Skip to content

Migrain

15/03/2012

“Migrain itu bahasa iklannya sakit kepala sebelah karena nyerinya nggak terasa di seluruh bagian tapi hanya di satu bagian saja” – NN

“Migrain, sakit kepala sebelah. Sakit yang teramat sangat tapi cuma di satu sisi aja”- Iqbal, Kriminolog

“Migrain itu kurang tahu sih sebenernya apa, tapi  dengar-dengar sakit kepala sebelah. Biasa diatasinya dengan tidur” – Sahlan, Mahasiswa

“Yang aku inget  dari pelajaran farmakoterapi, itu karena terjadi vasodilatasi pembuluh darah yang menyebabkan penekanan saraf yang bikin gelombang-gelombang elektrik yang disampaikan ke otak jadi berkurang. Penyebabnya genetik sama kekurangan dopamin yah kalo nggak salah. Biasa diobati dengan obat analgesik opioid dan non-opioid serta NSAID”- Harina, Mahasiswa Farmasi.

“Migrain.. Sakit kepala sebelah ya?” – Marisa, Karyawan swasta

Itu sebagian opini teman-teman kita mengenai migrain. Migrain atau biasa dikenal dengan sakit kepala sebelah memang bukan lagi sesuatu hal yang asing di telinga kita. Akan tetapi, sebenarnya apa sih migrain itu dan apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah ataupun mengobatinya? Yuk, kita cari tahu🙂

Migrain..

Migrain disebabkan karena terjadinya vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah di otak yang dipicu oleh kelelahan, stres, kurang istirahat, kurang asupan makanan, paparan cahaya yang berlebihan maupun karena perubahan hormon.  Vasodilatasi ini mengakibatkan pelepasan senyawa kimia  serotonin yang menimbulkan inflamasi, rasa nyeri serta pelebaran pembuluh arteri. Semakin lebar pembuluh arteri yang diakibatkan, maka semakin tinggi intensitas sakit yang diderita.

Mengenai jenisnya, migrain dibedakan menjadi 2, yaitu:

  • Migrain tanpa aura

Migrain tanpa aura biasa ditandai dengan sakit kepala selama 4 hingga 72 jam yang biasa terjadi pada salah satu sisi kepala (unilateral) walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada kedua sisi kepala, mual, muntah, diare, wajah pucat, serta tangan dan kaki yang terasa dingin.

Oh iya, ada yang disebut dengan prodrome loh!  Prodrome itu merupakan gejala klinis yang timbul sebelum terjadinya migrain berupa konstipasi, depresi, diare, rasa lapar yang berlebihan, hiperaktif hingga leher terasa kaku. Bila dirasa mulai terjadi prodrome, sebaiknya kurangi dan hindari aktivitas yang dapat memicu migrain ya🙂

  •  Migrain dengan aura

Migrain yang diiringi dengan gejala klinis lainnya berupa gangguan visual, gerak maupun verbal yang dapat berlangsung  selama 10 hingga 30 menit selama migrain terjadi.

Lalu, apa yang harus kita lakukan saat terserang migrain?

 Hal pertama yang dapat kita lakukan untuk mengurangi gejala migrain adalah dengan berbaring pada ruang yang sedikit gelap, dengan mengompres kepala dengan es bila perlu.  Bila rasa sakit yang diderita tidak tertahankan, kita dapat mengkonsumsi obat analgesik seperti Aspirin dan Asetaminofen atau obat NSAID seperti Ibuprofen.

 Bila rasa sakit tak kunjung mereda, segera konsultasikan dengan dokter ya..😉

Referensi :

Dipiro, Joseph T., et.al., 2008, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 7th Ed, New York: Mc Graw Hill, p. 1105-1116

http://www.migraine.org.uk/

http://www.medicinenet.com/migraine_headache/article.htm

 

One Comment leave one →
  1. 08/10/2013 12:03 pm

    Unik juga migrain ini ya, baru tahu kalau migrain itu ada yang migrain aura dan tanpa aura. Beberapa referensi yang pernah saya baca juga menyebutkan bahwa pisang bisa mengobati migrain. Tentang efektivitasnya, mungkin apoteker lebih tahu … trims …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: