Skip to content

Hati-Hati Batu Ginjal

13/04/2012

Suatu kali seorang teman pernah tiba-tiba mengalami gejala nyeri yang hebat di bagian pinggangnya. Padahal sebelumnya ia tidak pernah menderita sakit tersebut. Ia akhirnya dibawa ke UGD rumah sakit terdekat, diberi obat analgesik (penahan rasa sakit) dan menjalani beberapa pemeriksaan. Hasil pemeriksaan pun menyatakan bahwa ia menderita batu ginjal. Batu itu tidak berukuran begitu besar, hanya sekitar 2–3 mm. Sebenarnya batu ginjal itu tidak tiba-tiba muncul begitu saja, bisa karena beberapa sebab, salah satunya kurang minum dan kelelahan akibat aktivitas, akhirnya muncul gejala nyeri akibat batu ginjal tersebut. Nah pernah menemui kasus seperti ini? Atau bahkan mengalami sendiri? Yuk kita bahas mengenai batu ginjal.

Hmm.. batu ginjal itu penyakit apa yaa? Kok datangnya tiba-tiba?

Dalam bahasa kedokteran batu ginjal ini disebut nephrolithiasis. Terdiri dari dua istilah, nephron (nefron) dan lithiasis. Nefron ini dalah bagian dari ginjal, tepatnya merupajan unit terkecil pada ginjal, fungsinya sebagai penyaring darah. Sedangkan lithiasis adalah pembentukan batu (kalkuli) di dalam organ internal.

Batu ginjal adalah masa padat seperti batu berupa mineral dan garam kristal yang terbentuk di ginjal atau saluran kemih. Ada 4 tipe batu yang dapat terbentuk di ginjal, antara lain: batu kalsium (oksalat atau fosdat), batu magnesium amonium fosfat, batu asam urat, dan batu sistin (cystine). Tujuh puluh sampai delapan puluh persen batu ginjal yang terjadi berupa batu kalsium oksalat, batu kalsium fosfat, atau kombinasi keduanya.

Batu ginjal ini memang kadang tidak menimbulkan gejala (dikenal dengan silent stone). Namun pada saat tubuh sedang drop, kelelahan, atau kurang minum, gejala batu ginjal ini baru terasa. Gejalanya salah satunya seperti yang di atas tadi, nyeri kram yang sangat pada punggung bawah/pinggang, bisa juga terjadi pada punggung bagian samping, selangkangan, atau perut. Terkadang rasa nyeri disertai rasa mual dan muntah. Selain itu karakterisitik khas dari gejalanya adalah dapat menyebabkan adanya darah dalam urin. Namun untuk memastikannya lebih baik periksakan ke dokter dan laboratorium klinik karena gejalanya bisa mirip dengan infeksi saluran kemih.

Sumber gambar: http://www.um-pediatric-surgery.org/

Risiko terjadinya batu ginjal salah satunya adalah jika volume urin menurun atau adamya kelebihan zat pembentuk batu di ginjal. Penurunan volume urin ini bisa diakibatkan karena asupan cairan (kurang minum) yang kurang atau dehidrasi akibat aktivitas yang tinggi namun tidak ada penggantian cairan dari luar. Faktor risiko lainnya adalah terjadinya infeksi pada saluran kencing dan faktor keturunan (genetik)

Sebenarnya jika batu ginjal ini masih berukuran sekitar 4 mm atau lebih kecil, batu masih bisa keluar bersama air seni, Tetapi jika batu ginjal lebih besar lagi, biasanya dibutuhkan terapi khusus untuk penanganannya, seperti terapi farmakologi dengan obat-obatan, meliputi calcium channel blocker (nifedipin) dan alfa bloker (tamsulosin). Diharapkan dengan terapi tersebut, batu ginjal bisa lepas dengan sendirinya dan keluar melalui urin. Sedangkan untuk gejala nyeri yang dating tiba-tiba biasanya diberikan obat untuk meredakan gejala nyeri seperti analgesik dan antiinflamasi seperti NSAID.

Jika batu ginjal tidak cukup diterapi dengan obat, ada penanganan lainnya, seperti lithotripsy, yaitu terapi pemecah batu ginjal tanpa pembedahan. Batu dipecah dengan menggunakan gelombang kejut/suara). Setelah batu besar ini dipecah menjadi potongan yang lebih kecil, lalu diharapkan batu bisa  keluar melalui air seni. Selain itu penanganan dengan bedah juga sudah banyak dikembangkan, hal ini tentunya dengan pertimbangan dokter yang bersangkutan.

Nah, jika sudah tahu mengenai penyakit dan penyebabnya, kita harus menjaga diri agar tidak terkena batu ginjal ini. Tentunya gaya hidup sehat yang utama. Paling penting untuk selalu minum banyak air mineral (minimal 8 gelas air sehari) sekitar 2 liter demi kesehatan ginjal (link ke artikel yg tentang air putih itu lho). Selain itu perlu juga menjaga asupan makanan sehat setiap harinya. Untuk batu asam urat lebih baik mengurangi makanan seperti daging, jeroan, dan kacang-kacangan, karena mengandung purin (memicu asam urat dan terbentuknya batu asam urat); untuk batu kalsium oksalat juga harus mengurangi makanan dan minuman tinggi kalsium oksalat seperti softdrink, keju, kangkung, dan lain-lain. Tidak lupa juga selalu olahraga rutin untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar sehingga tidak mudah terserang penyakit.  Jika perlu, lakukan kontrol ke dokter secara rutin untuk memeriksakan kondisi ginjal, biasanya sekitar setahun sekali, atau jika memang ada keluhan ginjal, periksakan kondisi ginjal 3 bulan sekali.

Kalau pola hidup sehat sudah dijalani, mudah-mudahan kita tidak akan mudah terkena serangan batu ginjal🙂

Referensi:

http://www.um-pediatric-surgery.org/ Akses tanggal 6 April 2012

http://www.medicinenet.com/kidney_stone/article.htm 6 April 2012

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/409282/nephron Akses tanggal 9 April 2012

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/007113.htm Akses tanggal 9 April 2012

Porth, C.M, Matfin, G., 2009. Pathophysiology Concepts of Altered Health States, 8th, New York: Lippincot Williams and Wilkins. Hal 832–834

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: