Skip to content

Demam dan Obat Penurun Panas

11/06/2011

Penurun panas atau pereda demam dalam bahasa keilmuan farmakologi disebut juga sebagai antipiretik. Obat golongan ini yang dikenal adalah Parasetamol. Selain obat tersebut, adapula aspirin dan ibuprofen yang biasa digunakan untuk menghasilkan efek antipiretik. Saya tidak akan membahas mekanisme kerja obat – obatan tersebut. Kali ini saya akan mengawali dengan cerita mengenai demam.

Demam adalah peningkatan suhu tubuh di atas suhu normal tubuh (36,4 – 37,2oC). Regulasi peningkatan suhu tubuh yang terjadi pada saat demam diatur di hipotalamus (salah satu bagian otak.red) sebagai respon terhadap pirogen (suatu zat yang menginduksi demam.red). Dalam regulasi ini, hipotalamus berperan sebagai termostat yang menjaga suhu tubuh tetap konstan pada rentang normal. Regulasi suhu tubuh ini diatur berdasarkan suatu mekanisme yang disebut sebagai mekanisme umpan balik (feedback) negatif, sebagai berikut:

  • Ketika suhu tubuh lebih tinggi daripada suhu tubuh normal, maka sistem dalam tubuh kita berusaha mengembalikan ke suhu normal dengan terjadinya pengeluaran keringat, yang memfasilitasi penghilangan panas dengan cara evaporasi. Proses ini terjadi hingga panas yang dihasilkan tubuh seimbang dengan panas yang dihilangkan.
  • Ketika suhu tubuh lebih rendah daripada suhu tubuh normal, maka sisitem tubuh berusaha untuk menghasilkan panas, salah satunya dengan yang kita kenal sebagai menggigil.

Nah, ketika demam, termostat tubuh kita di set lebih tinggi daripada suhu normal tubuh. Oleh karena itu, suhu tubuh kita yang sebenarnya normal dianggap lebih rendah. Akibatnya, tubuh akan menggigil untuk menghasilkan panas yang melampaui suhu normal tubuh.

Lantas, berapa sih tingginya suhu tubuh yang dikategorikan sebagai demam?

Dalam Handbook of Nonprescription Drugs, dinyatakan bahwa tingginya suhu tubuh yang dikategorikan sebagai demam juga dipengaruhi tempat pengukuran suhu dilakukan. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

Keterangan: rectal : dubur; oral : mulut; Axillary : ketiak; Tympanic : telinga.

Lalu, jika mengalami demam, apa yang harus kita lakukan?

Eits, jangan langsung menenggak obat – obatan, karena sebenarnya demam ini merupakan respon adaptif tubuh. Jika demam ini tidak menimbulkan ketidaknyamanan, cobalah banyak minum air dan beristirahat.

Jika demam tidak kunjung turun dan mulai dirasakan ketidaknyamanan, untuk pengobatan awal boleh saja anda pergi ke apotek dan menemui apoteker untuk meminta saran pengobatan.  Untuk pengobatan awal ini, biasanya digunakan obat – obatan antipiretik yang dapat dijual bebas, sebagai berikut:

  1. Parasetamol
  2. Ibuprofen, atau
  3. Aspirin

Ketiga obat tersebut tergolong aman jika digunakan dalam jangka pendek. Hal penting yang perlu diketahui juga adalah pengobatan demam harus ditujukan kepada penyebab utamanya (misal: demam yang disebabkan karena infeksi mikroba patogen, maka yang paling penting ditangani adalah infeksinya). Kedua hal ini juga yang menyebabkan pentingnya memeriksakan diri ke dokter jika demam tak kunjung sembuh setelah 3 hari penggunaan obat – obatan antipiretik.

Ya, begitulah sedikit informasi mengenai demam.

Semoga bermanfaat!🙂

REFERENSI:

Dalal, S.; D. S. Zhukovsky.2006. Pathophisiology and Management of Fever. J. Support. Oncol. Vol.4 (1) 9-16

Berardi, R. R., et.al (eds).2009. Handbook of Nonprescription Drugs: An Interactive Approach to Self Care. Washington DC: APha. 83-94

5 Comments leave one →
  1. 11/03/2012 12:55 pm

    Saya demam sudah dua minggu.Demam yg saya rasa tidak ada sakit kepala atau pusing sampai makan pun rasa pahit,tapi yg terasa demam panas di dahi,badan bisa berkeringat.Awal mula saya balik dari kilang yg tempat kerja sy sangat dingin (AC)& jg terkena gerimis.Saya langsung ke klinik,saya didapati demam,pilek,& batuk.Ketiga obat itu dah habis (3 hari) tp demam belum sembuh lagi.Saya coba dengan obat (komix 2 bungkus unt 1 hari) yg beli di kedai,hari ke4 itu demam saya masih juga belum reda.Saya coba obat lain lagi (konidin),hari ke5 itu masih juga ada demam.Lalu saya jumpa dokter lagi sampai 2kali jumpa & habis obat demam unt 5 hari,tapi masih ada juga demam saya,sementara batuk dan pilek sudah hampir sembuh.Demam saya terkadang naik terkadang turun setelah minum obat.Adakah gejala TBC atau deungi atau kanker krn 1 tahun yg lalu sy pernah sakit di dinding luar rahim dlm USG terlihat ada bulatan kecil tp bkn mengandung luar rahim (pernah sex masa haid),kata dokter itu kuman/infeksi & memberi sy antibiotik.
    Tks.

    • Dwi Putri Y. Y. permalink*
      07/04/2012 11:26 am

      Untuk kasus ibu mungkin lebih baik diperiksakan kembali ke dokter untuk mendapat diagnosa yang baik. Mungkin juga dilengkapi dengan tes laboratorium.

  2. Yessy Anggraini permalink
    16/05/2016 11:12 am

    Sy mengalami panas kamarin pagu tpi sdh minum obat paracetamol panasnya trun bentar trus keringat keluar sdikit abis itu panas lagi, nah sya coba gnti mlmnya sy minum ibuprofen alhamdulillah sdh gak panas lgi.. cuman knapa sya sangat berkeringat lebih?? apa ini normal?? Atau ada gjala penyakit apa?? Mohon segera di jwb yaa..

  3. 26/05/2016 2:59 am

    Hi Dear, aare ʏou inn fact isiting this wweb site regularly, іf soo afterward ʏoᥙ wiⅼl without doubt obtain nice experience.

Trackbacks

  1. Demam dan termos es! | Apoteker Bercerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: