal sebagai penyakit gula, merupakan penyakit berprevalensi cukup tinggi. Diabetes mellitus ini merupakan penyakit gangguan metabolisme pada lemak, karbohidrat, dan protein yang disebabkan kurangnya produksi insulin atau sensitivitas insulin yang menurun sehingga kadar gula dalam darah melebihi batas normal. Diabetes mellitus terdiri dari beberapa tipe,  tipe yang banyak diderita adalah diabetes mellitus tipe  2 yang mencapai 85-95 % dari keseluruhan pasien diabetes. Peningkatan kadar gula pada diabetes mellitus tipe 2 dapat disebabkan oleh jumlah insulin yang dihasilkan didalam tubuh tidak mencukupi ataupun mengalami resistensi insulin. Insulin yang berperan dalam proses pembentukan glikogen dari gula ini dihasilkan oleh sel β pankreas. Kerusakan ataupun gangguan pada sel β pankreas merupakan salah satu penyebab penyakit diabetes mellitus tipe 2.

Diabetes mellitus tipe 2 dinyatakan sebagai penyakit  kronik dan progresif yang  ditangani secara tepat sesuai tingkat keparahan penyakit. Kadar gula yang terkontrol secara efektif pada pasien diabetes, dapat menurunkan komplikasi diabetes seperti neuropati, retinopati, gagal ginjal dan penyakit jantung. Penanganan diabetes tipe 2 diawali dengan pengaturan asupan makanan dan olahraga fisik, kemudian penggunaan obat antidiabetes tunggal. Diet dan olahraga merupakan terapi yang berkaitan dengan gaya hidup pasien dan merupakan faktor penting untuk keberhasilan terapi. Pada kebanyakan pasien diabetes tipe 2 ini, penggunaan obat antidiabet tunggal kurang dapat mengontrol kadar gula jangka panjang sehingga diperlukan kombinasi. Salah satu kombinasi yang cukup luas digunakan adalah metformin dan glibenklamid. Selain itu, dapat juga digunakan kombinasi glimepirid-metformin dan glikazid-metformin.

Ada apa dengan  kombinasi?

Glibenklamid atau di Amerika lebih dikenal dengan gliburid merupakan antidiabetes golongan sulfonylurea generasi II yang dapat menstimulasi produksi insulin.  Sedangkan, metformin dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menghambat pembentukan glukosa di hati.  Metformin ini memiliki efek samping  pada saluran pencernaan. Efek samping lainnya dari penggunaan obat antidiabet ini adalah kadar gula yang terlalu rendah (hipoglikemik) yang dapat membahayakan pasien jika tidak segera diberi penanganan yang tepat.

Berdasarkan studi klinik, kombinasi metformin dan glibenklamid  dapat mengontrol kadar gula dengan lebih baik dibandingkan penggunaan tunggal. Studi klinis ini dilakukan pada 411 pasien diabetes yang secara random diberikan metformin 500 mg, glibenklamid 5 mg, dan kombinasi metformin-glibenklamid. Selain itu, efek samping berupa hipoglikemik dan gangguan saluran cerna juga lebih rendah dan cukup dapat ditoleransi pasien. Hal tersebut disebabkan dosis masing-masing pada penggunaan kombinasi ini lebih rendah dibandingkan dosis pada terapi tunggal. Studi klinik lainnya, dilakukan terhadap produk tablet kombinasi metformin dan glibenklamid (glucovance®) menunjukan bahwa dengan kombinasi dapat mengontrol gula darah puasa dan postprandial (gula darah 2 jam setelah makan) lebih efektif dibandingkan penggunaan tunggal. Dilihat dari farmakokinetiknya pun, penggunaan kedua obat secara bersamaan tidak saling mengganggu satu sama lain.

Obat antidiabet golongan sulfonylurea (glibenklamid, gliperimid, glikazid) dan golongan biguanida (metformin) memiliki mekanisme yang berbeda dalam menurunkan kadar gula dalam darah. Hasil studi klinis menunjukkan penggunaan tunggal kurang mampu mengontrol kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2 untuk jangka panjang. Dalam keadaan demikian, terapi kombinasi dengan dosis yang tepat memang diperlukan untuk terapi pasien diabetes. Selain itu kepatuhan pasien dalam konsumsi obat dan modifikasi gaya hidup juga merupakan kunci sukses keberhasilan terapi untuk mencapai kualitas hidup pasien yang lebih baik.

Sumber :

http://www.medscape.com

Marre, M., Howlett, H., Lehert, P. and Allavoine, T. (2002), Improved glycaemic control with metformin–glibenclamide combined tablet therapy (Glucovance®) in Type 2 diabetic patients inadequately controlled on metformin. Diabetic Medicine, 19: 673–680.

2 Comments leave one →
  1. reza permalink
    19/12/2013 8:41 am

    Bisa tanya…bolehkah penggunaan kombinasi pioglitazone dan acarbose ??
    Τнäиκ чöü
    Rep by email ya kakak2….

Trackbacks

  1. Mengenal Beberapa Istilah Kerja Obat « Calon Apoteker Bercerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: