Skip to content

Ilmu Komunikasi untuk Apoteker?

05/06/2011

Kemampuan komunikasi efektif tentu dibutuhkan oleh semua bidang profesi, termasuk apoteker.  Ternyata di program profesi apoteker ini memang ada mata kuliah khusus tentang komunikasi, dengan  sebuatan resmi mata kuliah ILMU KOMUNIKASI.  Sepenting apa ya si ilmu komunikasi ini untuk apoteker?

Semua berawal karena pergeseran dan perkembangan peran apoteker. Sedikit flashback sejarah apoteker, dulunya apoteker hanya sibuk di daerah produksi obat atau product oriented, dan saat ini mulai mengarah pada pharmaceutical care, yaitu konsep pelayanan patient oriented untuk mencapai hasil terapi yang pasti dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Nah, untuk dapat memainkan peranan apoteker secara menyeluruh termasuk tuntutan pharmaceutical care, selain ilmu wajib tentang obat-obatan juga dibutuhkan kompentensi seni berkomunikasi efektif. Bagaimana cara menghadapai pasien dan juga berkomunikasi profesional dalam payung keprofesian tertuang dalam kuliah ILMU KOMUNIKASI.

Bagusnya kuliah ini, memaparkan teori dasar komunikasi yang diimbangi dengan penerapan ilmu komunikasi dalam menghadapi pasien. Dan ternyata, komunikasi efektif terjadi saat komunikasi berlangsung dua arah (two way communication) karena tanggapan atau respon dari lawan bicara dapat diketahui langsung. Inilah kunci sukses bagaimana menghadapi pasien yang pasti beragam. Salah satu hal penting yang harus diingat adalah pasien dalam kondisi sakit dan tentu saja penanganannya berbeda dengan menghadapi orang sehat. Berkaitan dengan hal tersebut, ungkapan yang menghantui setelah mendapat kuliah ini adalah, “Mendengarlah dengan empatik, yaitu mendengar untuk mengerti bukan hanya mendengar untuk menjawab”.

Yup, kuliah ini memang seputar tips and tricks menghadapi pasien. Betapa pentingnya kompetensi komunikasi seorang apoteker dalam memberi pelayanan yang menyangkut keselamatan jiwa pasien. Berkaitan dengan bagaimana pasien mampu menangkap informasi dan juga kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi. Kepatuhan pasien merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan terapi dan apoteker berperan dalam meningkatkan kepatuhan pasien. Jadi jelas lah bahwa kemampuan komunikasi memang sangat diperlukan oleh apoteker dan mata kuliah ilmu komunikasi ini memang layak untuk dijadikan mata kuliah wajib.

Menyambung tentang tips and trics berikut sedikit bocoran untuk para apoteker dan calon-calon apoteker dalam menangani pasien :

  • Open ended question

Teknik menggali keadaan pasien dan pemahaman pasien tentang penggunaan obat dengan memberikan pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan ya atau tidak. Pertanyaannya pun ada rumus nya, yaitu Three Prime Question yang terdiri dari bagaimana penjelasan dokter mengenai obat, cara penggunaan obat dan harapan setelah menggunaan obat. Dengan teknik ini, apoteker membesarkan hati pasien dengan menganggap pasien telah mengetahui informasi obat dan sekaligus dapat menilai sejauh mana pemahaman pasien.

  • Paraphrasing

Merupakan teknik merespon pasien, yaitu mengulang pernyataan pasien. Teknik ini akan membuat pasien merasa benar-benar diperhatikan dan juga memastikan pemahaman apoteker tentang kondisi pasien.

  • Show and tell

Show and tell ini adalah trick untuk mengetahui kebenaran penggunaan obat bagi pasien lama, dengan cara meminta pasien untuk menjelaskan atau memperagakan penggunaan obat yang telah dilakukan. Lalu si apoteker tinggal mengevaluasi dan membenarkan, waktu lebih efisiensi dan pasien pun merasa dihargai.

Setelah serangkaian teori, dilakukan uji coba menghadapi pasien.  Dosen yang merupakan praktisi yang sangat berpengalaman dan kompeten dalam menangani pasien, berperan sebagai pasien. Peserta kuliah, berperan sebagai apoteker. Dalam tahap inilah kemampuan calon-calon apoteker diuji. Dihadapkan dengan kasus yang memang sering terjadi di masyarakat. Mulai dari bagaimana menanggapi keluhan pasien, sampai pada pemberian saran-saran perbaikan lifestyle untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pengetahuan aplikatif tentang penggunaan obat di gali mendalam oleh dosen yang sedang berperan sebagai pasien. Tentu saja calon-calon apoteker yang berperan sebagai apoteker sungguhan dengan asal prodi  Science and Technology ini kelimpungan mencari kata-kata yang bisa dimengerti pasien. Namun, dengan proses ini calon-calon apoteker tentu akan lebih siap atau setidaknya lebih mempersiapkan diri untuk terjun di dunia nyata, baik yang berkaitan dengan industri farmasi maupun pelayananan pasien. Pada akhirnya kompetensi apoteker yang didukung dengan ilmu komunikasi, akan menjadikan apoteker-apoteker indonesia lebih berkualitas.

2 Comments leave one →
  1. 01/05/2012 11:49 am

    Pada prakteknya .. berhadapan dengan pasien memang lebih asik dan banyak tantangan daripada cuma di kelas mendengarkan dosen cerita…
    Mata kuliahnya terkadang suka bikin ngantuk *tergantung gmana cara dosen itu njelasin juga sih*

    Btw..tnx infonyaaaaa….😀

  2. tunjung pratiwi kusumaning tyas permalink
    10/12/2012 8:38 am

    terimakasih atas informasinya, sangat bermanfaat dan sangat menantang peran apoteker dalam komunikasi dengan pasien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: