Skip to content

Business Plan Apotek!

16/06/2011

Kali ini saya akan bercerita tentang kuliah apoteker yang saya hadapi, yaitu tentang mata kuliah wajib yang bernama manajemen farmasi. Mata kuliah ini berisi berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan kegiatan bisnis, terutama yang berkaitan dengan pelayanan kefarmasian, khususnya kegiatan kefarmasian apotek.  Kegiatan tersebut dimulai dari perencanaan lokasi pendirian apotek hingga masalah finance, termasuk didalamnya pembuatan cash flow.

Agak mengherankan mungkin ya? Seorang sarjana farmasi bergelut di bidang manajemen sekaligus finance. Pada awalnya saya pun bertanya – tanya kenapa saya harus menguasai kompetensi di bidang manajemen ini, tetapi setelah mengikuti kuliah saya mendapatkan salah satu alasan logis yang diungkapkan dosen saya. Simpel dan mengena!

Diawali dengan sebuah pertanyaan sederhana: “Apa beda pekerjaan dengan profesi?” yang pada akhirnya menjurus pada penjelasan bahwa apoteker merupakan suatu profesi, dimana seorang apoteker tidak mempunyai batas masa bakti dan boleh saja pada awalnya seorang apoteker mempunyai berbagai pekerjaan sebagai pijakan, tapi pada akhirnya dimanakah tempat praktek profesi apoteker yang sesungguhnya?

Dosen saya berkata, “di Apotek”

Saya mengangguk setuju karena secara jelas di peraturan Negara ini disebutkan bahwa apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker.  Seorang apoteker dapat mengabdikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya secara penuh di tempat praktek ini. Suatu apotek juga merupakan sarana yang paling memungkinkan dimiliki langsung oleh apoteker.

Lantas, bagaimana caranya jika ingin memulai kegiatan apotek milik pribadi ini?

Kuliah ini pulalah yang membahas secara singkat tentang hal itu. Dimulai dengan menyusun sebuah business plan yang didalamnya berisi visi – misi bisnis, jenis kegiatan, tinjauan pasar yang potensial, dan yang paling penting adalah cashflow. Setiap minggu dalam perkuliahan, kami diharuskan mempresentasikan progress business plan kami. Dimulai dengan visi-misi dan jenis kegiatan, serta lokasi yang kami pilih untuk mendirikan bisnis kami. Pada awalnya, kami dibebaskan untuk membentuk bisnis apapun di bidang kefarmasian, boleh bentuk industri obat, industri jamu, klinik, apotek terspesialisasi, dan apotek, dengan catatan kami harus menggunakan prinsip START SMALL! (Dengan modal antara 250 – 500 juta). Pada tahap awal ini, ide kami masih bermacam – macam, dan saat presentasi pulalah tugas kami diberi penilaian layak dilanjutkan atau tidak. Pada akhirnya semua ide yang feasible dengan modal yang diperbolehkan adalah mendirikan suatu apotek.

Bagian paling menyenangkan dari mata kuliah ini adalah bagian pencarian data – data nyata. Dimulai dengan survey lokasi. Survey lokasi dimulai dengan memperkirakan daerah – daerah padat penduduk, lalu mencari tanah/bangunan yang dijual. Serunya adalah kami harus benar – benar memperoleh data nyata tentang harga tanah dan bangunan di lokasi yang kami pilih. Tidak hanya itu, kami juga harus berkunjung ke kantor kecamatan untuk memperoleh data penduduk, berkunjung ke puskesmas untuk mengetahui pola penyakit, ke kantor departemen kesehatan untuk memperoleh berbagai izin untuk mendapatkan data kesehatan penduduk. It’s so real!

Selain kegiatan pengumpulan data tersebut, yang membuat tugas kuliah ini menyenangkan adalah kami bertindak seolah memiliki sejumlah uang yang kami butuhkan untuk mendirikan apotek kami. Kami membuat cashflow, secara sederhana kami menata perkiraan jalannya bisnis kami hingga tercapai suatu bisnis yang menguntungkan.

Tidak pernah terpikirkan kan bahwa seorang farmasis dibekali pengetahuan tentang finance dalam pendidikan profesinya. Tentu saja tujuan utamanya bukan untuk menjadi pakar dalam bidang ini. Tujuannya adalah untuk memotivasi apoteker untuk memiliki dan mengelola secara menyeluruh tempat prakteknya itu.

Itulah kuliah berkesan bagi saya di tahap profesi apoteker. So, it’s  fun being pharmacist, isn’t it?

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: