Skip to content

AIDS World Day

01/12/2011
tags: , ,
by

Setiap tahunnya, pada tanggal 1 Desember, seluruh dunia memperingati Hari AIDS Sedunia sebagai salah satu bentuk wujud kepedulian masyarakat dunia untuk mengurangi penyebaran virus HIV AIDS. Meskipun pada kalender hanya diperingati selama 1 hari, bukan berarti kita boleh lupa pada 364 hari lainnya. Keberadaan virus ini di sekitar kita memerlukan perhatian penuh dari kita semua. Umumnya kita akan melihat beberapa orang mengenakan pita merah atau red ribbon  sebagai simbol kepedulian dan solidaritas terhadap penyebaran virus HIV. Meskipun hanya sebagai simbol, namun diharapkan keberadaannya dapat menjadi “pengingat” bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Berdiskusi mengenai AIDS berarti tidak selalu soal penyebaran virusnya saja, namun juga  mengenai para penderitanya, dalam hal ini kita mengenal ODHA (Orang Dengan HIV AIDS). Mereka, sangat membutuhkan perhatian kita dari segi materi maupun moril. Sayangnya masih ada beberapa orang yang memiliki pandangan sempit terhadap para ODHA sehingga membuat mereka terkucilkan. Sebagian besar dari beberapa orang tersebut takut akan tertular, sehingga merasa tidak melakukan kontak dalam bentuk apapun adalah jalan terbaik. Diskriminasi seperti ini dapat menjadi penghambat. Selain itu, pengetahuan yang minim mengenai penyakit ini juga dapat menjadi kendala yang cukup besar dalam upaya menghambat penyebaran virus HIV dan juga penanganan ODHA.

 

Lalu apa sebenarnya apa itu virus HIV? Bedanya dengan AIDS?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah tipe retrovirus golongan Lentivirinae yang menginfeksi sel imun pada tubuh manusia. Lentrivirus dikelompokkan berdasarkan sifat dari siklus infeksinya yang lambat. Terdapat dua tipe HIV, yaitu HIV-1 dan HIV-2. HIV tipe 1 merupakan penyebab terbesar seseorang terjangkit AIDS. Sedangkan tipe yang ke-2 juga diketahui dapat menyebabkan seseorang terkena AIDS, meskipun tipe ini lebih tidak umum ditemukan dibanding tipe 1.

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan fase perkembangan terakhir ketika seseorang  telah dinyatakan HIV-positif. Pada fase ini tubuh orang yang memiliki virus HIV mengalami penurunan sistem imun yang sangat drastis, biasanya ditandai dengan jumlah CD4 (salah satu jenis sel imun) <200, sehingga menyebabkan orang tersebut mengalami komplikasi dari berbagai penyakit yang menyerangnya.

Seseorang yang dinyatakan HIV-positif tidak selalu merupakan penderita AIDS. Namun, jika seseorang terinfeksi virus HIV, maka orang tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi penderita AIDS.

 

Bagaimana penyakit ini dapat menular?

Secara garis besar penyebaran penyakit ini terjadi melalui 3 cara : hubungan seks, parenteral, dan perinatal.

Hubungan seksual merupakan cara paling umum yang menyebabkan penularan virus HIV. Sampai saat ini cara paling aman untuk mencegah penyebarannya adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi kondom, meskipun tidak sepenuhnya bebas resiko.

Jalur parenteral juga memiliki peran dalam penyebaran virus. Pada metode ini seseorang terinfeksi HIV akibat paparan darah yang terkontaminasi. Paparan ini dapat disebabkan oleh penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi (tidak steril), pendonoran darah yang terinfeksi, tranfusi organ, dll. Pada metode ini, kasus yang berperan besar adalah penggunaan alat suntik secara bergantian pada pemakai narkoba.

Infeksi perinatal atau transmisi vertikal (penularan dari ibu ke anak) merupakan penyebab umum terjadinya infeksi HIV pada bayi. Sebagian besar infeksi terjadi ketika masa kehamilan. Beberapa hal yang dapat menyebabkan penularan antara lain pecahnya air ketuban, infeksi genital selama hamil, kelahiran prematur, proses melahirkan secara normal, dll. Proses menyusui juga dapat menjadi salah satu cara penularan infeksi virus HIV. Jika anda HIV-positif dan sedang  atau berencana untuk hamil, konsultasikanlah dengan dokter anda untuk melakukan tindakan pencegahan menularnya virus dari ibu ke anak.

Terdapat beberapa gejala yang dapat timbul ketika seseorang terinfeksi HIV antara lain demam, radang tenggorokan, menurunnya berat badan, diare, mual, muntah, dll. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi HIV karena gejala yang timbul hanya seperti gejala sakit biasa. Bahkan beberapa orang dapat tidak menunjukkan gejala sama sekali. Untuk memastikan apakah seseorang dinyatakan HIV-positif atau tidak, maka perlu dilakukan tes terhadap antibodi yang muncul karena adanya infeksi HIV. Karena perkembangan virus yang sangat lambat, maka disarankan untuk melakukan tes sekitar 3 minggu setelah perkiraan waktu terinfeksi. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan seseorang dari infeksi virus HIV. Ketika seseorang terinfeksi virus HIV maka fokus utamanya adalah bagaimana menjaga kualitas hidup orang tersebut agar dapat memperpanjang harapan hidupnya.

JIka setelah melakukan test kita dinyatakan HIV-negatif, kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan terhadap tubuh kita. Penerapan gaya hidup sehat dapat menjadi salah satu upaya untuk menghindari infeksi HIV. Kita boleh saja menghindari virusnya, namun perlu diingat juga bahwa jangan sampai kita menghindari para penderitanya juga tau ODHA. Terutama anak – anak yang tidak berdosa namun harus menanggung penderitaan karena terinfeksi HIV dari orang tuanya. Bekali diri kita dengan pengetahuan yang cukup sebagai bekal untuk membentengi diri kita dari penyebaran virus HIV.

Sebagai generasi muda Indonesia yang cerdas sudah menjadi tugas kitalah untuk berusaha membantu pencegahan penyebaran virus ini. Terasa berat?? Tenaang. Kita bisa mulai dengan hal – hal kecil seperti : membaca artikel ini sampai tuntas, mencari tahu lebih banyak lagi mengenai HIV, lalu menyebarkan manfaatnya ke temen2 yang lain. Mudah kan?😀

Referensi:

Dipiro, Joseph T., et.al., 2008, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 7th Ed, New York: Mc Graw Hill, p. 2065-2082

http://www.unaids.org/

http://www.aidsindonesia.or.id/

http://www.worldaidsday.org/

http://www.odhaindonesia.org

2 Comments leave one →
  1. 02/12/2011 9:13 pm

    wah, opik baca dari milis FLP hal menyedihkan terkait peringatan Hari AIDS, dimana anak2 di MOnas pada pingsan karena nungguin pejabat yang telat datangnya. Kasihan, pada kepanasan.

    Ohya, kan kab. Bandung lagi bulan Filiriasis-kaki gajah nih, ga ada yang nulis apa-apa tentang ini, obatnya Albendazol, Decarbamezine…(lupa nulisnya gimana), ama parasetamol.

    • citta permalink*
      05/12/2011 7:34 am

      Terima kasih Opik untuk masukan dan informasinya mengenai bulan filiriasis.
      Akan saya sampaikan ke tim redaksi.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: