Skip to content

HERE COMES AUNT IRMA!

25/06/2011

Who on earth is Aunt Irma? Do you know her? Oh how would you know.

Fine, enough for chit chat.

Bagi kamu yang pernah nonton serial The IT Crowd Season 1 Episode 6 berjudul “Aunt Irma Visits” pasti tahu siapa tante Irma. Di episode ini, Jen (salah satu pemeran di serial ini) sedang mengalami PMS (Premenstrual Syndrome) yang diikuti dengan gejala yang bersifat emosional seperti mudah marah, merasa tidak aman, dan gejala emosional lainnya. On that scene Jen explains to Roy and Moss (her workmates) that her ‘Aunt Irma’ is visiting.

Awalnya Roy dan Moss tidak mengerti…

…therefore she explains that she has very powerful mood swings around a certain time every month, which leads to Roy and Moss displaying the same symptoms, it turns out their period synchronize. (Haha silly!).

Sudah mengertikah siapa tante Irma? Saya kira penjelasan diatas sudah cukup menjelaskan siapa (atau apa) tante Irma. Sekarang saatnya kita mengupas identitas tante Irma yang sebenarnya.

Tante Irma atau dalam istilah kedokteran disebut Premenstrual Syndrome (disingkat menjadi PMS) biasa mengunjungi wanita (ingat, hanya WANITA) setiap bulan, satu atau dua minggu sebelum menstruasi datang. Biasanya gejala menghilang setelah menstruasi datang. Akan tetapi, tidak semua wanita mengalami PMS. Insidensi dari PMS menunjukkan sekitar 80% wanita yang didatangi oleh tante Irma. Berdasarkan data yang diperoleh dari studi epidemiologi menunjukkan tidak lebih dari 20% wanita usia produktif dalam reproduksi mengalami PMS. Faktor yang menyebabkan timbulnya gejala PMS belum diketahui secara pasti tetapi terdapat beberapa faktor yang dicurigai dapat menyebabkan munculnya gejala PMS, diantaranya:

  1. Perubahan kadar hormon reproduksi dalam tubuh selama fase luteal dari siklus menstruasi pada beberapa wanita sehinggga menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara hormon estrogen (menjadi lebih banyak) dan progesteron (menjadi lebih sedikit). As you know that progesterone interacts with certain parts of the brain that deal with relaxation.
  2. Menurunnya kadar serotonin dalam tubuh yang merupakan senyawa kimia pada otak (dikenal dengan sebutan neurotransmitter). Serotonin regulates many functions, including mood and sensitivity to pain.
  3. Defesiensi vitamin dan mineral.
  4. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi dapat meningkatkan jumlah cairan dalam tubuh. Fluid overload may cause some of the symptoms of PMS, especially swelling and weight gain, and may also aggravate some negative self perceptions and thus worsen emotional symptoms at this stage of the menstrual cycle.
  5. Minuman beralkohol dan mengandung kafein dapat mengakibatkan terjadinya perubahan mood dan energi. Alcohol and caffeine are stimulant and they affect the central nervous system.

Gejala-gejala yang muncul selama PMS antara lain:

  1. Muncul jerawat
  2. Nyeri pada bagian payudara
  3. Mudah lelah
  4. Sulit tidur
  5. Perut kembung, konstipasi, atau diare
  6. Sakit kepala atau nyeri punggung
  7. Nafsu makan bertambah
  8. Nyeri pada bagian otot atau sendi
  9. Konsentrasi berkurang
  10. Depresi dan cemas
  11. Mudah menangis, mudah marah, perubahan mood yang drastic

Setiap wanita memiliki gejala yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya.

Query, How to deal with Aunt Irma?

Akibat yang ditimbulkan gara-gara gejala PMS ini cukup merugikan. Selain secara fisik terganggu, kondisi lingkungan di sekitarnya pun ikut terganggu karena hal ini dapat menyebabkan munculnya ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh gejala-gejala PMS yang ditimbulkan. Sehingga banyak orang yang ingin menghilangkan atau mengurangi gejala PMS. Some treatment options include:

–       Perubahan gaya hidup

Jika PMS yang dialami tidak parah, dengan mengubah gaya hidup dapat membantu penderita PMS merasa lebih baik. Hal-hal yang harus dilakukan untuk menghilangkan gejala-gejala PMS yaitu:

  • Rutin berolahraga.
  • Konsumsi makanan sehat, misalnya buah-buahan, sayuran, dan gandum.
  • Hindari garam, makanan tinggi gula, kafein, dan alkohol. Terutama ketika sedang mengalami gejala PMS.
  • Tidur cukup.
  • Atasi stress dengan baik. Berbicaralah dengan sahabat dekat mengenai masalah yang sedang dialami, olahraga, menulis diary, yoga, pijat, atau terapi relaksasi.
  • Jangan merokok.

–       Pengobatan

Obat-obatan penghilang sakit yang dijual bebas dapat membantu menghilangkan gejala PMS secara fisik, misalnya sakit kepala, nyeri punggung, nyeri otot/sendi, nyeri payudara, dan kram. Obat yang biasanya digunakan diantaranyya Parasetamol, Ibuprofen, atau Aspirin. Pada kondisi PMS yang parah biasanya dokter memberikan obat yang harus diresepkan.

–       Terapi alternative

Vitamin dan mineral tertentu dapat membantu mengatasi gejala PMS diantaranya asam folat (400 mg), kalsium dengan vitamin D, magnesium (400 mg), vitamin B6 (50 – 100 mg), dan vitamin E (400 IU).

So ladies, don’t give up on Aunt Irma. Stay strong, stay smart, and stay healthy! 

Referensi :

http://www.womenshealth.gov/faq/premenstrual-syndrome.cfm. Diakses tanggal 18 Juni 2011.

http://www.medicinenet.com/premenstrual_syndrome/article.htm#1whatis. Diakses tanggal 18 Juni 2011.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: