Skip to content

Mengenal Hydralazine

30/04/2012

Duh! Lama ya saya tidak menulis di blog ini. Hehe. Pas nulis, kebagian nulis tentang informasi obat. Eeeaaaa… Baiklah, hari ini kita bahas Hydralazine dulu yuk? *Serius mode: On*.

Hydralazine. Hydralazine yang memiliki bentuk garam yaitu Hydralazine Chlorida, memiliki mekanisme kerja yang masih belum dimengerti sepenuhnya. Hydralazine diduga dapat menurunkan tekanan darah dengan aksi langsung pada otot polos arterial, sehingga menyebabkan vasodilatasi. Selain itu, dengan mengubah metabolisme kalsium seluler, Hydralazine menghambat pergerakan kalsium, yang berakbat pada pengurangan kontraktilitas otot polos vaskuler. Bila kita ingat-ingat kembali, kalsium merupakan ion yang penting perannya dalam menyebabkan kontraktilitas jantung.

Hydralazine HCl ditujukan untuk pasien hipertensi. Bila kita lihat dari mekanisme di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Hydralazine ini tidaklah begitu efektif untuk maintenance hipertensi dalam jangka waktu yang lama, terlebih dalam penggunaan tunggal, karena Hydralazine lebih bersifat vasodilator langsung pada otot polos. Berbeda dengan agen anti hipertensi lain yang mempengaruhi sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS).

Nah, namun di satu sisi, Hydralazine memiliki keunggulan,karena sifatnya tidak sekompleks RAAS dan cenderung jauh lebih sederhana, maka tingkat keamanannya untuk ibu hamil dan menyusui pun lebih tinggi (Pre-eklampsia/eklampsia).

Hydralazine HCl sendiri memiliki indikasi hipertensi yang tidak biasa,yaitu hipertensi esensial yang parah, hipertensi yang penyebabnya sendiri masih belum dapat dimengerti seutuhnya. Hydralazine diberikan ketika pasien hipertensi memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau tekanan darah diastolik > 90 mmHg, atau keduanya. Krisis hipertensi (tekanan darah lebih besar dari 180/120 mmHg) dapat dikategorikan ke dalam hypertensive emergency (kenaikan tekanan darah yang ekstrim dengan kerusakan organ akut atau progresif) atau hypertensive urgency (kenaikan tekanan darah yang parah tanpa kerusakan organ akut atau progresif). Dasar dari mekanisme kerja dan tujuan penggunaannya ini membuat saya memiliki opini pribadi bahwa sediaan injeksi adalah sediaan yang paling sesuai dengan Hydralazine HCl. Agar penghantaran obat menjadi lebih cepat.

Sifatnya yang berkerja langsung pada otot polos, menyebabkan Hydralazine memiliki profil kontraindikasi yang meliputi penyakit arteri koroner dan mitral valvular rematik jantung. Tentu saja perubahan secara signifikan aliran darah jantung pasien dengan kondisi jantung pasien yang bermasalah dapat berakibat fatal. Selain itu juga obat ini dapat menginduksi lupus, sehingga pasien dengan idiopati sistemik lupus eritematosus memiliki kontraindikasi dalam pemakaian Hydralazine.

Dosis Hydralazine pada dewasa sebesar 10–20 mg, dengan catatan, pada dosis awal diberikan dosis terendah dari rentang dosis. Namun dosis dapat ditingkatkan dan pemberian dosis dapat diulang, disesuaikan dengan kondisi atau respon tekanan darah pasien. Sedangkan dosis pada pediatrik berkisar antara 0.2–0.6 mg/kg BB dengan rentang umur 1–17 tahun.

Pada ibu hamil dengan preeklampsia maupun eklampsia, dosis awal yang diberikan 5–10 mg secara intravena, bila perlu dapat dilanjutkan dengan pemberian dosis yang sama setiap 20–30 menit.

Perlu diketahui bahwa obat-obatan vasodilator dapat menurunkan ekskresi natrium pada ginjal, sehingga tubuh akan meresponnya dengan cara meningkatkan aldosteron. Kemudian hal ini dapat menyebabkan retensi natrium dan peningkatan tekanan darah. Namun dengan adanya penggunaan diuretik, terjadinya hal tersebut dapat dicegah.

Selain itu juga karena penurunan kontraktilitas otot arterial, tubuh akan meresponnya dengan baik dan akan memicu sistem renin-angiotensin-aldosteron. Nah, dengan bantuan penggunaan obat beta bloker, umpan balik tersebut dapat dicegah.

Itu dia tadi, profil farmakologi singkat dari agen hipertensi, Hydralazine. Ingat ya, tidak ada izin yang memperbolehkan pasien menyuntikkan obat ke dirinya sendiri. No matter what. Oke?

Terima Kasih.

Referensi:

Facts and Comparisone Publishing Group. 2008. Drug Fact and Comparisone USA.

Katzung, B.G. 2007. International Edition Basic and Clinical Pharmacology 10th Ed. The Mc Graw-Hill Companies. Singapore.

Mc Evoy, Gerald K, Elaine KS, Jane M, et al. 2010. AHFS Drug Information 2010.

3 Comments leave one →
  1. ayunina rf permalink
    01/05/2012 9:08 pm

    jadi hydralazine ini cocoknya dipakai untuk hypertensive emergency atau hypertensive urgency? makasih atas penjelasannya🙂

  2. 19/05/2012 7:18 am

    apakah hydralazine dapat berinteraksi dengan makanan? apa sebabnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: