Skip to content

Cek Indeks Glikemik Dalam Makananmu

17/07/2011

Sebagian besar orang biasanya rajin memilih-milih makanan atau minumannya karena khawatir dengan kadar lemak atau kolesterol dalam tubuhnya. Namun, bagaimana dengan kadar gula? Pernahkah hal ini diperhatikan?

Bagi sebagian orang yang tidak memiliki penyakit diabetes, menjaga kadar gula dalam darah ketika akan mengonsumsi makanan atau minuman memang terkadang menjadi hal yang terlewat. Padahal, hal ini juga penting lho. Terkadang kita tidak menyadari makanan atau minuman yang kita konsumsi dapat meningkatkan kadar gula dalam darah di tubuh kita.

Nah, pada artikel ini kita akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan potensi kadar gula dalam asupan makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari, dimulai dari : Indeks Glikemik.

Selamat menyimak!😀

Apa itu Indeks Glikemik?

Indeks glikemik (GI) adalah:

  • indeks angka yang mengurutkan karbohidrat berdasarkan kecepatan respon gilkemiknya (perubahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam tubuh).
  • skala yang digunakan untuk mengindikasi seberapa cepat dan seberapa tinggi suatu makanan dapat meningkatkan level glukosa dalam darah.

Indeks glikemik menggunakan skala 0 – 100, semakin tinggi angka indeks glikemik semakin cepat dan semakin banyak meningkatkan kadar gula dalam darah. Glukosa murni, sebagai standar, memiliki angka indeks glikemik 100.

Kadar gula dalam darah penting dalam proses pembentukan energi. Ketika kadar gula darah menurun drastis, tubuh akan berusaha meningkatakan kadar gula dengan beberapa cara, salah satunya dengan mengambil glikogen dari otot untuk diubah menjadi glukosa. Sebaliknya, ketika kadar gula darah tinggi, tubuh akan mengeluarkan insulin untuk menurunkan kadar gula dalam darah dengan cara meningkatkan pemasukan gula darah ke dalam sel yang membutuhkan. Jika tidak mengatur pola makan sehingga kadar gula dalam darah kita selalu tinggi, maka akan meningkatkan resiko terkena diabetes. Meskipun salah satu faktor resiko penyebab diabetes adalah genetik, namun bukan berarti pola hidup yang sehat juga dilupakan. Asupan gula yang masuk ke dalam tubuh harus sesuai dengan aktivitas, sehingga sesuai kebutuhan. Hal ini akan menurunkan resiko penyakit diabetes.

Lalu, makanan apa saja yang indeks glikemiknya tinggi?

Berikut ini adalah beberapa contoh jenis makanan dan minuman berikut kadar Indeks Glikemiknya :

Jenis Makanan Indeks Glikemik Jenis Makanan Indeks Glikemik
Kacang (113g) 14 Blueberry Muffin 59
Jeruk bali (166g) 25 Donut 76
Apel (138g) 38 Waffles 76
Wortel (72g) 47 Kue sponge 46
Jeruk (131g) 48 Coklat batang 49
Pisang (136g) 52 Kripik kentang (114g) 54
Semangka (154g) 72 Makaroni dan keju (166g) 64
Pizza (260g) 30 Popcorn (16g) 72
Spaghetti (140g) 42 Madu (21g) 55
Kentang panggang (173g) 85 Roti gandum 53
Kerang 68 Oatmeal (234g) 58
Mie instan 46 Es krim (72g) 61
Kismis (43g) 64 Es krim (low fat) 50
Beras putih (186g) 64 Susu (murni) 22
Gula (sukrosa) (12g) 68 Susu (skimmed) 32
Roti tawar (30g) 70 Susu (rasa coklat) 34
Wafer krakers 78 Yoghurt lowfat (245g) 33

               Menemukan makanan atau minuman yang sering anda konsumsi?

Bayangkan saja jika kita termasuk orang yang (sangat) rajin mengonsumsi makanan  atau minuman tersebut secara berlebihan. Berapa banyak kadar gula darah meningkat?

Hal penting yang perlu diingat adalah selain indeks glikemik yang tinggi, ada beberapa hal yang juga mempengaruhi potensi kadar gula dalam makanan, yaitu respon masing – masing individu, kuantitas makanan yang dikonsumsi dan juga cara pengolahan bahan makanan. Contohnya saja permen yang memiliki indeks glikemik yang tinggi, namun jika hanya dikonsumsi dalam jumlah yang kecil, tentu tidak akan meningkatkan kadar gula dalam darah secaraa drastis. Contoh yang lain adalah nasi goreng dan nasi biasa. Ternyata, nasi goreng memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dari nasi biasa lho! Namun, jangan lupa juga, di dalam nasi goreng juga terdapat banyak kandungan minyak yang cukup banyak.

Duh, mau makan aja ribet yak?

 

Ribet, mungkin karena kita tahu “profil” makanan yang akan kita konsumsi. Dengan lebih mengenal makanan atau minuman yang kita konsumsi, kita jadi bisa mengatur dan menyiasati pola makan kita sehari – hari. Intinya, yang penting pas dan sesuai kebutuhan. Jadi, bukan berarti yang indeks glikemiknya tinggi pasti berbahaya untuk dikonsumsi. Namun, waktu konsumsinya mungkin yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Contohnya, pada saat kita kekurangan glukosa dalam darah, tubuh akan terasa lemas bahkan bisa sampai pingsan. Pada saat seperti itu, dibutuhkan asupan gula yang mudah diserap tubuh, misalnya teh manis, coklat, air gula, dll yang mudah didapat.

Mengenal potensi kadar gula dalam darah tidak hanya penting untuk yang diabetes lho, namun bagi yang masih sehat juga membutuhkan agar bisa tetap menjaga kesehatannya. Apalagi jika disekitar kita ada kerabat yang memiliki penyakit diabetes, kita dapat membantu mereka dengan menjaga asupan gula yang dikonsumsi dan memperhatikan jenis serta porsi makanannya.

Yuk, sama – sama kita jaga kesehatan!😀

Referensi:

http://www.whfoods.com/genpage.php?tname=faq&dbid=32

http://nutritiondata.self.com/topics/glycemic-index

One Comment leave one →
  1. 15/01/2015 9:37 am

    Thanks sharingnya,Kebetulan kita sesama Calon Apoteker niy😀 untuk solusi pemilihan pemanis bagi penderita Diabetes/Yang Beresiko Diabetes, Jangan Takut Makan Manis mari kita bijak memilih dan mengkonsumsinya silahkan baca disini ya http://kingbitterhoney.blogspot.com/2015/01/pemanis-alami-vs-pemanis-buatan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: