Skip to content

Mengenal Imunisasi

29/12/2011

Kita seringkali mendengar adanya program imunisasi, terutama imunisasi yang diselenggarakan untuk bayi dan balita. Hmm.. Sebenarnya apa sih imunisasi itu? Apa manfaatnya untuk kesehatan? Dan kenapa kok kebanyakan program imunisasi ini untuk bayi dan balita? Yuk kita kupas bersama-sama di sini.

Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Imunisasi artinya pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan cara pemberian vaksin. Tujuan imunisasi ini untuk pencegahan dan perlindungan terjadinya infeksi atau penyakit tertentu. Pemerintah mencanangkan imunisasi sebagai tindakan yang efektif untuk menurunkan insidensi terjadinya penyakit yang dapat membahayakan bahkan yang menyebabkan kematian. Beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi antara lain hepatitis B, campak, polio, difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, cacar air, dan TBC.

Vaksin yang diberikan saat imunisasi merupakan bahan antigenik yang berasal dari virus atau bakteri yang telah dilemahkan. Materi genetik yang dimiliki virus dan bakteri tersebut dinonaktifkan sehingga tidak membahayakan. Cara melemahkan virus dapat dilakukan menggunakan panas atau bahan kimiawi. Selain itu terdapat pula pengembangan imunomolekuler dalam pembuatan vaksin yang aman yaitu dengan cara menggunakan protein atau peptida tertentu dari virus tersebut.

Pelaksanaan imunisasi biasanya dapat dilakukan kepada seseorang dengan cara suntik di bagian tubuh tertentu, seperti di bagian lengan dan paha, atau dengan cara diminum/ditelan karena vaksinnya berupa cairan.

Nah, bagaimana sih mekanismenya sehingga vaksin bisa bekerja sebagai pembentuk sistem kekebalan tubuh dan pencegah penyakit tersebut?

Vaksin yang merupakan antigen yang telah dilemahkan tadi akan masuk ke dalam tubuh manusia. Sistem imun tubuh akan mengenalinya sebagai benda asing dan menstimulasi pembentukan antibodi. “Tentara” antibodi dalam tubuh kita akan bekerja untuk menghancurkannya, antibodi bereaksi seakan-akan memang ada infeksi yang menyerang tubuh kita. Selain berfungsi untuk menangkal benda asing yang masuk, antibodi juga mengingat bentuk antigen yang telah masuk (fungsi memori) sehingga jika suatu waktu tubuh terpapar antigen yang sama (berupa penyakit) maka tubuh akan bisa melawannya dengan cepat dan infeksi penyakit tersebut bisa dicegah. Singkatnya imunisasi ini berguna untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap virus, bakteri, dan lainnya.

Imunisasi lebih sering difokuskan pada balita dan anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk dengan sempurna, tidak seperti orang dewasa, sehingga anak-anak lebih rentan terkena serangan penyakit dan infeksi. Selain itu, program imunisasi ini biasanya tidak hanya dilaksanakan satu kali saja, tetapi dilakukan secara bertahap dan lengkap.

Berikut adalah imunisasi dasar yang wajib diberikan pada bayi: (www.imunisasi.net) 

  • Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) diberikan satu kali untuk mencegah penyakit Tuberkulosis (TBC). Diberikan segera setelah bayi lahir di tempat pelayanan kesehatan atau mulai 1 (satu) bulan di Posyandu.
  • Imunisasi Hepatitis B diberikan satu kali untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan.
  • Imunisasi DPT-HB diberikan tiga kali untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan), Tetanus dan Hepatitis B. Imunisasi ini pertama kali diberikan saat bayi berusia 2 (dua) bulan. Imunisasi berikutnya berjarak waktu 4 minggu. Pada saat ini pemberian imunisasi DPT dan Hepatitis B dilakukan bersamaan dengan vaksin DPT-HB.
  • Imunisasi polio diberikan 4 (empat) kali dengan jelang waktu (jarak) 4 minggu untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio.
  • Imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak. Imunisasi campak diberikan saat bayi berumur 9 bulan.

 Tapiii.. jangan lupa ada yang perlu kita perhatikan juga dalam pelaksanaan imunisasi ini. Tidak jarang bayi/balita yang diimunisasi mengalami sedikit efek samping akibat kerja antibodi tubuh. Namun tidak usah khawatir, asalkan kita tetap waspada. Efek samping ini sebenarnya membuktikan bahwa vaksin tersebut sedang bekerja dengan tepat. Contohnya pada imunisasi BCG, setelah 2 minggu terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan. Setelah 2–3 minggu kemudian pembengkakan akan menimbulkan luka kecil. Luka tersebut  akan sembuh sendiri dengan meninggalkan parut kecil di area penyuntikan. Pada imunisasi DPT, kebanyakan bayi menderita panas pada sore hari setelah imunisasi. Panas akan turun dan hilang dalam 2 hari.

Hmm.. Sudah cukup luas nih bahasan kita. Jadi, imunisasi itu penting juga lho untuk pencegahan penyakit. Lagi pula Risiko efek samping vaksinasi ini lebih kecil dibandingkan dengan risiko terjangkit penyakit tersebut.  Prinsip lebih baik mencegah daripada mengobati terbukti pada pelaksanaan imunisasi ini🙂

Sumber:

13 Comments leave one →
  1. 29/12/2011 8:23 am

    sampai sekarang saya masih bingung dan mencari tahu apakah vaksin itu baik bagi tubuh manusia dan apa dampaknya. Saya pernah membaca di beberapa artikel (buku dan internet) tentang vaksin, dan disitu ada penjelasan yang mengatakan bahwa vaksin itu berbahaya dan hingga sekarang belum ada transparansi dari produsen vaksin mengenai bahan yg terkandung dalam vaksin. untuk lebih jelasnya, coba buka link ini.
    http://serbamuslim.blogspot.com/2011/03/buku-imunisasi-dampak-konspirasi.html
    terimakasih🙂

    • Muthe permalink
      29/12/2011 10:47 am

      Saya berusaha menjawab Mbak, meskipun saya bukan kontributor blog ini🙂

      saya sudah membaca artikel yang mbak cantumkan di komennya, dan sebenarnya itu adalah sebuah artikel terjemahan yang beredar di Amerika sana. Pertama, perlu saya jelaskan bahwa vaksin baik untuk tubuh manusia karena dia akan merangsang tubuh membentuk antibodi untuk melawan penyakit tertentu (sesuai jenis vaksin yang diberikan).

      Bahwa dalam artikel tersebut disebutkan bermacam-macam bahan yang membahayakan, hal itu salah. bahan-bahan yang digunakan di dalam pembuatan vaksin, sudah dipastikan adalah bahan yang aman, kenapa? karena pemberian vaksin adalah dengan cara disuntik, artinya langsung kontak dengan pembuluh darah, maka tingkat keamanan obatnya juga harus dipastikan sangat tinggi. Selain itu, sebelum vaksin diedarkan, vaksin terlbih dahulu diuji keamanannya pada hewan. Vaksin yg aman, adalah yg lolos uji pada hewan. Tahap yang lainnya adalah pemeriksaan pada badan pemberi izin obat, dimana seluruh dokumentasi baik itu bahan yg digunakan, prosesnya harus diberitahukan pada pemeriksa. Jadi, sudah pasti vaksin terjamin keamanannya

      Di artikel tersebut juga disebutkan bahwa vaksin adalah konspirasi. Mohon maaf, tapi konspirasi apa? Konspirasi pabrik? Produsen vaksin, mengeluarkan biaya yang tidak kecil untuk penelitian dan pembuatan vaksin, dan sebenarnya, kalau mereka mau, mereka tidak perlu membuat vaksin. Tapi atas dasar kebutuhan kesehatan masyarakat lah mereka membuatnya. Jadi, tidak ada konspirasi dalam perihal vaksin.

      Produsen tidak memberitahukan kepada masyarakat, justru karena masyarakat awam terhadap dunia farmasi, dikhawatirkan malah informasi yg disampaikan salah ditangkap. Tapi Anda memiliki apoteker yang bisa Anda tanyakan berbagai informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.

      Adapun mengenai bahaya vaksin, sejauh ini bahayanya terkait efek samping, dimana semua obat juga memiliki efek samping. Yang perlu diperhatikan dalam penanganan vaksin, adalah cara penyimpanan, kondisi penyimpanan, kondisi transportasi yang dapat mempengaruhi kestabilan vaksin. Juga cara pemberian vaksin. Ada vaksin yang bisa diberikan bersamaan dengan vaksin lain. Ada yang tidak. Ada yang jaraknya harus diatur antar pemberian dua vaksin berbeda (bila harus diberikan dalam waktu dekat). Juga kondisi fisik penerima vaksin. Apakah sedang sakit? sdang demam?

      Mudah-mudah menjawab pertanyaan🙂

      • Monika Oktora permalink
        29/12/2011 11:12 am

        ahhaayy.. nuhun teeehh infonyaaa🙂 really helpfull

    • Monika Oktora permalink
      29/12/2011 11:09 am

      Vaksin yang digunakan untuk imunisasi tentu sudah diformulasikan sedemikan rupa dan lolos uji efikasi, keamanan, dan kualitasnya. Memang ada beberapa laporan yang menyatakan vaksin berbahaya untuk kesehatan, sebetulnya bukan bahaya yang mengancam jiwa. Ada beberapa efek samping ringan memang bisa terjadi pasca imunisasi namun ahli medis menyatakan sampai saat ini tidak ada bukti bahwa vaksin akan menyebabkan akibat berbahaya seperti autisme atau diabetes tipe 1.

      Setahu saya (boleh ditambahkan oleh rekan lainnya) kandungan vaksin tidak berbahaya. Jika memang ada akibat berbahaya yabg ditimbulkan, bukan dari kandungannya, tetapi dari beberapa faktor, misalnya:
      1. Kondisi vaksinnya sendiri seperti life span (masa berlaku) vaksin. Vaksin yang sudah rusak maupun yang sudah kadaluarsa akan yang sudah lewat atau menyebabkan vaksin tidak berguna apabila digunakan karena tidak akan menghasilkan imunitas yang diharapkan.

      2. Cara Vaksinasi. Secara khusus dosis dan cara/rute pemberian vaksin sudah ditetapkan. Apabila hal tersebut dilakukan tidak sesuai aturan maka terjadilah kegagalan vaksin. Maka dari itu diperlukan tenaga kesehatan yang profesional dalam pelaksanaan imunisasi ini .

      3. Kondisi pasien/anak yang akan diimunisasi. Harus diperhatikan apakah anak dalam kondisi sehat dan optimal untuk menerima vaksin ini. Dikhawatirkan saat sistem imun anak sedang tidak dalam kondisi baik, malah kinerja sistem imun dalam “menerima” vaksin ini tidak akan berfungsi baik. Status nutrisi dan penuakit pada anak juga harus diperhatikan
      🙂

  2. Muthe permalink
    29/12/2011 10:29 am

    Great article, Monika ^^ kita butuh artikel-artikel tentang vaksin seperti ini loh untuk diinformasikan pada masyarakat sekitar🙂

    Kalau saya boleh menambahkan : vaksin yang diberikan tidak selalu dalam bentuk bakteri/virus yg sudah dilemahkan, kebanyakan sekarang yang diberikan adalah produk antibodinya (imunisasi dapatan pasif kalau istilah teoritisnya).

    Vaksin disini, berusaha merangsang sistem imun kita untuk mengenali antigen yang diberikan (kalau yg diberikan adalah virus/bakteri yang telah dilemahkan) dan membentuk antibodi yang nantinya akan bereaksi lebih cepat bila pasien terpapar oleh antigen yang sama. Namun, vaksin bukan obat dewa, antibodi juga perlu regenerasi. Suatu saat, jumlah antibodinya menurun, oleh karena itu beberapa jenis vaksin, perlu diberikan ulang (atau istilahnya : booster) pada periode waktu tertentu ^^.

    • Monika Oktora permalink
      29/12/2011 11:16 am

      Yup teh.. kita disini berusaha menyederhanakan informasi kesehatan dan obat-obatan, termasuk persepsi imunisasi ini, terkadang lebih susah menyederhanakannya daripada ngasi info blek langsung tentang imunisasi dan vaksin dari kacamata farmasi, hehe..
      Iya nih katanya ada antibodi yang berpotensi jadi vaksin HIV, hehe.. udah ada blm ya itu?

      • Muthe permalink
        29/12/2011 8:45 pm

        masih dikembangkan tapi kayaknya nemu masalah terus ya. klo nggak salah, terakhir denger, di cina berhasil. tapi nggak tau juga tuh.. karena masih harus lewat tahap uji klinik dan sebagainya😀

  3. 29/12/2011 7:45 pm

    kalau membahas soal kandungan yang terdapat dalam vaksin, saya belum begitu paham. tapi saya tertarik dan ingin memahami lebih dalam mengenai bidang ini. dari beberapa artikel yang saya baca, maksud konspirasi disini adalah konspirasi untuk mengurangi populasi manusia (tidak ada hubungannya dengan bisnis pabrik atau mencari keuntungan finansial). pusatnya di Amerika. bahasan nya terlalu panjang, agak sulit kalau ditulis disini. silahkan mba baca artikel di link ini supaya lebih jelas, terimakasih🙂

    http://un2kmu.wordpress.com/2010/06/21/bill-gates-dan-misi-pengurangan-populasi-dunia-dengan-vaksin-dan-kb/

    • Muthe permalink
      29/12/2011 8:30 pm

      . Dia menulis seperti ini : “Seperti sudah saya jelaskan pada artikel Bahaya Vaksinasi bahwa mereka menciptakan vaksin untuk membuat tubuh manusia kehilangan sifat imunitas alaminya sejak bayi.” –> Saya belum pernah menemukan literatur dunia kesehatan manapun yang menyatakan bahwa vaksin dapat menghilangkan sifat imunitas alami sejak bayi. Yang saya pelajari (dan terbukti dalam penelitian), suatu vaksin justru meningkatkan sistem imun.

      Bayi yang baru lahir, sistem imunnya hanya bergantung dari sistem imun yang ia dapatkan dari ibunya (selama ibunya mengandung, dan selama ibunya menyusui), dan hanya bertahan selama 6 bulan. Setelah itu, ia bergantung dari sistem pertahanan tubuhnya sendiri. Nah, beberapa anak tanpa divaksinasi/imunisasi pun dia sudah sehat dan kuat untuk melawan penyakit, tapi beberapa anak yang lain membutuhkan bantuan. Banyak kejadian, saat anaknya tidak diberi vaksin (ditambah lagi mungkin gizi yang diberikan tidak baik, atau ibunya tidak memberi ASI, atau bahkan lingkungan yang tidak terlalu sehat) anaknya menjadi sakit parah, karena sistem pertahanan tubuhnya sendiri tidak mampu melawan penyakit-penyakit tersebut.

      Saya juga membaca di artikel yang lain yang memicu anti-vaksinasi, bahwa vaksin dapat menyebabkan autisme. Data yang diberikan, tidak akurat, dan tidak pernah ada penelitian yang mengkonfirmasi itu. Kalau memang data itu benar, penelitinya kenapa tidak mau membeberkan? Malah hanya menulis artikel yang tidak berdasar?

      Sekarang, dari sekian populasi dunia yang menerima vaksin, apakah pernah terjadi kematian besar-besaran? tidak.
      Bagaimana dengan kanker? Sampai saat ini pun, peneliti tidak benar-benar mengetahui penyebab kanker, karena kanker itu memiliki sifatnya sendiri yang unik. Malah penelitian terbaru ada yang mengajukan teori bahwa saat sistem imun orang turun, maka kanker itu bisa muncul.
      Autisme? Sama. tidak pernah ada yang bisa menyatakan dengan pasti, apakah yang menyebabkan autisme.

      Adapun kutipan2 yang dicantumkan, saya meragukan kredibilitasnya, entah dapat darimana, karena sampai sekarang tidak ada bukti bahwa vaksin menyebabkan kematian dan sebagainya, kecuali dari efek samping (dimana bahkan meminum obat herbal pun, bisa menyebabkan hal tersebut).

      Tentang obat kimia. Bahkan sebelum obat dari bahan kimia ditemukan, sudah ada yang disebut sejak jaman Yunani sebagai homeopati. dimana racun, dapat bertindak sebagai obat apabila digunakan dalam dosis/ukuran yang tepat. Makanya, dalam beberapa budaya tradisional, bila suatu zat diketahui berbahaya, justru dalam sejumlah kecil akan bermanfaat.

      Obat kimia tidak akan menumpuk di dalam tubuh, kenapa? Karena tubuh kita hebat! Tubuh kita memiliki sebuah mekanisme untuk mengeliminasi zat-zat asing yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Obat, juga akan dieliminasi. Bahkan, sebelum obat itu dipasarkan, sudah ada dokumentasi nasib obat itu di dalam tubuh, mulai dia masuk, hingga keluar dari tubuh. Melalu organ yang mana dia dieliminasi, dan dalam bentuk apa, serta sebanyak apa, dalam waktu berapa lama.

      Obat menyangkut jiwa manusia, saya meyakini tidak ada yang mau bermain-main dengan jiwa manusia.

  4. 30/12/2011 3:30 pm

    terimakasih atas infonya, mba Muthe..🙂

  5. 07/05/2013 3:04 pm

    wow….Terima kasih ya

  6. 22/10/2013 7:34 am

    bagaimana cara mengenali vaksin yang sudah rusak?

  7. 07/02/2014 7:57 pm

    bagus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: