Skip to content

MENJADI APOTEKER TIDAK MUDAH

24/10/2011

Ujian apoteker Institut Teknologi Bandung. Pada awal saya mendaftar apoteker di universitas ini, saya hanya mengetahui sedikit dari pendidikan apoteker yang akan saya tempuh. Pertama kali yang saya liat adalah biaya. Tidak sedikit biaya pendidikan apoteker dalam setahun. Untuk mereka yang sarjananya bukan dari ITB, harus membayar sekitar 20 juta. Terlihat kecil bukan? Bagaimana kalau seperti ini? Rp. 20.000.000,00. Terlihat banyak sekali bukaaan…??  Saya mendaftar tahun 2010, sebelum saya menjadi seorang sarjana dengan sah. Saya tidak tau sekarang berapa biaya yang dibutuhkan untuk menempuh pendidikan apoteker. Tapi memang, memang semua pendidikan sekarang mahal. Saya tidak mengerti siapa yang harus disalahkan. Mungkin mereka yang malas atau tidak taat membayar pajak. Skip.

Hal lain dari universitas ini? Yang saya tau ini adalah universitas favorit. Terbukti dengan tes masuknya yang sangat susah, dan rumornya lulus lebih susah lagi. Sejauh yang saya rasakan, rumor itu terlihat benar. Alhasil, pendek cerita, saya resmi menjadi mahasiswa apoteker ITB. Meski perlu beberapa hari saya meyakinkan diri bahwa ini adalah nyata.

Di bulan Oktober 2010, saya resmi pertama kali menjadi perantauan dan anak kost’an. Saya masih belum mengetahui apa itu ujian apoteker. Sebenarnya, saya memang tidak mengetahui apa yang sekarang sedang-akan terjadi pada saya selama pendidikan apoteker. Pertama kali saya mengetahui tentang ujian apoteker adalah dari seorang senior Oktober 2009. Apa yang dia katakan kepada saya? Dia menanyakan sesuatu kepada saya yang membuat saya menjadi galau selama beberapa menit. Pertanyaannya adalah, “Kenapa kamu malah masuk ITB..??” diikuti dengan ekspresi merinding dari wajahnya.

Sampai pada pertengahan tahun 2011, tepatnya bulan Agustus, saya yang mendapatkan giliran memasuki tahapan akhir ini. Ujian apoteker. Ternyataaa… Ujian apoteker itu adalah ujian ketahanan mata, ketahanan jari, ketahanan mental, ketahanan fisik, ketahanan pikiran. Lebay? Lihat dulu deskripsi ujiannya, baru berkomentar. Ujian pada saat itu dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, adalah ujian penelusuran pustaka atau yang lebih familiar dengan singkatan UPP. UPP merupakan ujian menulis dengan kebutuhan buku yang sangat amat banyak. Kebutuhan banyak itu dikarenakan banyak aspek yang harus ditulis. Dari profil keabsahannya (Undang-undang), Farmakologinya, farmasetiknya, analisisnya, dan bagaimanan penampakannya dalam bentuk kemasan. –nya yang dimaksud dari tadi adalah zat aktif. Contohnya seperti Ambroxol, Hydralazine, Paracetamol, dan lain-lainnya. Ditulisnya berapa banyak sih? Tergantung dari masing-masing zat aktif dan besar-kecil tulisan seseorang bila diukur dari jumlah halaman. Yakinlah, ini banyak. Saya saja mendapatkan 53 halaman tulis tangan pada UPP ini. Ujian tahap satu ini hanya dua hari. Dua hari mencari literatur, memikirkannya, menimbang, memutuskan, dan menulis, memiliki kesimpulan, dua hari tidaklah cukup untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Keberlanjutan dari tahap pertama adalah sidang. Dimana kami diuji dari 10-12 praktisi dan dosen. Yang diuji adalah tentang seputar UPP yang telah kami kerjakan. Selain itu pengetahuan umum seperti Undang-Undang, industri, apotek, rumah sakit, semua dilibas. Semua ditanyakan. Untunglah saya lulus tahap satu tanpa peringatan. Alhamdulillah. Saya masih ingat suasana pada pengumuman kelulusan tahap satu waktu itu. Ada yang menangis menelpon orang tua, ada yang menangis berpelukan, ada yang sujud syukur, ada pula mereka yang tidak hadir dari awal karena takut. Seingat saya ujian tahap satu mengugurkan sekitar 10 orang. Dua diantaranya sejurusan dengan saya, jurusan Pelayanan Farmasi.

Berikutnya adalah ujian tahap dua demi mendapatkan gelar apoteker. Tahap dua ini berbeda tergantung masing-masing jurusan. Pelayanan Farmasi mendapatkan dua hari UPP dengan soal yang dimodifikasi, plus satu hari konseling pada pasien selama 20 menit dan diskusi dengan apoteker selama 40 menit mengenai soal yang dimodifikasi tersebut. Soal dimodifikasi menjadi sebuah kasus yang memerlukan analisa super mendalam. Sedangkan untuk jurusan PPM, saya lupa apa kepanjangannya, basis mereka adalah industri farmasi, sehingga selama ujian tahap dua mereka melakukan pembuatan obat sampai kemasannya. Obat-obat yang biasa kita lihat di pasaran.

Saya lulus. Semua author calon apoteker bercerita lulus ujian apoteker. Alhamdulillah. Tapi ada sesuatu yang mengganjal. Saya lulus dengan peringatan. Setelah konfirmasi, saya divonis menyatakan memperbolehkan pasien menyuntik sendiri tanpa bantuan tenaga kesehatan. Begini ceritanya. Mungkin ada baiknya saya beritahu soal yang saya dapatkan terlebih dahulu.

Saya mendapatkan Injeksi Hydralazine. Itu adalah soal saya pada UPP pertama. Hydralazine adalah vasodilator arteri yang baik. Biasa digunakan untuk pasien hipertensi urgensi atau emergensi. Pasien dengan tekanan diastolik >120 mmHg. Besar kemungkinan adanya organ pasien yang rusak disebabkan tekanan darah yang sangat tinggi ini. Nah, untuk soal kedua, pasien hamil hipertensi (preeklampsia) berumur 27 tahun berat badan 60 kg, dengan keluhan hipertensi dan pusing. Obat yang diberikan adalah injeksi Hydralazine dan tablet paracetamol.

Logika saya, tidak mungkin pasien yang datang mengambil obat. Dalam kasus ini, pasien pasti sedang mengalami tekanan darah yang begitu hebat. Sehingga tidak memungkinkan baginya untuk mendatangi saya dan mengambil obat. Tapi kenyataannya berbeda. Pasien preeklampsia itu mengambil obatnya sendiri. Ini aneh. Bila pasien masih bisa berjalan dan berdiskusi dengan saya, mengapa harus diberikan Hydralazine? Lebih-lebih, mengapa harus diberikan sediaan injeksi? Mengapa tidak diberikan tablet metildopa saja yang keamanannya paling baik untuk penanganan hipertensi ibu hamil?

Pasien menanyakan kepada saya apakah boleh untuk menyuntikkan sendiri, saya jawab tidak. Berkali-kali saya bilang tidak boleh. Tapi pasien terus menanyakan kepada saya dengan alasan bila pasien mengalami tekanan darah tinggi yang hebat, yang dapat berakibat fatal, apakah tidak boleh menyuntik sendiri? Akhirnya saya memperbolehkan, tapi dengan catatan asal pasien sudah dilatih oleh tenaga kesehatan yang berwenang. Kemudian saya tanya pada pasien, memangnya pasien sudah mendapatkan pelatihan itu? Pasien menjawab tidak. Tentu saja tidak. Mana ada pelatihan semacam itu. Saya melakukan itu sebagai bentuk penolakan halus. Tapi tim penilai menganggap itu sebagai suatu kesalahan.

Ketika saya melakukan konfirmasi, saya mendapatkan pencerahan. Apapun alasannya, pasien tidak boleh menyuntik sendiri. Karena resiko terjadinya kesalahan penyuntikkan sangat besar. Saya jelaskan mengenai penolakan halus yang saya buat. Tapi tetap. Seharusnya saya mengatakan tidak. Tidak ada alasan atau excuse untuk menyuntik sendiri. Harga mati.

Akhirnya, 12 Oktober 2011 menjadi salah satu hari yang penting bagi saya dan teman-teman lainnya. Kami resmi menjadi apoteker. Namun satu yang membuat saya sedih. Kebersamaan saya bersama teman-teman baru sangat sebentar. Seperti baru saja kenal kemarin. Satu yang menarik dari setahun selama kuliah apoteker di ITB. Saya menjadi bergairah untuk kuliah lagi. Perkuliahan yang dibayar sebanyak 20 juta itu pantas menurut saya.

Akhirnya, inilah kami, calon apoteker bercerita, yang segera resmi menjadi apoteker bercerita.

101 Comments leave one →
  1. aristha permalink
    24/10/2011 11:49 pm

    hopefully, i’ll be a good pharmacist like u my brothaa..🙂

  2. zee permalink
    29/10/2011 10:45 pm

    slamat ya buat kakak dah jadi apoteker.hehehe.
    kak, saya mhasiswa farmasi dari non ITB. bisa sharing pngalamannya waktu daftar d ITB g? kakak dari non ITB jg kan? soalnya profesinya saya pngen k ITB. mungkin ada syarat2 khusus? IPK min, TOEFL ato lainnya?

    • 30/10/2011 3:24 pm

      Makasih ya..🙂
      iya.. saya sarjananya dari Farmasi Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) Banjarbaru, Kal-Sel. kalo syarat khusus sih ga ada. IPK S1 saya kemarin cuman 2,98.😀 yang paling penting adalah LULUS TES MASUK.
      sarannya sih kalo mau.. googling atau tanya senior tipe soal tahun2 lalu mengeai tes masuk.. memang sih bakal beda.. tapi tipe soalnya bakal sama.😀

      kalo boleh kasih saran… belajar dari jauh2 hari… karena materinya banyak bangeet. selain itu berdoa jangan lupa… lebih2 meminta doa dari orang tua.🙂

      kalo sharing pengalaman kemarin sihh…. g nyangka bisa masuk ITB, karena yang awalnya mau ngedrop sebagian kecil barang yang dititipin ke kaka tingkat (PEDE ABIS, mikirnya bakal keterima :p) eh.. habis tes malah ga jadi, karena pesimis abis kerjain soal… hehehee…

      Semangat ya Zee..🙂

      • zee permalink
        02/11/2011 3:07 pm

        bgus gtu lho kak IPKnya. hehehe. hampir 3. udh googling kak. ini materinya
        – Biologi Farmasi
        – Farmasetika
        – Farmakokimia
        – Farmakologi
        – Farmasi Klinik
        lho gak ada TPAnya brarti? TOEFLnya jg gak ada?
        emg profesi apt ITB sma unair bgus mn kak? maaf banyak nanya. hehehe.

  3. 02/11/2011 9:19 pm

    ga adaaa..🙂 duh.. semua sih pasti ada bedanya… belom pernah sih kuliah apoteker di UNAIR. jadi ga tau bedanya gimana. :p so far. saya sih puas dengan perjalanan apoteker di ITB.🙂

  4. zee permalink
    03/11/2011 9:50 pm

    alhamdulilah jadi agak berkurang penderitaan. hehehe. oke2 kak. makasih infonya ya… ^_^

  5. riska permalink
    12/06/2012 1:58 pm

    Mau tax kakak..klo masalah biaya pendidikan aptkr d itb͵apakah per semestr ada uang sppx?ato smua langsung d bayar d muka?ato bs diangsur?makasih sebelumx

    • 13/06/2012 8:34 am

      per semester ada biayanya. jadi dibayar per semester. Masalah angsur meangsur sebaiknya dikonfirmasi ke pihak ybs yaaa..🙂

  6. 12/06/2012 8:01 pm

    Wah saya dari Lambung Mangkurat juga loh kak.😀 Ternyata ada yang ngelanjut ke ITB. Saya juga pengen ke sana nanti (masih semester 2) :)). Kuliah farmasi emang nggak gampang ya kak? Tapi pasti orang2 yang bsa melaluinya itu termasuk orang2 yg kuat fisik dan mental😀 Semoga ntar saya bisa nyusul ya kak!🙂 Ayu 2011.

    • 13/06/2012 8:35 am

      Halo Ayu!🙂 iya dong, farmasis itu kudu kuat mental dan fisik, dan harus punya banyak teman!🙂 aminnn.. dituunggu ya!

  7. 15/06/2012 1:50 pm

    Bener kak, kerasa banget kalau punya banyak temen pasti banyak juga yg bantuin kalau lg kesusahan.🙂 Insya Allah.. Semoga bisa, pasti bisa!😀

  8. Sri Intan Oktaviani permalink
    17/08/2012 11:04 am

    Wahh kk hebat, aku baru masuk smk kesehatan logos jurusan farmasi kak,sekarang baru kelas X-Farmasi.. Pengen deh kayak kk , kuliah di ITB🙂 moga aja bisa terwujud.. Aminnn🙂

  9. Marlyon permalink
    31/08/2012 7:31 pm

    tolong donk infonya mengenai biaya apoteker ITB saat ini untuk Alumni Non ITB??

  10. Harvey permalink
    13/12/2012 5:38 pm

    Wadduh berarti mami saya selama ini menyalahi aturan dong. ‘Kan mami penderita DM sudah ampir 13 tahun, dimana sekarang beliau nyuntik insulin sendiri tiap hari pas mau makan. Ini sih dianjurin sama dokternya yaitu Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD, MD, PhD yg ada di RS Husada Mangga Besar (ahli diabet lhoo), dimana dokternya saat itu lebih menyarankan mami untuk suntik dari pada menggunakan obat oral seperti glucophage atau diamicron. Emang sih hasilnya lebih baik pas nyuntik.
    Ohh ya mami saya udah nyuntik insulin sendiri sejak 8 tahun lalu.
    Suntikan insulinnya itu merek actrapid HM Penfill (kalo gk salah, hehehehe), bentuknya kayak pulpen, dan insulinnya dibeli bebas di RS Husadanya seharga kalo gk salah sekarang skitar 700 rb.

    Terus almarhumah nenek saya juga bgitu dulunya (sbelum mninggal) nyuntik insulin sendiri.

    Tapi sekiranya apakah hal ini boleh trus berlanjut ?? Pasalnya, masa iya tiap nyuntik harus panggil tnaga perawat atau dateng ke institusi kesehatan ??? Kan gk efisien juga.

    Ada kok pelatihan buat nyuntik insulin sendiri di RS Husada bagi pasien2 DM yg masih aktif bekerja dan masih bisa beraktivitas rutin.

    • 13/12/2012 7:01 pm

      Tenang saja, untuk Diabetes memang biasanya disediakan alat suntik khusus yang bisa digunakan oleh pasien. Yang penyuntikannya harus sesuai aturan dan anjuran.🙂 Makanya dilaksanakan pelatihan seperti yang teman jelaskan di atas.😀

      Untuk kasus saya, obat yang digunakan bukanlah obat Diabetes, melainkan hipertensi, yang notabene penyuntikkannya tidak memakai alat suntik khusus seperti diabetes, melainkan alat suntik biasa, sehingga rentan terjadi kesalahan pemakaian bila penggunaannya tidak dilakukan oleh orang yang ahli.🙂

      Jadi sebenarnya ini dua hal yang berbeda. Tools yang digunakan juga. Pada kasus teman di atas, sangatlah memang wajar dan diharuskan. Sedangkan kasus saya memang tidak diperbolehkan.🙂

      • 27/02/2013 6:49 pm

        Oke trima kasih kawan atas infonya, sangat berguna sekali untuk mengatasi kesalahpahaman ini.
        Good Luck !!!

  11. 15/12/2012 1:06 pm

    Mendengar cerita Kakak itu, saya menjadi semakin bersemangat untuk masuk farmasi. Tapi biayanyaa… Banyaaak u,u

  12. dian permalink
    24/01/2013 11:59 am

    makasih kak atas info dan pengalamannya…
    mau tanya, biasanya buku-buku yang dipakai untuk profesi apoteker apa aja ya kak baik yg untuk PF dan untuk PPM jg?

    • 10/02/2013 11:11 am

      Banyak sih yang dipakai bukunya, semacam AHFS, Goodman&Gilman, Dipiro, Stockley, Florey, etc. Banyak!!😀

  13. vanieayuriza permalink
    08/02/2013 2:39 pm

    kakak, salam kenal ^^
    saya anak farmasi kak dari universitas sumatera utara sekarang semester 6..
    saya bingung kak antara mau lanjut atau gk lanjut apoteker, saya mau lanjut kak tpi jngan d univ yg sama dgn yg saya jalani sekarang. pengennya di itb..
    pertanyaan saya kak, apakah semua yg telah sarjana farmasi harus melanjut k apoteker?? ap keuntungan kta melanjut k apoteker??
    jujur saya masi galau, antara mw ngelanjut atau gak, mohon sarannya ya kak ^^

    • 10/02/2013 11:16 am

      Dari segi PP maupun UU yang mengatur tenaga kesehatan dan kefarmasian sendiri kita punya posisi lebih bila kita menjadi seorang apoteker. Hehe. Bila hanya sarjana saja, kita hanya tercatat sebagai tenaga teknis kefarmasian, sama dengan AA yang biasanya diambil dari lulusan Sekolah Menengah Kefarmasian.
      Belum lagi dari segi ilmunya, menurut saya pribadi, ketika apoteker saya benar-benar mendapatkan ilmu yang sifatnya lebih praktis dan implikatif di lapangan nanti ketika kita akan bekerja nantinya, baik klinis maupun industri.
      Kalo kata saya sih, lanjutkanlah ke apoteker!🙂
      Sekarang saya sedang menjalani program magister, kalo ditanya kenapa saya kuliah lagi, ya itu karena saya pernah menjalani pendidikan di apoteker! Kenapa? Karena saya sewaktu di apoteker, saya benar-benar merasakan kegunaan ilmu yang selama bertahun-tahun diajarkan. belum lagi adanya kepuasan sosial dalam mengaplikasikan ilmu tersebut. hehe. Makanya ingin mendalami lagi di program magister.
      Kalo kata saya sih, lanjutkanlah ke apoteker!🙂

  14. 18/02/2013 9:23 pm

    Kak mau tanya, dari segi perkuliahan enakan farmasi industri atau farmasi klinis ?
    terus, Denger kabar katanya sekarang program profesi apoteker ini 2 tahun ya ?

    • 21/02/2013 8:23 am

      Tergantung dari minat sih, kalo sesuai minat sih InsyaAllah jadi lebih mudah. Hehehe. Program profesi dua tahun sih udah ancang-ancang setau saya, tapi belum diberlakukan sih sampe sekarang di ITB. Hehehe. Mungkin di univ lain seperti UNAIR,dll sudah.

      • 23/02/2013 7:35 am

        kakak😀 salam kenal. aku lagi apoteker di ITB juga. akhir taun ini ujian nih. doakan ya bisa nyusul kakak sampe magister juga #cita-cita
        di UNAIR masih setahun kak kata temen saya. iya padahal lebih enak kayanya lebih lama kuliah, maksudnya biar kuliahnya tenang dan gak diburu-buru waktu jadi pengalamannya banyak juga.

  15. 01/03/2013 4:36 pm

    Susah juga jdi Apoteker yaa,,,😦

    • 01/03/2013 4:41 pm

      Salam kenal yaa kak,, saya kuliah di jrsan Farmasi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh,, saya skrg kuliah udah smster 4,, saya binggung mw lnjut kuliah apoteker atau gk, soalnya saya tkut ktnya susah ujiannya.. trus Spp nya mahal kali..

      • 01/03/2013 5:38 pm

        Halo aceh!!!
        Hehehe.. Kalo kata saya sih, mending lanjutin ke apoteker kalo ada rejekinya, beasiswa segala macem (IPK dan pengalaman organisasi penting biasanya).
        Trus emang iya kalo ujian apoteker ITB super susah, masuknya susah, keluarnya jauh lebih susah. Hehe. Kalo mau yang relatif “lebih gampang”, banyak kok di univ lain.
        Hehe.. Jangan pesimis dulu ah!! Bisa pasti!!!

  16. vennyfs23495 permalink
    04/03/2013 5:54 pm

    aku mau tanya , aku kan mau kuliah farmasi tros klo seandaikata aku ambil apotekernya d beda fakultas itu bisa ta ? ato farmasi-apoteker itu sepaket. thanks

    • 05/03/2013 9:24 am

      Bisa kok. Tapi biasanya kalo S1-apotekernya satu universitas, biayanya jadi jauh lebih murah. Contohnya seperti dulu saya di ITB, kalo S1nya dari ITB, maka dana per semester 5 juta rupiah tanpa seleksi masuk, sedangkan seperti saya yang dari luar ITB, perlu seleksi masuk terlebih dahulu, dan 10 juta persemester. Itu pas jaman saya dulu ya, di 2010. Kalo sekarang gak tau deh berapa bayarnya per semester.😉

      • Merry Christy Supriosa permalink
        24/04/2013 9:19 am

        Ka, tahun ini sy rncnany mau mask farmasi d unlam tp infony kn cman ada d3 farmasi aja ,trs kalau mislny udh lulus pngen nymbung lg gmana? Ke s1farmasi atau lngsg ke apotekernya? Kalau kaka dlu gmana ..? Mksh🙂

  17. Tika permalink
    06/03/2013 8:29 pm

    Kak , sulit gak materi kuliahn farmasi? Soalnya lbh dominan kimia. Sdgkan saya kimia aja gak ngerti. Saya kls XI.ipa.
    Saya pengen masuk, tp karnaa ada kimia, jd ragu.
    Gmn dong solusinya kk?

    • 07/03/2013 10:42 am

      Yap! Sulit!!! Belum lagi nyawa orang taruhannya. But, let me tell you a story.🙂 dulu waktu saya ujian seleksi masuk apoteker ITB yang sangat susah, saking susahnya, saya sudah mulai persiapan/belajar buat seleksi itu sewaktu semester 7, sewaktu skripsi saya dimulai. Sekitar 10 bulan lamanya. Namun saya nggak sendirian, bersama 4 orang lain yang juga sama sama berasal dari univ lambung mangkurat kal-sel kita mengikuti seleksi di ITB.
      Saya memiliki keraguan besar terhadap teman saya yang bernama Dyera Forestryana, yang SMA nya dulu jur IPS, bukan orang yang mencolok, bahkan baru mulai belajar untuk seleksi masuk hanya dalam hitungan hari-minggu. Dengan sekitar ratusan lembar bahan yang berhasil teman teman saya rangkum. Sangat berbeda dengan teman teman saya yang lain yang sudah belajar dalam hitungan bulan.
      Dan diantara kami berlima, ada 1 orang yang tidak lulus. Saya pikir dia, ternyata bukan.🙂

      Setelah ditanya, ternyata dia belajar sampai semalam suntuk, bahkan pernah di beberapa malam si dia tidak tidur.

      Dan sekarang, teman saya itu di Banjarbaru-Kal sel, menjadi salah satu kepala sekolah di salah satu SMK kefarmasian.

      What a life.😀

      Memang susah belajar di farmasi, capek, dan tanggung jawab yang diemban ga main main!!!

      Mau bagaimanapun rintangannya, seberapa bencinya kamu akan Kimia, tapi dengan usaha yang kuat, doa kamu dan orang tua, InsyaAllah kamu pasti bertahan, bahkan sukses!!!

      Keyakinan kamu terhadap diri kamu sendiri, itu cara mensiasatinya.🙂

  18. indri permalink
    21/03/2013 4:53 pm

    wahh cerita pengalamannya sangat memberi inspirasi, sya sekarang smester 6 kelak pengen segera lulus dan masuk apoteker itb jugaaaaa,, amin ^__^
    mohon bantuan doanya biar cepat lulus dan dimudahkan

  19. 31/05/2013 8:18 pm

    maaf kaa aku mau nannya, masuk apteker tuh ribet gak sih ?
    soalnya aku pingin dimasukin sekolah apoteker sama orang tua aku. minta kasih tau yaa ka soalnya aku juga masih bingung

    • 04/08/2013 10:53 am

      Saya kurang tau kalo di univ lain, tapi kalo di itb udah pastinl ribet, capek, tapi buat saya pribadi itu seru! Soalnya pas apoteker kita bener2 difokusin dalam hal yang berbau

      • 04/08/2013 10:54 am

        *kepencet :p (sambungan) …berbau praktis, jadi berasaaa banget ilmu yang dipelajari pas selama S1. Akhirnya tau, kalo belajar pas S1 yang melelahkan dll itu manfaatnya ada. :p

  20. 28/06/2013 7:55 pm

    salam kenal kak,, saya masih kelas XII IPA. rencananya mau masuk farmasi
    kalau untuk tahun ini kira-kira biaya yang dibutuhkan itu berapa ?
    kalo masuk farmasi apa pelajaran kimia itu paling mendominasi ?
    🙂

    • 04/08/2013 10:59 am

      Kalo buat saya sih, dominasi ilmunya adalah ilmu baru! Hehee.. Tapi memang beberapa mata kuliah membutuhkan basic kimia dan fisika. Tapiiii.. Relatif mudah kok dipelajari.🙂 masalah biaya S1 sih saya kurang tau.. Udah banyak perubahan, dan biasanya tiap jalur masuk biayanya berbeda pula. Hehehee

  21. femyf permalink
    26/07/2013 12:26 am

    Menarik banget ceritanya ,
    Mau tanya nih ,
    Saya sekolah di smk bpn tasikmalaya,Jurusan farmasi ,
    Tapi saya tidak begitu pintar + tidak mencintai dunia farmasi .
    Tapi kalo di fikir-fikir buat apa selama ini sekolah di farmasi kalo akhirnya ga minat jadi apoteker .
    Sebaiknya gimana yah ?

    • 04/08/2013 11:03 am

      Saya juga gak pinter2 amat kok, yang penting ada keberanian dan kemauan diikuti doa. Hehehe. Sayaaangg banget kalo gak lanjut apt. Karena menurut UU atau permenkes, *lupa yang mana :p hak dan tanggung jawab Sarjana farmasi sama lulusan SMK farmasi adalah sama. Heu.

  22. 04/08/2013 6:01 am

    Kak, saya rencananya mau masuk farmasi tapi banyak teman saya yang bikin down karna katanya farmasi itu susah pake banget. saya suka obat-obatan, saya juga suka racik-meracik. tapi masih ragu banget kak
    saya sekarang kelas XII keperawatan. kemarin pas PKL udah sedikit tau tentang obat-obat injeksi sama oral
    jadi sebaiknya gimana? saya butuh pencerahan nih😐

  23. 04/08/2013 6:03 am

    Saya suka kimia, tapi kadang gak suka kak
    angin-anginan gitu masalahnya😦
    solusinya kak please😦

    • 04/08/2013 11:05 am

      Emang susah sih, trus kenapa? Kalo kamu suka dan ngerasa itu adalah pilihan tepat dan passion kamu disana, yaaa… Masih butuh saran saya? Sikaaatt! Hee

  24. Evi permalink
    08/08/2013 6:22 pm

    salam hangat…
    sy maba farmasi 2013 di ptn makassar
    sy sangat senang dgn blog ini, sangat berguna yeeaayyy ( belum masuk farmasi sj sdh merasakan manfaatnya :p )
    mau share satu kegalauan nih buat teman2 semua, terutama kak rinnugraha
    sorry before, kalo ini akan kepanjangan
    well, awalnya pilihan pertama sy pd test masuk ptn jalur tulis SBMPTN itu pend. dokter..
    namun, akhirnya sy keterima di pilihan 2 ini, farmasi..
    sempat campur aduk perasaan sy waktu liat pengumuman, di sisi lain senang dan terharu bs lulus di jalur tulis masuk ptn yg sangat sulit, menghadapi 3ribu lebih peminat farmasi, padahal sy merasa tdk begitu lancar menjawab soal tes.. sy harus bersyukur.
    tapi belakangan ini sy merasa sedih.. sy teringat lagi ini berarti sy tdk lulus di kedokteran😦 yg jd cita-cita sy sejak sma, sy punya impian menjadi dokter bedah, jadi dokter yg mendiagnosis dan menyembuhkan orang, belajar lebih dalam tentang penyakit, dll..
    tapi semua itu sy tau harus sy terima sbg bukan jalan sy.
    belum lagi ada yg bilang, (maaf, ini sy kutip dr pendapat apoteker kenalan ortu), ” mata kuliah di farmasi lebih susah dari kedokteran, tapi toh nanti yang dihargai lulusannya, dilihat msyrkat adalah dokter, kedokteran lebih prospek dari farmasi ”

    tolonglah sy sangat bingung.. this is so complicated!

    apa yang harus sy lakukan agar sy dapat menaruh feel sepenuhnya di farmasi??
    bagaimana caranya agar melupakan kedokteran dan bisa melihat keunggulan kuliah farmasi??

    jawaban yang panjang2 juga ga apa, malah big thanks🙂

    • Alumni Apt ITB permalink
      23/10/2013 9:08 am

      Hmm, saya ada dua jawaban, dilihat dari sisi negatif dan positifnya. Saya dulu juga masuk farmasi merasa ini adalah pilihan yang salah tp Tuhan sudah memutuskan jalan hidup saya seperti itu, saya jalani saja ya walaupun setengah hati. Dilema farmasi di Indonesia : kuliah susah dan juga lama tapi belum dapat pengakuan yang sejajar dengan dokter, masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat yg ujungnya dianggap gak prospek secara salary dibandingkan dokter. Saran saya cuma satu, ikuti kata hati kamu, jangan terpengaruh provokasi orang lain termasuk keluarga kamu. Ini hidup kamu, masa depan kamu, Kamu yang menentukan mau jadi apa. Kalau saya jadi kamu, mungkin akan berfikiran untuk drop out karna kamu masih semester satu, masih banyak kesempatan untuk mulai kuliah di jurusan lain, kedokteran misalnya. Jangan kayak saya sudah tingkat akhir baru sadar kalau kayaknya salah jurusan. Tapi walaupun seberapa sulitnya dan lamanya (minim 5 tahun lho untuk jadi apoteker, dan saya 6 tahun lebih hehe) saya harus berjuang untuk mendapat gelar sarjana dan apoteker itupun juga dg IPK yg juga pas-pas an. Dan semakin syok begitu di dunia kerja yang ternyata tidak memberi prospek yang cerah (secara gaji) untuk apoteker serta birokrasi yang tidak dimudahkan oleh organisasi seperti IAI. Saya tetap bersyukur dengan semua pengalaman yang saya dapat selama ini. Dan saat ini saya baru syok terapi lagi begitu menyadari saya tidak bisa jadi apoteker di negeri orang krn belum ada satupun univ di indo yang lulusan apoteker/farmasi diakui di negara lain. Jadi saran saya : JANGAN MASUK FARMASI, kecuali…km pinter, ga males belajar, suka hafalan2, idealis ga terobsesi dengan gaji yang besar. Okeh, semoga memberi sedikit pencerahan ya.

  25. A.Asrul Juwanda permalink
    16/08/2013 8:40 pm

    Assalamu alaikum! maaf kak mengganggu waktunya. ini dengan asrul dari fakultas farmasi universitas muslim indonesia, makassar semester 7 mau nanya. . ..kak gimana sih seleksi masuk apoteker itb kak?? mohon infonya kak dan apa2 aja yang harus dipelajari kak??kalau ada bahannya ttg itu mohon mungkin bisa di share lewat e mailku aja kak. . . makasih sebelumnya kak. . .wassalam. . .

  26. A.Asrul Juwanda permalink
    16/08/2013 8:58 pm

    SAmbungan. . . mungkin bisa share ttg gimana bentuk soal dan materi2 yang harus dipelajari kak. . thx before. . .moga bisa luLus apoteker itb. . .aminnn…

  27. A.Asrul Juwanda permalink
    16/08/2013 9:00 pm

    infonya .ungkin bisa dikirim lansunke e mailku aja kak. . .

  28. A.Asrul Juwanda permalink
    16/08/2013 9:00 pm

    pharmacy.asrul@rocketmail.com.. .heheeheh

  29. wati permalink
    26/08/2013 12:17 pm

    hebat yaaaaa apoteker ITB, oh iya saya kan semester depan lulus S1 farmasi , mau nanya untuk dapat soaL2 latihan ujian masuk apoteker biasanya didapatkan dimana yaaaaa, mau belajar dari sekarang hihihi

  30. ayuwkd permalink
    27/08/2013 10:19 am

    Awalnya ga ada niat masuk farmasi, malah semua nilai utk pelajaran kimia dbwh standar, sudah terlanjur basah masuk didunia famasi saya pikir jalani ajah slow & ttp percaya diri.

    Walau kadang ngerasa minder, ngerasa paling bodoh, memang banyak yang meremehkan tp ga papa , yakin Allah selalu beri jalan buat kita yang mau belajar bersungguh2, dan Alhamdulillah saya lulus diploma 3 farmasi di BANJARMASIN,,

    dan skrg saya lanjut pendidikan S1di BANDUNG, disini saya rasa persaingan lebih kuat daripada kuliah D3 saya dulu, dan lagi2 saya merasa paling bodoh,
    karena dulu saat kuliah D3 pelajaran kami hanya lbh fokus pada obat2an..
    dan skrg lbh ke industri dgn praktikum2 kimia yg luar biasa byk nya..
    itu klemahan saya smpai skrg, kimia…

    Dan puncak yg paling sangat2 bikin saya frustasi yaitu TA..
    Sampai skrg saya masih bingung mmbuat penelitian apa..
    tp saya ttp yakin Insya Allah saya bisa..
    MOHON DOANYA YA…

    Utk kakak blh mnt alamat emailnya?
    owh iya skrg ambil Magister dimana?
    sekarang saya stay pendidikan S1 di bandung ka,,

  31. 02/09/2013 8:04 pm

    Kak kira kira kalo dari SMAN jurusan ips itu bisa daftar kuliah di farmasi ga ya u,u (galau nih)

  32. susan permalink
    05/09/2013 5:18 am

    assalammu’alaikum,, sama kaya aprilia
    kalo SMA nya jurusan ips, bisa ngambil farmasi eggak ?

    • 11/09/2013 9:41 pm

      Kalo jaman saya kemarin bisa sih, temen saya ada kok yang jur IPS trus masuk farmasi.😀

  33. yosi permalink
    11/09/2013 1:43 pm

    salam kenal kakak. saya dari SMA daerah Lampung, saya masuk di kelas percepatan jd SMA nya cuma 2 tahun. saya pengen masuk farmasi kak, tapi galau karna katanya farmasi itu sulit ya kak

    • 11/09/2013 9:40 pm

      Semua hal itu bakal sulit kalo kita udah nggak yakin sama kemampuan kita sendiri.🙂

  34. 11/09/2013 4:27 pm

    salam kenal ka..aku siswa SMF di kalsel…
    kaka lulusan sarjana UNLAM?kenal sama guru saya ga ibu MAYA LIANSARI S.Farm,Apt??
    ibu juga lulusan sana dan ngambil profesi di UGM…

  35. Alumni Apt ITB permalink
    23/10/2013 8:30 am

    Hi, ak jg alumni apt ITB thn 2011. Saya dulu takut banget ambil apt ITB (secara saya jg s1 disana jadi saya tau pasti seberapa nightmare nya krn pernah bantuin ujian apt sebelumnya). Tp ya krn tanggung dan jg kl ambil profesi apt di univ lain biayanya malah dobel, akhirnya saya ambil lah mau ga mau hehe (thn 2009 untuk alumni s1 farmasi itb bayarnya 10 jt untuk apt itb, kl s1 dr univ lain jd dobel 20 jt). Kuliah apt di ITB sendiri menurut saya biasa aja (lebih serem s1 nya hehe) selain itu ada praktek lapangan jg seperti di industri farmasi/RS/apotek/BPOM yg bikin kita jd bener2 melek dg profesi ini. Cuman ujian apt nya aja yg super duper mengerikan, padahal cuman 1 sks, tp sekalinya gagal, yaudah deh musti ngulang lagi. Pada tahun 2009 sistem ujian apt itb masih sistem yg lama yaitu ada 3 tahap (Tahap 1 : ujian penelusuran pustaka ; Tahap 2 : Ujian praktek di laborat entah bikin produk sampai sedian jadi atau dapet yang uji analisanya ; Tahap 3 : Ujian lisan dengan penilai dari institusi luar dan jg bbrp dosen fa itb). Singkat cerita, saya GAGAL di ujian pertama saya. Tepatnya di tahap 1. Soal yg saya dapat sebenarnya sangat saya suka, yaitu Tablet Dipiridamol, secara TA dulu di lab solida n jg jadi asisten lab tsb jd saya merasa “wah gw banget” niy. Pede banget sewaktu ngerjain ujian tersebut selama 2 hari, sampai mungkin sekitar 50 halaman hasil penelusuran pustaka saya. Tapi begitu diumumin kl saya TIDAK LULUS, detik itu hancur sudah hati saya, menangis tiada henti selama seminggu, ga ada semangat lagi (sorry ya jadi curhat :p). Mungkin lebay ya, tp bukan karna harus mengulang lagi yang bikin saya sedih, tp krn harus menunggu 7 bulan untuk ikut ujian lagi. Setelah dikonfirmasi ke dosen yg mengoreksi ujian saya, dikatakan saya membuat kesalahan fatal, yaitu LUPA menjelaskan aturan pakai di bagian Informasi Obat, Saya tidak menjelaskan aturan pakai tersebut untuk dewasa atau untuk anak2, lebih tepatnya saya lupa menuliskan kata DEWASA, hanya lgsung sebut obat tersebut diminum sekian tablet sekian kali per hari. Sebenarnya obat DIpiridamol ini memang hanya untuk diminum orang dewasa, untuk anak2 tidak diperbolehkan. Tapi di bab 2 mengenai farmakologi obat itu sudah saya jelaskan dengan detail ttg hal tersebut. Tapi, balik lagi deh, nasib berkata lain, menurut dosen tersebut Informasi Obat adalah hal yg sangat penting krn dari situlah pasien mengetahui penjelasan yg rinci, kl tidak dijelaskan dengan rinci tentunya pasien bisa mengira anak-anak pun bisa meminum obat tersebut kan. Okeh, untuk ujian kedua saya jujur ga ad persiapan yg serius seperti ujian pertama, Tapi saya tirakat doa, sholat, puasa sunnah yg cukup kuat disertai ikhtiar yang apa adanya aja. Alasan saya cuma satu : Untuk lulus ujian apt ITB bukan IPK atau tingkat kecerdasan yang plg utama, tp faktor LUCK yang plg berperan. Anda bisa diluluskan atau tidak diluluskan jika dosen yang menilai anda berbeda. Bahkan teman saya yang IPK hampir 4 pun atau yg termasuk mahasiswa berprestasi jg gagal dan harus mengulang. Kebanyakan mereka (dan jg saya) melakukan kesalahan yang tidak disadari, walau ada juga yang gak lulus karna sadar. Tapi, banyak jg yang merasa sudah melakukan kesalahan fatal tapi justru lulus ke tahap berikutnya. Amazing kan. Tidak ada standar pasti, mana yang fatal dan yang masih bisa dimaafkan. Sepertinya sangat bergantung pada dosen penilai. Okeh, singkatnya di ujian kedua saya justru pucat pasi saat mendapat soal, yaitu Krim Steril Mupirocin. Saya sudah terbayang bakal ga lulus lagi krn (mungkin) tahap 2 saya bakal dpt di lab steril yg notabene dulu mata kuliah disitu saya ga lulus n ngulang lagi jg cmn dpt C. Selain itu, soal yg saya dapet termasuk soal Jackpot bintang 3, artinya soal tersebut belum pernah dikeluarkan di ujian sebelum2nya. Tapi, berkat faktor LUCK yang berpihak pada saya, akhirnya jalan saya dimudahkan sampai akhirnya saya lulus juga. Oh ya, ketakutan saya gak menjadi kenyataan. Saya ga dapat lab steril di tahap 2 tapi saya dapat lab analisis, dimana saya sangat-sangat bersyukur akan hal ini. Teman saya dikala ujian itu, ada juga yang dapat soal krim steril tapi beda zat aktif dan dia dapat di lab steril, dan dia gak lulus. Kebayang ga siy, kl misal aku yang dpt disitu, well hanya Tuhan yang tahu hehe.

    Okeh, saya ga mau mencoba menakut-nakuti yang pada mau coba ikut apt itb. Tapi memang belum pernah ada sejarah satu angkatan lulus ujian apt bareng. Selalunya sekitar 10-20% harus ngulang, Bahkan rekor yang pernah saya dengar, ada yang sampai harus ikut ujian 4x, baru bisa lulus. Salut banget dengan mentalnya. Ada jg yang begitu ga lulus dia ga ngulang, atau mungkin udah 2x ga lulus juga ga mau ngulang. Saya “cukup” beruntung sudah lulus di ujian yg ke-2 kalinya.

    Mungkin yang saya sayangkan, walaupun lulusan apt ITB merupakan lulusan yang katanya banyak dicari calon employer di Indonesia, tapi begitu kita pengen main di kancah internasional, belum diakui sama sekali (mungkin saya kasih pengecualian untuk Malaysia). Butuh perjuangan panjang untuk mendapat pengakuan tersebut. Kita doakan saja, semoga kedepannya apoteker ITB bisa laku di negeri orang.

  36. 31/10/2013 4:51 pm

    Wah…. Saya jadi semangat nie wat masuk farmasi😀
    thx info nya brother..

  37. annisa H S permalink
    10/11/2013 1:31 pm

    Salam kenal kak🙂
    saya mau tanya sekolah farmasi sama fakultas farmasi sama gak kak? Sama kelas XI-IPA ad minat buat masuk ITB jurusan farmasi tapi pas saya lagi liat liat jurusan di blog ITB yg di tulis sekolah farmasi itu sama gak kak sama fakultas farmasi? Kalo beda bisa tolong jelasin gak kak? Makasih kak🙂

    • dwiput permalink*
      10/11/2013 11:06 pm

      Sama dek.. jurusan farmasi di ITB, setelah berpisah dari fakultas MIPA memang dinamakan Sekolah Farmasi.. sebutan ini hanya terkait dengan kebijakan penamaan saja, dari sejarah yang saya tahu penamaan sebagai Sekolah ini digunakan untuk fakultas yang hanya memiliki tidak lebih dari 2 jurusan didalamnya.. semoga membantu menjelaskan🙂

      • Annisa H S permalink
        11/11/2013 1:05 pm

        Makasih ya kak🙂 boleh tanya lagi gak kak jurusan nya aapa aja ya kak bisa tolong jelasin kak? Makasih ya kak😀

  38. 11/11/2013 12:18 am

    Asslamualaikum. Maaf saya mau tanya ya apakah Bln Januari tahun 2014 ada seleksi penerimaan apoteker ya? Makasih sebelumnya

    • Endah permalink
      08/12/2013 3:37 pm

      Bismilah semoga bisa nyusul jadi apoteker !! Amin..

  39. eshy permalink
    05/01/2014 2:05 am

    kak senneg banget bisa baca artikel.y kk jady nmbah semangat masuk farmasi..

    Tapy kak, aq bingung mw ngapain blm ngerti betul tentang farmasi n takut jga kalau pas tes gak lulus….

    Tolng share pnglmn.y lagy yah kak…

    Thanks…🙂

  40. Dya permalink
    14/01/2014 11:57 am

    salam kenal kak, saya kelas XI SMA.
    saya itu pengen masuk fakultas farmasi, tapi masih ragu sih:/
    kak, persyaratan buat masuk farmasi itu apa aja sih ? dari segi fisik, mental, dan nilai ?

    terima kasih sebelumnya😀

  41. ina permalink
    18/01/2014 5:48 pm

    halo kak🙂
    salam kenal saya siswa smk farmasi kelas 11 di semarang, minta saran dong kak stlh lulus lbh baik saya kerja atau lanjut kuliah?
    saya pengennya kerja dulu stlh itu kuliah tapi masih ragu juga krn saya klo kuliah inginnya lewat jalur prestasi

  42. 28/03/2014 5:53 pm

    Assalamu’alaikum maaf aku mau nanya ohh iya namaku Mifta aku kelas 2 SMA , aku pengen banget jadi apoteker. tapi banyak yang bilang lebih gampang kalau awalnya masuk SMK kalau mau jadi apoteker ? apa susah kalau bukan SMK melainkan SMA ? ohh iya kakak itu langsung penjurusan ngambil apoteker apa awalnya ngambil farmasi dulu ? kalau boleh tahu kesulitan apa aja yang pernah kakak alamin selama jadi jurusan apoteker / farmasi ?

  43. 31/03/2014 9:13 am

    Hai Kak🙂
    Aku sekarang baru kelas X SMK Farmasi, dan aku pingin banget masuk ITB ^^
    Boleh minta info-info tentang masuk ke ITB gak kak? Biar aku bisa disiapin dari sekarang🙂 Makasi kak ^^

  44. Octa Linda Lestari permalink
    29/05/2014 9:29 pm

    Assalammualaikum kaa:)

    aku baru lulus SMA niih dan alhamdulillah diterima di Farmasi, Universitas Lambung Mangkurat melalui jalur SNMPTN..

    Entah kenapa yg awalnya excited banget masuk di farmasi tibatiba jadi down gini yaa:(
    sharing dong kaa apa aja yg kaka dapetin selama kuliah farmasi di unlam🙂 trims~😀

  45. vera gunawan permalink
    19/06/2014 7:08 pm

    Haloo kak, mau tnya niih.. KloSMK farmasi itu bsa lgsung krja atau hrus kuliah dlu ya kak?? mhon djwb! trimkash..

  46. Dyanty permalink
    08/07/2014 1:23 pm

    Hai kak, mau nanya dong. tes kesehatan fisik apa saja yang diperlukan untuk masuk jurusan farmasi ?
    terimakasih sebelumnya🙂

  47. 11/07/2014 10:54 am

    Hallo kak. Saya siswa kls X di salah satu SMK Farmasi Swasta di Bandung. Apa bisa dari SMK Farmasi lalu kuliahnya di kedokteran contohnya ITB? menurut kaka lebih baik aku meneruskan kuliah ke farmasi atau kedokteran?
    Saya bingung. Tolong dijawab ya kak. Terimakasih🙂

  48. ayu permalink
    19/07/2014 6:47 am

    kak sy maba d uit makassar fak. farmasi
    sy mau tanya kak klo utk mahasiswa utk smester prtama yg hrus sering2 dpljari itu apa kak, mohon bntuan.a kak..

    • Bella ayu kusuma wardani permalink
      05/10/2014 10:21 pm

      Kak saya Bella dari lampung , sekolah di SMK Muhamadyah 3 metro , jurusan farmasi , masih kelas X .
      Kak gimana cara nya mudah Belajar farmasi , biar gak membosan kan , Ternyata di farmasi sulit ya kak .

  49. farahsweetcute permalink
    06/10/2014 12:19 am

    Alhamdulillah dapet cerita perjuangan apoteker. Baru baca aja kerasa banget susahnya. Saya aja yang baru SMK juga ngerasa susah. Tapi,bisa termotivasi karena banyak membaca kesuksesan yang suah lulus.

  50. Anila permalink
    09/10/2014 1:27 pm

    Kakak saya boleh brtanya. Bagaimana saya ingin msuk farmasi Apoteker tpi saya dri jurusan ips. Bgaimana solosi kakak, makasih

  51. nisa permalink
    24/10/2014 12:03 am

    kak, saya lulusan th kemaren 2013. dulunya kuliah di jurusan kimia. alih-alih disuruh org tua ikt tes lg dan akhirnya lulus di farmasi unsri th ini. awalnya cukup senang krna ktnya prospek kerja difarmasi itu bnyak. sdgkan brusan aku baca ktnya gaji org farmasi itu sedikit dan kt tdk bisa kerja di luar negeri . jd kyk ada rasa penyesalan gitu pindah. menurut kakak apa langkah yg saya ambil ini salah untuk pindah jurusan? trims

  52. pera permalink
    06/11/2014 7:57 pm

    maaf ka mau nanya kalau misalnya aku mau kuliah farmasi terus nanti tuh pas kuliah kita tuh di kasih pilihan g bidang apa yg mau kita ambil.?? kaya misalnya farmakogonosi

  53. abie permalink
    16/11/2014 7:02 pm

    assalamualaikum,. sy mau bertanya pendaftar profesi apoteker di itb tahun 2014 sudah atau belum yaa?? mohon infonya terima kasih.

  54. niken pratiwi permalink
    28/11/2014 6:29 am

    assalamualaikum saya niken pratiwi , saya baru lulus s1 farmasi dan saya menunda lanjut kuliah apoteker karena permasalahan dana. saya berniat untuk melanjutkan apoteker pada tahun 2016. tapi yang saya dengar rumornya pada tahun 2016 program apoteker akan menjadi 2 tahun. apakah itu benar? mohon infonya bila ada yg tau ya. makasi🙂

  55. 27/12/2014 10:42 pm

    Salam kenal kak.. Maaf kak mau nanya, kalau misalnya dari Smk nya udah ambil bidang obat obatan gitu , apa itu akan memudahkan kita untuk tes kuliah apotekernya ya kak,dan apa kelebihannya saat kuliah nanti kak?.Saya masih smp kelas3 kk tp saya bingung apa harus sma atau langsung ke smk farmasi agar memudahkan untuk kuliahnya kak..Terimaksih share ceritanya kak.🙂 mohon sarannya ya kak.. ^^

  56. Kaluth Decade permalink
    08/02/2015 7:41 pm

    Assalamu’alaikum kaka., ^^
    blehh brtnya kak ? kn saya msih klas 1 SMA nihh., nahh, syarat” msuk apoteker / farmasi itu apa kak., fisika kimia matematika bhsa inggris biologi atau apa kak yg harus saya perkuat.,🙂
    makasih kak., ^_^

    • ovilia permalink
      11/02/2015 12:34 am

      kak mau tanya. soalnya waktu tes itu esai atau pilihan ganda? trus akreditasi kampus yg S1 harus apa? terimakasih

  57. Hidaa permalink
    26/02/2015 2:31 pm

    Assalamualaikum ka, sya mahasiswi farmasi pts di bogor. sekarang sy smstr 4. kalau menurut kaka mendingan ambil farmasi industri apa farmasi klinisnya?
    terimakasih

  58. 18/04/2016 6:00 am

    Saya masih bingung.. apa saja yg perlu dilatih untuk bisa lulus di jurusan Apoteker

  59. Calvianus gery permalink
    27/06/2016 8:50 pm

    Halo selamat malam ka, saya gery dari bogor. Saya minat masuk apoteker itb tahun depan. Ka, saya may tanya kira2 soal seleksi nya berupa pilihan ganda atau essay ya ka? Terimakasih:)

  60. 09/08/2016 7:12 pm

    assalamualaikum mau nanya kak, aku baru mau msuk D3 farmsi di salah satu kampus suasta, rencana suatu saat bisa lanjut apotiker. apakah harus lanjut s1 farmasi dulu lalu apotiker, apa boleh langsung apotiker? oiya dari susta apa bisa lanjut ke PTN kak?

  61. Rezky permalink
    29/08/2016 1:37 pm

    Kak, kalo umpama kita udah lulus SNMPTN jurusan Farmasi, terus ada tahap tes nya kan pertama? Tes kesehatan. Apa Tes keperawanan juga ada? Terus kalo kita tidak perawan lagi kita gugur?? Makasih kak

  62. Rachel permalink
    05/09/2016 11:03 pm

    Malam kak, saya skrg kelas XII jurusan IPA
    Saya minat di jurusan Farmasi karena dari awalnya juga rekomen dari guru les kimia saya. Tapi saya tdk diijinkan ortu di PTN karena suatu hal dan rencananya masuk ke PTS di Surabaya. Yang jd pertanyaan saya, benar atau tidak kalau S1 di PTS mau lanjut ke apoteker nya lebih sulit dibanding dr yang S1 nya di PTN? Karna kl mmg benar saya akan pertimbangkan lagi buat ambil Farmasi .
    Makasih sebelumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: