Skip to content

Hati-hati Mengonsumsi Suplemen

19/06/2011

Bagi sebagian orang mengonsumsi suplemen dianggap penting untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Katanya “agar selalu fit, aktivitas juga tidak mengendur”. Sadarkah kita, sebenarnya jika pola makan sudah seimbang, diikuti olahraga yang cukup, suplemen tidak lagi diperlukan.

Produk suplemen makanan pada umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin, asam amino, mineral, dan sebagainya. Namanya suplemen, sediaan ini hanya sebagai pelengkap. Artinya mengonsumsinya hanya pada saat yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Misalnya, saat kita sakit kemudian mendapat resep dokter yang salah satunya adalah vitamin. Vitamin tersebut diresepkan untuk mempercepat normalisasi kondisi tubuh sehingga dapat mempercepat penyembuhan. Perlu digarisbawahi bahwa vitamin tersebut tidak mengobati penyakitnya. Demikian halnya produk suplemen yang lain.

Banyak sekali upaya yang dilakukan oleh produsen suplemen untuk menarik konsumen. Oleh karena itu hati-hati dengan promosi produk suplemen yang diklaim ‘mampu menyembuhkan berbagai penyakit’. Suplemen tidak dapat menyembuhkan penyakit. Sesuai peraturan Badan POM, Klaim seperti ini hanya boleh digunakan pada produk obat dan menjadi pelanggaran jika digunakan pada produk suplemen. Kadang-kadang promosi dilakukan dengan cara membuat kesaksian-kesaksian misalnya diabetes, penyakit jantung, dan sebagainya langsung sembuh setelah mengonsumsi produk tersebut padahal sudah diobati berbulan-bulan/ bertahun-tahun tidak sembuh. Justru kita patut hati-hati, apakah benar produk tersebut suplemen biasa dan apakah produsen tidak menambahkan ‘bahan kimia obat (BKO)’ ke dalam komposisinya (seperti halnya kasus yang sedang marak saat ini yaitu jamu yang mengandung BKO). Sebab, jika ternyata benar mengandung BKO, bagaimana dengan dosis, efek samping, dan apakah BKO yang ditambahkan secara ilegal tersebut sesuai indikasinya? Kita harus mulai kritis dalam memilih produk untuk menjaga kesehatan tubuh.

Hati-hati mengonsumsi suplemen. Bagaimana caranya? Mudah saja, sebaiknya kita mulai membiasakan diri untuk hanya membeli produk suplemen (maupun obat-obatan) yang legal. Produk legal jika mendapatkan ijin edar dari Badan POM berupa nomor registrasi yang harus dicantumkan pada kemasan. Produk yang mendapatkan ijin edar dari Badan POM berarti sudah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. Kenapa harus memilih produk legal adalah karena Badan POM memang hanya mengawasi produk-produk yang legal. Meskipun demikian akan lebih baik jika kita tetap hati-hati dengan nomor registrasi yang tercantum pada kemasan, karena kadang-kadang ada ‘produsen nakal’ yang memalsukan nomor registrasi.

Yang kedua, jangan mudah terbujuk dengan promosi yang menyatakan produk suplemen dapat mencegah atau mengobati suatu penyakit. Suplemen hanya pelengkap, jika kebutuhan tubuh akan suatu zat gizi tertentu tidak tercukupi oleh asupan makanan, barulah suplemen digunakan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Seseorang tidak perlu berlebihan membentengi diri dengan mengonsumsi suplemen terus-menerus. Biasakan hidup sehat, tubuh orang sehat yang menerapkan pola hidup sehat dan selalu mengonsumsi gizi yang seimbang pada dasarnya memiliki kekebalan terhadap penyakit. Pada kondisi seperti ini suplemen tidak lagi diperlukan.

2 Comments leave one →
  1. 31/12/2011 6:08 pm

    Artikel yang sangat menarik…
    Salam blogger…!

Trackbacks

  1. Si Vitamin « Calon Apoteker Bercerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: