Skip to content

Sang Pelindung Kulit

04/07/2011

Sering memakai produk kosmetik yang mengandung SPF? Udah paham belum serba serbi SPF? Atau malah baru denger? Coba kita intip dulu opini beberapa teman tentang SPF :

“Taunya SPF itu yang ada di bedak, lotion, dan produk-produk kecantikan gitu. Singkatan dari sun protection factor. Biasanya ada angkanya. SPF 12, 24, makin gede angkanya, makin lama kita ‘tahan’ matahari.” (Vivi Laura, Financial Analyst)

“SPF, sun protection factor yang berguna buat melindungi kulit dari sinar UV.” (Yulia Dwi Anggraeni, Announcer Star 90.5 FM)

“SPF stands for Sun protecting factor. Untuk perlindungan terhadap matahari.” (Irwansyah-Mahasiswa Matematika MIPA Universitas Lambung Mangkurat)

“SPF itu yang biasa di kosmetik, kayaknya pelindung kulit dari sinar matahari.” (Fakhrina Khairati, English Teacher)

“SPF itu buat perlindungan dari sinar UV.” (Maya Ayu Permatasari, Mahasiswi)

“SPF itu sun protecting factor kalo ga salah. Itu nilai yang biasa nongol di kosmetik yang ada tabir suryanya, ada spf 15, 30, dan lain-lain. Intinya terkait lama kulit bertahan setelah sekian waktu terpapar sinar UV.” (Wenny Theresia Sinaga, Mahasiswi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat)

“SPF atau sun protecting factor itu kemampuan tabir surya buat melindungi kulit dari sinar UV. Terutama UV B. Biasanya lama waktu perlindungan tergantung dari lamanya paparan sinar matahari yang bisa bikin kulit merah, tapi nggak pake sun block.” (Anastasia, Mahasiswi Apoteker UNPAD)

“SPF itu Sun protection factor.” (Leo Wiryana – Mahasiswa Kedokteran)

Bagi para wanita, istilah SPF pasti sudah tidak asing lagi di telinga, terutama bagi yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia. Produk kosmetik yang memiliki SPF cukup laris dicari para kaum hawa yang tidak ingin kulitnya terbakar sinar matahari. Tapi, sudahkah anda mengetahui apa itu SPF dan manfaatnya bagi kulit? Jangan sampai salah kaprah ya.. Simak dulu yuk info singkat berikut ini.

Sebenernya SPF itu apa sih?

SPF adalah angka yang menunjukkan lama (waktu) suatu produk dapat melindungi kulit dari sinar UVB, dibandingkan dengan lama kulit mulai memerah akibat paparan sinar matahari. Kulit yang terkena sinar matahari dalam kondisi tidak terlindungi akan mulai memerah dalam waktu sekitar 20 menit. Maka, jika suatu produk memiliki kandungan SPF 10 akan memiliki kemampuan untuk melindungi kulit selama 10 x 20 menit = 200 menit (3 jam 20 menit). Semakin besar nilai SPF suatu produk, maka akan semakin lama kemampuan suatu produk untuk melindungi kulit dari paparan sinar UVB, dan bukan menyatakan kekuatannya yang semakin besar. Produk yang memiliki nilai SPF lebih dari 30, hanya melindungi 4% lebih banyak paparan sinar UVB.

Apa bedanya UVA dan UVB?

UVB merupakan sinar matahari dengan panjang gelombang pendek (290-320 nm). Lebih berpotensi menyebabkan kulit terbakar jika dibandingkan dengan UVA. Paparan sinar ini juga dapat memicu terjadinya kanker kulit. Sedangkan UVA merupakan sinar matahari dengan panjang gelombang yang lebih besar (320-400 nm). Meskipun tidak terlalu berpotensi menyebabkan kulit terbakar, namun sinar UVA berpenetrasi lebih dalam daripada sinar UVB, dan dianggap sebagai penyebab utama terjadinya kerutan. SPF hanya menunjukkan standar perbandingan lama waktu perlindungan terhadap UVB saja, sedangkan pada UVA belum ada angka parameternya. Namun, saat ini sudah terdapat beberapa produk yang tidak hanya melindungi kulit dari UVB saja, namun juga UVA. Produk yang dapat melindungi kulit dari sinar UVA dengan kemampuan yang sama seperti melindungi dari UVB, dapat disebut sebagai broad-spectrum protection.

Istilah sunscreen dan sunblock apakah sama saja?

Sunscreen bekerja secara kimia menyerap sinar UV, sedangkan sunblock secara fisik memantulkan sinar UV. Sunscreen memiliki kemampuan menghalangi sinar UVB secara efektif, tapi memiliki proteksi terhadap sinar UVA yang lebih kecil. Namun dengan penambahan beberapa senyawa aktif tertentu produk tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap UVA juga. Senyawa aktif yang berperan dalam perlindungan kulit dari sinar UVA antara lain avobenzon, zink oksida, titanium dioksida, benzofenon, sinamat, salisilat, dan sulisobenzon.

Lalu, bagaimana memilih SPF yang tepat untuk kulit kita?

Aktivitas sangat berpengaruh dalam penentuan SPF yang perlu digunakan oleh kita. Tentunya akan lebih membutuhkan produk dengan SPF yang tinggi jika kita berkegiatan di lapangan dimana kulit kita akan terpapar matahari secara langsung lebih lama. Beberapa faktor juga harus kita perhatikan agar produk sunscreen atau sunblock yang kita gunakan menjadi efektif, salah satunya keringat. Ketika kita berkenringat maka akan mengurangi lapisan sunscreen atau sunblock yang sudah kita oleskan di kulit. Oleh sebab itu, sebaiknya kita mengoleskan kembali setiap 2 jam sekali agar perlindungan kulit tetap maksimal. Begitu juga ketika berenang, sebaiknya setelah keluar dari air kita oleskan kembali di kulit secara merata. Meskipun kita menggunakan sunscreen yang ideal, tetap saja ada kemungkinan sedikit sinar UV yang memapar kulit dapat berpenetrasi. The Skin Cancer Foundation merekomendasikan penggunaan SPF setidaknya 15 yang dapat mengahalangi sekitar 93% UVB, didukung juga dengan perlindungan kulit lainnya seperti menggunakan baju yang menutup kulit, topi, kacamata, dll.

Jadi, ayo pintar – pintar memilih produk dengan SPF yang sesuai untuk kulit dan aktivitas kita ya!

Sinar matahari? Siapa takut?😀

(Oleh : Citta Masyita & Dyan Fitri Nugraha)

Referensi:

http://jaxmed.com/articles/wellness/spf.htm

http://dermatology.about.com/cs/skincareproducts/a/spf.htm

http://www.collagenelife.com/spf_sunscreen.html

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: