Skip to content

World Health Assembly

12/06/2011

Halo, Indonesia!

Health buzz kali ini akan penulis coba manfaatkan untuk sedikit share tentang issue terkait dunia kesehatan yang masih cukup “hangat” kabarnya.

Pernah dengar tentang ‘World Health Assembly’?

“World Health Assembly (WHA) is the forum through which the World Health Organization (WHO) is governed by its 193 member states. It is the world’s highest health policy setting body and is composed of health ministers from member states.”~Wikkipedia

Apa fungsi utama WHA tersebut?

World Health Assembly menjadi forum untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasi, pemilihan Dirjen WHO, mengawasi financial policies, review dan menyetujui budget program yang diajukan. World Health Assembly diselenggarakan setiap tahun di Geneva (Switzerland), yang merupakan Headquarter dari WHO.

Apa yang dihasilkan pada 64th World Health Assembly?

64th World Health Assembly  diselenggarakan di Geneva, pada tanggal16 – 24 Mei 2011. World Health Assembly ini dihadiri oleh 2700 delegasi, termasuk kementrian kesehatan dan senior health officials, NGO (Non-Government Organizations), kelompok masyarakat, dan para pemerhati kesehatan yang lain. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia ikut menjadi salah satu delegasi dari World Health Assembly ini.

Proses pengerjaan agenda selama delapan hari forum ini menghasilkan 28 resolusi dan 3 keputusan yang diadopsi untuk menjadi panduan kerja organisasi dan untuk penentuan prioritas terkait isu-isu kesehatan global.

“These World Health Assemblies are having a tremendous impact on the health of this world.” ~Dr Margaret Chan, Director-General of the World Health Organization.

Beberapa topik teknis yang dibahas dalam World Health Assembly 2011 ini adalah tentang MDGs*) (Millenium Development Goals) terkait dengan bidang kesehatan, Penguatan Sistem Kesehatan, Imunisasi, HIV, Obat Palsu/Substandard; Eradikasi Cacar Air; Pencegahan dan Pengendalian Penyakit-penyakit Tidak Menular; Gizi pada Anak; dan Risiko Kesehatan Anak Muda.

Untuk pencegahan dan kontrol NCD, serta pencapaian Millennium Development Goals (MDGs*) membutuhkan suatu sistem kesehatan (health system) yang kuat. Oleh karenanya, salah satu agenda pada WHA 2011 ini adalah menentukan 5 resolusi penguatan sistem kesehatan.

Beberapa resolusi untuk penguatan sistem kesehatan (health system) yang dibahas antara lain : Struktur Pembiayaan Kesehatan dan Universal Coverage; Penguatan Tenaga Kesehatan; Penguatan Kapasitas dan Ketahanan Sistem Kesehatan Nasional dalam Kedaruratan dan Penanggulangan Bencana; Penguatan Keperawatan dan Kebidanan; Penguatan Dialog Kebijakan Kesehatan untuk Membangun  Kebijakan, Strategi dan Perencanaan  yang Lebih Kuat; Malaria; Pencegahan Kecelakaan pada Anak; Mekanisme Pengendalian dan Pencegahan Kolera.

Selain itu disusun resolusi dan laporan untuk support MDGs, yang menjadi target dari 191 anggota United Nations, dalam hal ini, terkait dengan kesehatan, yang harus dicapai pada 2015. The United Nations Millennium Declaration disahkan pada September 2000, yang komit untuk memberantas kemiskinan, kelaparan, penyakit, buta huruf, kerusakan lingkungan, dan diskriminasi terhadap perempuan. MDGs diturunkan dari deklarasi ini, dengan penyusunan target dan indikator yang spesifik.

Dokumen-dokumen yang terkait dengan World health Assembly 2011 dapat di akses di sini.

Peran Indonesia

Indonesia turut terlibat dalam World Health Assembly 2011. Indonesia berperan aktif dalam berbagai masalah kesehatan dunia dalam WHA. Yang memimpin delegasi Indonesia pada 64th WHA 2011 adalah Ibu Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH. Diskusi topik yang aktif diikuti oleh delegasi Indonesia adalah mengenai pandemic Influenza Preparedness (PIP) dan virus, serta bebrerapa benefit sharing yang lain. Indonesia juga berperan dalam penetapan International Health Regulation atau Regulasi kesehatan internasional.

“…Melaksanakan IHR di Indonesia secara langsung, mulai dari tingkat Kementerian (baru saja kita membentuk Komite Nasional IHR). Kegiatan nyata di 48 Kantor Kesehatan Pelabuhan (UPT Dirjen P2PL Kemenkes) untuk mencegah dan menangkal penyakit sampai ke daerah dengan koordinasi Dinkes setempat…” ~ Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE (Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan RI) 

Suatu penetapan regulasi kesehatan baik yang bersifat internasional maupun nasional sangat berperan dalam proses pembangunan sistem kesehatan di suatu Negara. Tanpa “batasan” dan “perencanaan”, suatu sistem kesehatan akan menjadi tidak terkontrol. Sistem kesehatan yang tidak terkontrol akan berdampak pada penurunan kualitas terkait dengan kesehatan.

Adalah mimpi kita semua, dimana Indonesia bisa memiliki sistem kesehatan yang baik. Kualitas kesehatan suatu Negara tentu saja sangat mempengaruhi produktivitas sumber daya manusianya. Semoga yaa..🙂

Salam sehat!

*) The United Nations Millennium Development Goals are eight goals that all 191 UN member states have agreed to try to achieve by the year 2015.

 Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/World_Health_Assembly (Diakses tanggal 16 Juni 2011; Pukul 19.00 WIB)

World Health Organization (WHO) : http://www.who.int/mediacentre/news/releases/2011/world_health_assembly_20110524/en/index.html. (Diakses tanggal 16 Juni 2011; Pukul 19.00 WIB)

World Health Organization (WHO) http://apps.who.int/gb/e/e_wha64.html. (Diakses tanggal 16 Juni 2011; Pukul 19.00 WIB)

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: