Skip to content

Finally Pharmacist: A new beginning

26/10/2011

Alhamdulillah, seluruh kru Web Blog Calon Apoteker Bercerita resmi sudah menjadi Apoteker, bukan “Calon Apoteker” lagi. Senang?! Oh, SANGAT.

Tanggal 12 Oktober 2011 menjadi hari yang berkesan bagi kami semua, karena di hari tersebut kami dilantik resmi sebagai apoteker. Selama proses pelantikan, memori-memori selama satu tahun di program profesi apoteker ITB pun menari-nari di kepala saya. Mulai dari kuliah, teman baru, dosen seru, tugas-tugas, kuliah praktek, also not to be missed…

The most tiring, remarkable, emotional, memorable step during the times: UJIAN APOTEKER.

Terbayang-bayang lagi perjuangan selama kurang lebih dua bulan yang (hampir) mati-matian itu. Ujian apoteker di ITB untuk tahun ajaran 2010/2011, terdiri dari 2 tahap kelulusan. Tahap ujian kelulusan pertama adalah terdiri dari ujian penulusuran pustaka dan ujian lisan (diuji oleh para dosen dan praktisi kesehatan/kefarmasian). Tahap kelulusan selanjutnya adalah ujian laboratorium/praktik. Jika di tahap kelulusan pertama maupun kedua tidak lulus, maka kami semua harus mengulang ujian kembali di semester selanjutnya. Saat itu, mengingat bahwa kalau tidak lulus harus membayar kembali sejumlah 7 digit rupiah, yang ada dipikiran adalah HARUS LULUS. Pengen punya doraemon rasanya, minta pintu ke hari pelantikan. :p

 Persiapan pra-ujian

Berbekal semangat ingin lulus (yang teramat sangat), akhirnya memutuskan berkomitmen sama diri sendiri untuk menyatakan : SIAP BERJUANG! Bismillah.  Mulailah dilakukan persiapan-persiapan teknis, mengumpulkan doa dari orang-orang tersayang (free yet the best! 🙂 ), dan membuat timeline (PENTING). Persiapan teknis itu seperti menyiapkan buku-buku, mengumpulkan contoh-contoh jurnal pustaka ujian dari senior, menyiapkan timeline target belajar dan strategi di hari H.😀 (sounds fun? Believe me, it’s not :p)

 

Ujian Penelusuran Pustaka

Setelah pengundian,nama sediaan obat yang muncul di kertas soal adalah  Vitamin B1 HCl 1000 tablet.  “Alhamdulillah… (dapet soal apapun, Alhamdulillah aja dulu, masalah susah atau tidak, gimana nanti sajaaaa).”

Tugas saya kemudian adalah menyusun jurnal dari hasil penulusuran pustaka yang dilakukan selama dua hari. Jadi saya dan peserta ujian lainnya mulai sibuk-sibuk mengumpulkan referensi dari pustaka-pustaka (a.k.a puluhan buku-buku dengan ketebalan 10 cm) yang terkait dengan data-data terkait sediaan Vitamin B1 HCl tablet. Beberapa konten yang tercakup dalam jurnal antara lain :

  1. Monografi dan Perundang-undangan terkait penggolongan Obat
  2. Farmakologi
  3. Farmasetika
  4. Analisis

Yang berkesan dalam tahap ini, yaitu ketika saya bingung menggolongkan sediaan ini, apakah masuk ke dalam golongan obat bebas atau obat keras. Alasan kebingungan ini karena ada contoh sediaan di pasaran, dengan sediaan yang sama sejumlah 1000 tablet yang dikemas dalam 1 botol, sediaannya merupakan obat keras. Tapi karena tidak menemukan dasar hukumnya, akhirnya tetap pada pendirian, sediaan vitamin ini digolongkan ke obat bebas saja, karena dapatr dikatanya vitamin B1 HCl ini aman, tidak ditemukan data toksik untuk pemberian sediaan tabletnya, dsb. Untuk yang lainnya, tidak ada masalah yang rumit, referensinya pun banyak. Alhamdulillah, sediaan ini gak “rewel”. Hehehe… Akhirnya dalam 2 hari jurnal penulusuran pustaka Vitamin B1 HCl ini rampung sudah. J Dikerjakan sudah, tinggal ikhlas sama hasilnya (which is.. hard).

 Ujian Lisan

*tutup muka*

Tiap inget ujian lisan ini bawaannya malu sendiri. Tanya kenapa?! Ceritanya, sebelum tahap ini berlangsung, panitia ujian sudah mengingatkan bahwa ujian lisan ini bukan hanya akan menguji kemampuan dan pengetahuan profesi apoteker/kefarmasian saja, tapi juga (mungkin) akan ada konfirmasi jurnal penulusuran pustaka yang sudah dikerjakan sebelumnya, sehingga semua peserta harus membawa copy jurnal yang dibuat di tahap sebelumnya. Apa maksudnya konfirmasi? Konfirmasi ini dilakukan jika ada hal-hal yang diragukan oleh panitia pemeriksa dari jurnal yang sudah peserta buat, sehingga keraguan ini akan dikonfirmasi langsung kepada peserta untuk dimintai penjelasan pada saat sidang lisan ini (WHICH IS SCAAAARYYYYY).  *fyuh

 Okay, this is not my point actually.

Singkat cerita, saat hari H tiba, saya dengan (setengah) percaya diri masuk ke ruang sidang yang sudah dipenuhi oleh beberapa dosen dan pakar/praktisi. Di awal waktu, peserta diperkenankan untuk membacakan rangkuman jurnal secara garis besar. Yep, jurnal dengan kurang lebih 45 halaman itu diminta untuk dibacakan rangkumannya. Sebenarnya tidak sulit kok, karena boleh membaca jurnal yang memang harus dibawa ke ruang sidang. Jadi tidak perlu menghafal sebenarnya. Tapi…. ternyata saya yang (setengah) percaya diri tadi ternyata masuk dengan TANGAN KOSONG, jurnal itu saya taruh dengan manis di meja tunggu di luar ruang sidang (STUPIDITY IS IN DA HOUSE BABE!!!!). Jadilah saya terbata-bata membacakan rangkuman jurnal saya (who won’t?!). Akhirnya bapak moderator yang baik (dan mungkin kasihan pada saya) mempersilahkan saya untuk membawa jurnal saya masuk ke ruang sidang *entah harus seneng atau cari plastic item buat nutupin kepala*.

Akhirnya dimulailah sidang lisan yang sebenarnya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan terkait dengan keprofesian apoteker di rumah sakit, apotek, industri farmasi, industri kosmetik, suplemen, makanan, pelayananan, dsb. Mungkin pertanyaan paling berkesan buat saya diantara ratusan(?)(lebih..) pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah saat ditanya, setelah lulus mau kerja dimana? This is the hardest one. Saat itu tersadar, bahwa saya sedang berada di persimpangan jalan. Oh dear

 The result #1

Alhamdulillah, lulus tanpa peringatan. Tidak perlu banyak cerita, hanya ALHAMDULILLAH dan TERIMA KASIH.🙂

Ujian Laboratorium

Untuk ujian tahap akhir ini, saya mendapat tugas untuk menguji mutu sediaan. Setelah keluar surat tugas dari dosen yang bertanggung jawab, mulailah (panik) mencari dan mengerjakan jurnal untuk pengerjaan laboratoriumnya nanti. Selama kurang lebih seminggu, bersama teman-teman senasib di lab analisis (pengujian mutu) lainnya, kita menyiapkan pereaksi-pereaksi yang dibutuhkan semua orang selama 3 hari ujian berlangsung. Selain dari penyusunan kebutuhan alat dan bahan kimia (yang tidak cukup sekali, sampai 5 kali –atau lebih- ngutang ngitung, fyuh), yang paling berkesan bagi saya adalah SPEKTROFLUOROMETRI. Saya ditugaskan untuk melakukan penetapan kadar bahan baku dan sediaan dengan metode ini, sang Spektrofluorometri. Waktu melihat alatnya, wow MAGIC! Bukannya apa-apa, saya merasa ini alat magic karena seperti barang antik dari taun 30-an (a.k.a old). Ah tak apalah, yang penting masih bisa berfungsi kan? Yang “menarik” dari metode spektrofluorometri khusus untuk penetapan kadar senyawa Vitamin B1 HCl ini adalah penyiapan sampel yang sangat… sangat… ribet, ribet, ribet. Hari ke-2 dan ke-3 ujian lab ini benar-benar saya habiskan untuk pengerjaan spektrofluorometri. Pada hari ke-2 ujian berlangsung, kurang lebih saya butuh 5 jam untuk menyiapkan sampel untuk kemudian diukur hasilnya dengan spektrofluorometri. Beberapa pereaksi harus saya siapkan sendiri di hari H, karena harus dibuat segar (just… my fate I guess). Begitupun di hari ke-3. Jadi semuanya benar-benar, berpacu dengan waktu. Kaki lemes rasanya saat melihat beberapan teman sudah kipas-kipas, ongkang-ongkang kaki, pasang ransel, dan siap-siap pulang, di saat saya masih berkutat dengan penyiapan SAMPEL. GO HOME PEOPLEEEEEE…

Again, this is probably my fate.

 Alhamdulillah, dengan segala pacuan waktu itu, semua tugas berhasil selesai dalam 3 hari.🙂

The Final Result

LULUS TANPA PERINGATAN.

 What else I can say? Alhamdulillah, Terima kasih, I love you Papa, Mama, Kakak, Teman-teman, Ibu/Bapak Dosen.

So again, this is my fate.

 ———————————————————————————————————————

Terkenang lagi pertanyaan “Habis ini mau kerja dimana?”, mengingatkan saya bahwa lulus (atau lolos) ujian profesi apoteker ini bukan berarti akhir dari perjuangan.

This is not the end of my journey. This… is actually, A NEW BEGINNING of my next life’s chapter.

  Wish us LUCK, dear readers. 🙂 I wish you the best too.❤

2 Comments leave one →
  1. intan permalink
    10/02/2012 7:28 pm

    bagus, sip saya juga mau ke itb
    boleh tanya2?

  2. 25/11/2015 9:55 am

    keren mas😀 ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: