Skip to content

Si Vitamin

15/07/2011

Kalau anda pernah iseng-iseng atau memang sengaja  mengamati  deretan  produk vitamin, baik di apotek maupun mini market, pasti anda akan mendapati beragam produk vitamin tunggal maupun multivitamin yang berbaris rapi menunggu untuk dibeli.

Atau

Ketika menyaksikan tayangan televisi, tentu anda sering menjumpai iklan-iklan produk vitamin yang mengungulkan khasiat untuk menjaga daya tahan tubuh. Bahkan produk makanan olahan sampai jajanan anak-anak pun tidak sedikit yang mencantumkan kandungan beberapa vitamin tertentu.

Sebenarnya, apa makna vitamin yang sering diperbincangkan ini?

Vitamin ini merupakan mikronutrisi. Nah, kalau istilah nutrisi pasti sudah sangat akrab dalam bahasan sehari-hari. Nutrisi merupakan komponen yang diperlukan untuk pembentukan energi, pertumbuhan badan, kelangsungan homeostatis dan fungsi fisiologis tubuh. Nutrisi dapat berupa makronutrisi dan mikronutrisi. Makronutrisi seperti lemak, karbohirat, dan protein diperlukan dalam jumlah yang banyak. Sedangkan vitamin dan mineral yang termasuk dalam mikronutrisi ini hanya dibutuhkan dalam jumlah yang kecil (mg) yang berperan penting dalam metabolisme tubuh. Vitamin ini sangat penting untuk menunjang terjadinya reaksi metabolisme di dalam tubuh. Mengingat pentingnya peran vitamin, tentu terjadinya kekurangan vitamin (defisiensi) dapat mengganggu fungsi normal tubuh, bahkan dapat membahayakan tubuh (tergantung  jenis defisiensi yang dialami.red).

Lalu, siapa sajakah anggota vitamin?

Anggota vitamin terdiri dari golongan vitamin yang larut lemak dan vitamin yang larut air. Golongan vitamin larut lemak meliputi  vitamin A, D, E, dan K. Sedangkan vitamin yang larut air terdiri dari vitamin B1, B2, B6, B12, C, asam folat, dan nikotinamid. Ternyata anggota vitamin ini cukup banyak ya dan setiap anggota vitamin ini tentu memiliki fungsi tersendiri dalam tubuh.

Berikut ini sekilas penjelasan tentang masing-masing vitamin:

 

Vitamin A (Retinol)

Vitamin A sangat penting dalam mendukung fungsi penglihatan. Vitamin A dapat terbentuk dari karoten yang disebut juga sebagai pro vitamin. Jika kekurangan vitamin A dapat menyebabkan berkurangnya kualitas penglihatan, buta senja, dan kulit kering. Sumber makanan bervitamin A adalah sayuran dan buah-buahan.

Vitamin D (Kalsiferol)

Vitamin D berperan dalam metabolisme Kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi . Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rachitis. Vitamin D ini dapat dibuat ditubuh dengan bantuan sinar UV dikulit. Selain itu juga, dapat diperoleh dari minyak ikan, keju, margarin, ikan, sereal, dll.

Vitamin E (Tokoferol)

Vitamin E sebagai antioksidan dalam tubuh, terutama untuk mencegah oksidasi seperti oksidasi LDL, si lemak jahat. Selain itu juga, berperan dalam beberapa enzim. Sumber vitamin E dapat berasal dari kacang-kacangan dan minyak ikan. Jika terjadi kekurangan vitamin E ini, tidak terdapat suatu kondisi defisiensi yang spesifik.

Vitamin K

Vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah. Jika kekurangan vitamin K akan menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah, terutama saat terjadi luka. Vitamin K terdapat pada susu, kuning telur, juga pada sayuran segar.

Vitamin B1 (Thiamin)

Vitamin B1 bersama vitamin B lainnya berperan sebagai koenzim dalam reaksi metabolisme dalam tubuh.  Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan lemah, lesu, nafsu makan menurun, pegal-pegal, dan penyakit beri-beri. Sumber vitamin B1 terdapat pada gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan

Vitamin B2 (Riboflavin)

Seperti vitamin B1, vitamin B2 juga berperan sebagai koenzim. Kekurangan vitamin ini akan muncul gejala dermatitis wajah, vaskularisasi kulit, konjungtivitis. Sumber vitamin B2 ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu.

Vitamin B6 (Piridoksin)

Sebagai koenzim, terutama untuk reaksi yang melibatkan asam amino. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan dermatitis, kram, neuritits perifer. Vitamin B6 diberikan pada pasien yang menggunakan obat Isoniazid (INH), penderita TB. Sumber vitamin B6 diantaranya adalah hati, ginjal, daging unggas, dan ikan.

Vitamin B12, Asam Folat, dan Zat Besi

Vitamin B12, asam folat, dan zat besi berperan dalam proses pembentukan sel dalam merah. Jika terjadi kekurangan ketiganya atau salah satu saja dapat menyebabkan gangguan pembentukan sel darah merah (Anemia), seperti yang telah dibahas diartikel sebelumnya. Vitamin B12 diproduksi pada bagian kolon oleh bakteri. Makanan yang banyak mengandung vitamin B12 adalah hati, daging, ikan, dan susu. Asam folat berperan dalam pembelahan sel, sangat penting pada ibu hamil untuk mencegah anemia. Asam folat terdapat pada hati, susu, dan sayuran berdaun.

Vitamin  C (Asam askorbat )

Ternyata vitamin C ini disintesis di tanaman maupun hewan, dan hanya manusia, kera, serta marmot yang tidak mensintesis vitamin C sendiri sehingga memerlukan asupan vitamin C dari luar tubuh. Vitamin C ini penting karena berperan sebagai antioksidan, metabolisme hormon anak ginjal, penguraian asam amino, pengubahan asam folat jadi tetrahidrofolat, penebalan pembuluh darah, peningkatkan aktivitas trombin dalam penyembuhan luka, peningkatan kolagen, dan juga berkaitan dengan peningkatan sistem imun. Kekurangan vitamin C dapat menyebabakan terjadinya kelelahan, pendarahan, luka pada mulut, gigi tanggal dini, dan juga kulit kering. Oleh karena itu lah, vitamin C itu begitu terkenal diantara vitamin lainnya, bahkan sering salah penggunaan atau berlebihan dalam konsumsinya.

Bagaimana penggunaan vitamin ini dengan benar?

Mengingat vitamin ini sebagian besar bersumber dari makanan dan ada juga yang disintesis didalam tubuh, maka dengan mengonsumsi makanan yang bergizi cukup dan seimbang tentu akan memenuhi kebutuhan vitamin seperti yang telah dibahas dalam artikel Hati – Hati Mengosumsi Suplemen.

Namun demikian, konsumsi vitamin secara khusus juga dapat saja diperlukan saat kekurangan vitamin dengan gambaran gejala yang telah dijelaskan. Dalam kondisi tersebut, status vitamin dapat berubah menjadi obat dengan dosis penggunaan tertentu. Pembahasan lebih lanjut mengenai penggunan vitamin baik sebagai mikronutrisi maupun sebagai bahan obat, akan diulas di artikel selanjutnya. Tunggu kelanjutan kisah tentang si vitamin ini ya!

2 Comments leave one →
  1. 25/11/2015 7:48 am

    btw infonya keren and berguna. ,

Trackbacks

  1. Vitamin E « Apoteker Bercerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: