Skip to content

Fitofarmaka Indonesia, Apa Saja Ya?

07/06/2011

Sebelumnya di sini sudah pernah dibahas mengenai cerita obat tradisional di Indonesia atau yang lebih banyak dikenal dengan jamu (link ke artikel Cerita si Jamu). Tentunya kita sudah tidak asing kan dengan pengaturan jenis obat bahan alam di Indonesia yang dikelompokkan menjadi Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan Fitofarmaka? Betul sekali, penggolongan tersebut sesuai dengan regulasi pemerintah (Badan POM) mengenai pengaturan jenis obat bahan alam yang diproduksi oleh industri untuk dipasarkan di masyarakat.

Sekarang kita akan lebih mendalami mengenai Fitofarmaka Indonesia. Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, serta bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi. Singkatnya fitofarmaka ini adalah obat herbal yang sudah dilengkapi dokumen pendukung soal efektivitas dan keamanannya. Proses yang dilalui oleh suatu bahan obat menjadi fitofarmaka cukup panjang, melewati diantaranya uji toksisitas, uji eksperimental pada hewan, serta uji klinik fitofarmaka pada manusia sehat dan manusia dengan penyakit terkait.

Logo Fitofarmaka Indonesia

Di Indonesia, baru terdapat lima jenis tanaman yang termasuk ke dalam kategori fitofarmaka. Menurut  data, sejak tahun 2003 Badan Pengawas Obat dan Makanan sudah ada sekitar sembilan tanaman obat siap menjadi fitofarmaka. Namun sampai saat baru terdapat lima jenis tanaman yang masuk kategori fitofarmaka. Hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara dengan gelar negara kedua terkaya dalam keanekaragaman hayatinya (Saat ini Indonesia memiliki sekitar 30.000 spesies tumbuhan dan 940 spesies di antaranya termasuk tumbuhan berkhasiat).

Yuk, kita kenalan dengan Fitofarmaka produksi Indonesia:

1. Nodiar (POM FF 031 500 361)

Komposisi:

  • Attapulgite (bahan kimia, obat untuk diare), 300 mg
  • Psidii folium ekstrak (daun jambu biji), 50 mg
  • Curcumae domesticae rhizoma ekstrak (kunyit),  7.5 mg

Khasiat: untuk pengobatan diare non spesifik

      Produksi: PT. Kimia Farma

2. Rheumaneer (POM FF 032 300 351)

Komposisi:

  • Curcumae domesticae rhizoma (temulawak), 95 mg
  • Zingiberis rhizoma ekstrak (kunyit), 85 mg
  • Curcumae rhizoma ekstrak, (temulawak) 120 mg
  • Panduratae rhizoma ekstrak, (temu kunci) 75 mg
  • Retrofracti fructus ekstrak, (buah cabe jawa), 125 mg

Khasiat: pengobatan nyeri sendi ringan

Produksi : PT. Nyonya Meneer

3. Stimuno (POM FF 041 300 411, POM FF 041 600 421)

Komposisi: Phyllanthi herba ekstrak (meniran), 50 mg

Khasiat: Membantu memperbaiki dan meningkatkan daya tahan tubuh (sebagai imunomodulator)

Produksi:  PT. Dexa Medica

4. Tensigard Agromed  (POM FF 031 300 031, POM FF 031 300 041)

Komposisi:

  • Apii Herba ekstrak (seledri), 95 mg
  • Orthosiphon folium ekstrak (daun kumis kucing), 28mg

Khasiat: Membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi ringan hingga sedang

Produksi: PT. Phapros

5. X-Gra (POM FF 031 300 011, POM FF 031 300 021)

Komposisi:

  • Ganoderma lucidum (jamur ganoderma), 150 mg
  • Eurycomae radix (akar pasak bumi), 50 mg
  • Panacis ginseng radix (akar ginseng), 30 mg
  • Retrofracti fructus (buah cabe jawa), 2.5 mg
  • Royal jelly 5 mg

Khasiat: Meningkatkan stamina dan kesegaran tubuh, membantu meningkatkan stamina pria, membantu mengatasi disfungsi ereksi dan ejakulasi dini.

Produksi: PT. Phapros

Kelima produk fitofarmaka ini merupakan produk Indonesia yang membanggakan. Melalui berbagai penelitian, prosedur, dan biaya yang tidak sedikit akhirnya produk ini dapat secara aman dikonsumsi masyarakat sesuai dengan indikasinya. Dengan berkembangnya fitofarmaka maka akan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam menggunakannya, jelas karena fitofarmaka adalah grade tertinggi dari produk herbal di Indonesia. Fitofarmaka juga dalam proses produksinya sudah terstandardisasi dimulai sejak budi daya melalui adanya GAP (Good Agricultural Practice).

Masih banyak potensi yang terpendam di bumi Indonesia ini, semoga ilmuwan-ilmuwan kita terpacu untuk berkarya dan dapat melahirkan fitofarmaka-fitofarmaka lainnya,.. We hope so..

Referensi:

Sarmoko, 2009, Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), dan Fitofarmaka,

Sukandar, E.Y., 203, Tren dan Paradigma Dunia Farmasi (Industri-Klinik-Teknologi Kesehatan), Orasi Ilmiah Dies Natalis Institut Teknologi Bandung ke-45, Bandung.

Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Nomor: HK.00.05.4.2411.  Tentang Ketentuan Pokok Pengelompokan dan Penandaan Obat Bahan Alami Indonesia. 2004.

15 Comments leave one →
  1. 07/06/2011 12:12 pm

    Halo Apoteker,

    Bikin blog aggregator para praktisi farmasi, yang bercerita soal keseharian, digabungkan antar kemampuan dan disiplin farmasinya yuk

    Saya sudah undang beberapa orang blogger “anak muda”, yang kebetulan praktisi farmasi juga, apapun posisinya ( profesional, pengusaha kapitalis, akademisi, sampai mahasiswa), buat bikin semacam http://www.jakartabeat.net gitu…

    Isinya, ya justru bukan farmasi melulu, melainkan connecting the dots dengan disiplin ilmu yang lain, dan gaya hidup yang luas. Dibikin lebih membumi sekaligus blended dengan dimensi luar, toh disiplin farmasi nggak sendirian kalau sudah bersentuhan dengan masyarakat, kan ?🙂

    Yah, saling berbagi informasi gitu Apoteker, bagaimana ?

    Sementara, yang nulis ya yang undangan kita dulu gitu…Mau mau mau ?

    Sukses buat semua Apoteker Indonesia, ya🙂

  2. Monika Oktora permalink
    08/06/2011 6:44 am

    hai kang galih..
    kayanya seru deeh.. gmn itu kang bikinnya? saya dan temen2 pasti seneng kalo nulis2 maah,,, ga farmasi jg gpp,, malah jadi lebih luas topiknya😀

    • 12/06/2011 5:53 pm

      Halo Monika,

      Lagi cari momen yang asyik dulu buat ngobrolin. Saya sudah dapat 1 praktisi farmasi klinis, APA juga, sedang mengambil Master di SF ITB, beliau S1-nya di FA UNPAD. Satu lagi, profesional di Biofarma, alumni KI ITB, keduanya suka berbagi tulisan.

      Segera dikabari, tempat ketemuan, kemungkinan di Bandung, atau Jakarta, dan mengundang Kawan yang memang sudah sukanya berbagi tulisan🙂

      • Monika Oktora permalink
        12/06/2011 7:47 pm

        weeeww asiiik kang kayanya🙂
        tapi saya mah laen profesional ey, masih hijau kalo soal pengalaman&dunia nyata kefarmasian mah. cuma suka nulis-nulis aja, hehe.. kalo dari topik farmasi bisa berintegrasi dengan topik lain yg lebih luas, bakal lebih bagus lg kang. Udah saatnya farmasi ga cuma bersuara secara internal aja.
        kontak2 aja kang, temen2 yg lain di apotekerbercerita pasti jg tertarik😀

    • 12/06/2011 5:57 pm

      Eh, btw, yang nulis di sini, punya gelar profesi apoteker semua ya😛

      Maaf, saya numpang lewat saja, soalnya memang tidak berminat untuk itu🙂 Sukses semua…

      ( Ada yang bikin perusahaan farmasi, atau turunan produk teknologi farmasi – farmasi, makanan. kosmetik- nggak di blog ini ? Kalau ada, atau ada yang berminat, mari diskusi kopi darat langsung, ada banyak yang model operasional bisnis farmasi yang bisa dikonkretkan di Indonesia lho, serius nih )

      • Monika Oktora permalink
        12/06/2011 7:38 pm

        doakan saja kang kita bisa dpt gelarnya oktober ini,heuheu.. (amiin..)
        kebetulan kita masih pada blm berpengalaman dan blm bnyk terlibat sama perusahaan farmasi gitu..
        tapi mgkn ada yg berminat kawan2?

      • wiput permalink*
        13/06/2011 8:37 am

        salam kenal kang galih..
        nampak menarik ini diskusinya, sementara ini saya ikut menyimak dulu ya kang..
        betul kata monik, kita – kita masih pada belum berpengalaman dan semoga kita – kita bisa segera mendapatkan gelar apoteker di Oktober ini.. dan bisa ikut berbagi juga..hehe..

  3. 14/06/2011 8:48 am

    Wow, kalian masih kuliah saja sudah bisa kasih info semacam ini, keren🙂

    Baik, iA akan diajakin ngobrol deh nanti, karena pasti ada beberapa alumni yang diundang, dari berbagai dimensi farmasi ( profesional industri, profesional klinik- RS, apotek, pengusaha, dan calon dosen), kalau ada yang mahasiswa, itu lebih bagus deh kayaknya….

    Tetap konsisten buat berbagi ya. Bagus ini, sudah dirintis untuk berbagi informasi sekualitas ini, semenjak kuliah. Semakin banyak pengalaman, bobotnya semakin berat, berikut dimensi juga semakin luas serta beragam. Tapi, gayanya tetap sama, membumi, kan ya😛

    Sukses ya🙂

  4. 07/01/2012 12:34 pm

    “Sukandar, E.Y., 203, Tren dan Paradigma Dunia Farmasi (Industri-Klinik-Teknologi Kesehatan), Orasi Ilmiah Dies Natalis Institut Teknologi Bandung ke-54, Bandung.”

    Bukannya mestinya ke-45 ya?

    • Monika Oktora permalink
      08/01/2012 11:47 am

      oiyaa.. tampaknya ada kesalahan pengetikan. yg ke-45, betul. makasih koreksinya ya😀

  5. pulsar blackwolf permalink
    19/02/2012 7:24 am

    ikut gbung ya,,

  6. Darojah Abiyyah permalink
    24/04/2013 6:06 pm

    maaf mba, Zingiberis Rhizoma itu bukannya jahe?
    kalo kencurmah Kaempferiae Rhizoma .

  7. 12/03/2015 5:59 am

    maaf curcumae domesticae rhizoma bukannya rimpang kunyit ya? kalau rimpang temulawak curcumae xanthorrizae rhizoma?

  8. 01/10/2016 10:41 pm

    Info Segala Macam Obat Penyakit http://www.rajaherbalfitofarmaka.com

Trackbacks

  1. Apa itu Obat Bahan Alam? « Calon Apoteker Bercerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: