Skip to content

Sintesis Senyawa Obat

20/06/2011

Salah satu mata kuliah wajib di jurusan Sains dan Teknologi Farmasi adalah Dasar – dasar Sintesis Senyawa Obat (DSSO) dan adanya praktikum membuat mata kuliah ini lebih menarik. Praktikum ini saya alami di semester 4 dan ada satu kejadian tak terlupakan di laboratorium tersebut yang akan saya ceritakan di artikel ini.

Apa sih sebenarnya yang dilakukan dalam praktikum ini?

Dari judulnya saja sudah sintesis senyawa obat, tentunya dalam praktikum ini saya dan teman – teman belajar mengenai pembuatan suatu senyawa obat. Pembuatan disini maksudnya adalah meramu bahan – bahan kimia untuk dijadikan suatu senyawa obat dengan berbagai reaksi kimia dan juga metode kimia. Praktikum ini tidak hanya berhenti dengan memberikan saya pengalaman membuat senyawa obat, tetapi juga memberikan saya bekal bagaimana cara – cara untuk mengkarakterisasi suatu senyawa obat. Berikut ini judul – judul praktikum yang saya dapatkan:

Oksidasi Hidrokarbon Aromatik Beralkil, Penentapan titik lebur, Pengeringan dan Pembuatan Alkohol Mutlak, Penentuan Bobot Jenis, Penentuan Indeks Bias, Pemisahan Rasemat dan Penentuan Rotasi Optik, Reaksi Esterifikasi, dan Pemisahan Senyawa Organik Padatan melalui Kristalisasi.

Haha.. judulnya saja sudah sulit kan?

Jangan pula membayangkan betapa sulitnya untuk menjalani praktikum – praktikum ini karena itu sama sekali tidak sulit. Apalagi, dalam setiap praktikum saya dibantu oleh asisten laboratorium dan setiap modulnya sudah disiapkan untuk dapat dilaksanakan oleh mahasiswa tingkat 2.

Mungkin ada baiknya saya jabarkan 2 percobaan yang pernah saya lakukan agar pembaca bisa lebih membayangkan apa itu praktikum DSSO. Pertama tentang Penetapan Titik Lebur dan yang kedua tentang kejadian tak terlupakan dalam praktikum ini, Pemisahan Rasemat dan Penentuan Rotasi Optik.

Penetapan Titik Lebur. Tentunya kita semua tahu apa yang dimaksud dengan melebur. Sejak belajar di bangku SD pun kita sudah diperkenalkan dengan istilah melebur. Ya, melebur, perubahan zat padat menjadi cair. Titik lebur adalah suhu pada saat fase padat dan fasa cair berada dalam kesetimbangan. Nah, dalam praktikum DSSO titik lebur ini ditetapkan untuk suatu sampel (bahan uji.red) yang diberikan oleh asisten. Sampel yang digunakan biasanya berupa senyawa obat. Fyi, setiap senyawa itu punya titik lebur tertentu dan biasanya dinyatakan dalam suatu rentang. Walaupun, sifat titik lebur ini tidak spesifik, tetapi tetap bisa dijadikan salah satu data untuk identifikasi (pengenalan.red) senyawa obat.  Penetapan ini dilakukan dengan sederhana menggunakan 2 alat, melting block dan electrothermal. Saya tidak menemukan gambar melting block yang saya gunakan di laboratorium, namun untuk electrothermal, ini nih gambarnya:

Nah, inti dalam penentuan ini adalah penetapan suhu saat senyawa obat mulai melebur hingga senyawa melebur sempurna. Data suhu ini nanti dicek dengan data pustaka, jika rentang titik lebur hasil percobaan sama dengan rentang titik lebur yang tercantum dalam pustaka, maka sampel yang diuji merupakan zat yang sesuai. Sederhana kan praktikumnya?

Pemisahan Rasemat dan Penentuan Rotasi Optik. Kalau yang ini judul dan isi praktikumnya agak berat, selain harus menguasai teori kimia organik mengenai isomer suatu senyawa organik, juga harus memahami prosedur praktikum dengan baik. HAHA! Jujur saja, saya juga sudah mulai samar – samar mengingat materi yang satu ini, tapi intinya begini:

Jika ditinjau secara struktur, untuk beberapa senyawa kimia tertentu, ada yang memiliki suatu struktur yang memiliki aktivitas optik yang bisa memutar bidang sinar terpolarisasi searah atau berlawanan dengan arah putaran jarum jam disebut juga sebagai enantiomer. Nah, jika kedua enantiomer dari suatu senyawa bergabung secara ekuimolar, gabungan ini disebut RASEMAT.

Ah pusing ya pembaca? Tidak usah terlalu dipikirkan, biarkan para ilmuwan farmasi dan kimia memikirkan hal tersebut lebih dalam..hehe…

Nah, mari lanjut langsung ke cerita mengenai praktikum ini. Dalam praktikum ini, kelompok saya harus memisahkan rasemat ibuprofen (salah satu obat analgesik.red).Praktikum ini sebenarnya terdiri dari 6 tahap dan tahap krusial-nya adalah tahap penambahan ibuprofen ke dalam suatu larutan kinin basa untuk membentuk suatu senyawa garam.

Lantas kenapa praktikum ini bisa menjadi hal yang tak terlupakan bagi kelompok kami?

Ini dia ceritanya! Praktikum DSSO berjalan dalam waktu 4 jam, kami melakukan semua tata laksana praktikum, termasuk di dalamnya tes awal (sebuah tes kecil di awal praktikum.red). Waktu yang tersisa untuk mengerjakan modul adalah 3 jam. Saat itu, dari 6 tahap yang ada, kelompok kami telah menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk menyelesaikan 2 tahap awal. Setelah itu, kami melangkah ke tahap krusial yaitu penambahan sejumlah tertentu senyawa ibuprofen. Seperti biasa, pekerjaan ini dilakukan berkelompok, tiap orang punya tugasnya masing – masing, langkah selanjutnya setelah penambahan itu adalah mengaduk campuran dan menguapkan pelarut menggunakan penguap putar (rotary evaporator). Setelah langkah ini, pekerjaan kami hanya menunggu, menunggu hingga pelarut menguap dan terbentuk padatan di dasar labu evaporator. Waktu praktikum terus berjalan…

Tick tock tick tock!

Satu setengah jam kemudian, larutan kami dalam labu evaporator sudah kering, benar – benar kering. Kemudian, pertanyaan muncul, “eh kok gak ada residunya (serbuk atau sesuatu padatan.red)?”

Semua anggota kelompok berpikir, lalu kembali ke laboratorium utama dan sedikit berdiskusi. *tanda – tanda kegagalan praktikum terdeteksi*

Tiba – tiba di pojokan meja diskusi kami, seorang teman menemukan bungkusan putih dan berteriak sambil tertawa, “hahahahaa.. lihat deh ini apa!”

Dan saat kami lihat bungkusan itu, tulisan di atasnya menjelaskan semua yang kami diskusikan:

IBUPROFEN

Ya, pantas saja garamnya tidak terbentuk, ibuprofen-nya saja tidak kami tambahkan. Sisa setengah jam lagi, modul gagal, dan praktikum akan usai. Akhirnya kami hanya bisa mengabadikan kegiatan kami dalam foto ini:

Laboratorium DSSO

Karena kejadian ini, saya dan teman – teman kelompok selalu tertawa mengingat mata kuliah DSSO ini🙂. Hahaha.. setiap praktikum yang saya jalani sejak menginjakkan kaki di jurusan farmasi ini memiliki ceritanya masing – masing. Begitulah praktikum yang saya hadapi di farmasi. Menarik kan?

3 Comments leave one →
  1. Salman Muttaqien permalink
    25/06/2011 5:57 pm

    sudah 3 kelompok yang mengerjakan gagal pula….:))

    • Dwi Putri Y. Y. permalink*
      25/06/2011 6:39 pm

      epic failed banget ya praktikum ini.. hehehee…🙂🙂
      Sering – sering mampir di blog ini ya, Salman🙂

      • Salman Muttaqien permalink
        25/06/2011 8:17 pm

        baiklah, biasanya saya mantengin tapi jarang komen….

        hehehe

        *bukan tipikal orang yang mudah mengumbar kata*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: