Skip to content

Berkenalan dengan Sabun Natural

08/12/2011

Apa yang kamu ketahui tentang sabun natural?

 

“Sabun yang terbuat dari minyak kelapa, buah-buahan, daun. Pokoknya bahannya berasal dari alam.” – (Sigit Dwi Nugroho, Pegawai Swasta)

 

“Sabun yang tidak pakai bahan kimia” – (Rifky Ujianto, Magister Urban Design ITB)

 

“Sabun yang memakai bahan alami, mungkin pelembabnya atau komposisinya sehingga gak bikin kulit kering.” – (Endra Rintovani, Graphic Designer)

 

“Belum pernah denger” – (Dahlia Dewanti, VICO Supply Chain Management)

 

“Sabun yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak berbahaya, biasanya memakai bahan-bahan alami.” – (Sumayyah Abdurrahman, Mahasiswi Farmasi ITB)

 

“Sabun yang terbuat dari bahan alam.” – (Adysti R.F, Junior Finance Consultant-Wellington)

 

“Sabun yang tidak berbusa dan warnanya bening.” – (Ricky Alexander, Pegawai Swasta)

 

Berdasarkan testimoni para responden yang secara random diberi pertanyaan mengenai apa yang mereka ketahui tentang sabun natural, hampir semuanya menjawab bahwa sabun natural berasal dari bahan alam. Well, tidak salah, namun masih kurang tepat.

Untuk mengetahuinya secara lengkap, mari kita simak penjelasan dari narasumber kami yaitu Amirah Adlia Alkaff, M.Si., Apt, penanggung jawab di bagian Research and Development Wangsa Jelita.

Apa itu sabun natural dan apa yang membedakan sabun natural dengan sabun biasa?

Sabun-sabun lain yang beredar di pasaran, biasanya menggunakan sodium lauryl sulfate (SLS) sebagai deterjen untuk mengangkat kotoran-kotoran yang menempel pada kulit sehingga kulit menjadi bersih. Sabun natural, berbeda dengan sabun lainnya, mengganti SLSdengan minyak alami kombinasi antara olive oil, coconut oil, dan palm oil.

Mekanisme minyak alami dalam membersihkan kotoran pada kulit mengikuti teori like dissolve like. Maksudnya, kotoran biasanya cenderung bersifat non-polar dan minyak juga bersifat non-polar. Sehingga, karena memiliki kepolaran yang cenderung mirip, maka minyak dapat mengangkat kotoran.

Adapun kekurangan dari penggunaan SLS sebagai pengangkat kotoran ini yaitu, selain mengangkat kotoran yang menempel pada kulit,SLS juga mengangkat minyak-minyak alami yang dihasilkan oleh kulit yang berfungsi sebagai pelembab alami, akibatnya kulit menjadi kering. Pada kondisi tertentu, SLS dapat mengakibatkan terjadinya iritasi pada kulit, mata, dan membran mukosa.

Mengapa memilih menggunakan kombinasi ketiga minyak alam tersebut?

Well, ketiga minyak alam itu memiliki fungsi yang berbeda-beda. Coconut oil berfungsi untuk membantu pembentukan busa dan sekaligus sebagai emollient, palm oil berfungsi agar sabun yang dihasilkan cukup keras, dan olive oil berfungsi sebagai moisturizer. Sehingga ketiga kombinasi minyak alam tersebut dapat menghasilkan sabun natural yang baik.

Bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat sabun natural?

Bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun natural antara lain olive oil, coconut oil, palm oil, ekstrak tanaman (untuk memberikan efek tambahan ketika digunakan dan biasanya memiliki khasiat tertentu, misalnya ekstrak mawar memiliki efek antioksidan), NaOH (digunakan dalam reaksi saponifikasi), air, dan fragrance (sesuai kebutuhan).

Bagaimana proses pembuatan sabun natural?

Prinsip dasar pembuatan sabun natural yaitu mengikuti prinsip pembentukan emulsi. Seperti pembuatan emulsi pada umumnya, bahan dibagi menjadi 2 fase yaitu water phase dan oil phase. Awalnya, NaOH dan air dicampurkan. Pada saat pencampuran NaOH dan air, terjadi suatu reaksi yang menghasilkan kalor, yang disebut reaksi eksoterm. Campuran NaOH dan air yang merupakan water phase ini menghasilkan suhu yang cukup tinggi yaitu sekitar 90°C. Sambil menunggu suhu campuran NaOH dan air turun sampai pada suhu tertentu, dilakukan pencampuran bahan-bahan lainnya yang merupakan oil phase dan dipanaskan hingga mencapai suhu yang sama dengan campuran NaOH dan air. Setelah suhu kedua fase mencapai pada suhu yang sama, kedua fase dicampurkan. Pada saat pencampuran ini terjadi suatu reaksi yang disebut reaksi saponifikasi. Reaksi saponifikasi merupakan suatu reaksi kimia antara basa (misalnya NaOH atau KOH, biasa disebut dengan istilah lye) dengan trigliserida (lemak dan minyak) yang kemudian menghasilkan suatu substansi baru yaitu sabun dan gliserol.


Reaksi saponifikasi ini dapat mencapai pH 8 – 9 yang bisa menyebabkan iritasi jika diaplikasikan pada kulit. Sehingga untuk mengatasinya dilakukan lye discount dan superfatting. Lye discount merupakan pengurangan jumlah NaOH yang digunakan, sementara superfatting adalah melebihkan minyak yang digunakan ke dalam racikan sabun; minyak yang ditambahkan biasanya 5 – 8% tetapi bisa juga dalam rentang 1 – 12%. Kedua proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada basa yang tersisa pada produk akhir.

Itu dia sekilas perkenalan kita dengan sabun natural. Sekarang kita bisa tahu bedanya sabun natural dengan sabun biasakan?

Nah, who’s up for beautiful and healthy skin?

Referensi:

Narasumber       :

Nama                     : Amirah Adlia Alkaff, M.Si, Apt

Institusi                : Wangsa Jelita (www.wangsajelita.com)

E-mail                    : amirah711@gmail.com

Sumber gambar:  http://chemistry.about.com/library/weekly/blsapon.htm

4 Comments leave one →
  1. 28/01/2013 10:50 am

    trims ya mba.

  2. rahma sari permalink
    16/09/2013 11:13 am

    artikel yg bagus….

  3. dhika permalink
    01/11/2015 1:15 am

    Invite pin saya, saya pngen konsul tntang obat a259a729

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: