Skip to content

Flu Singapura

01/05/2012

Nampak tidak asing bukan? Yuppp.. Flu singapura atau biasa disebut sebagai Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) merupakan flu yang kini marak diberitakan mewabah di Indonesia. Penasaran sama si Flu Singapura ini? Yuk kita kenalan!😛

Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD)?

Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) merupakan suatu penyakit akibat infeksi coxsackievirus yang banyak menyerang anak berusia di bawah sepuluh tahun. Itu sebabnya Flu Singapura identik dengan anak. Namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa untuk bisa terinfeksi lho!

Gejala penyakit akan timbul 3–5 hari, setelah terjadi kontak dengan pasien yang menderita flu singapura dengan gejala yang biasa diawali dengan menurunnya nafsu makan, rasa tidak enak badan, radang tenggorokan juga demam. Dalam 1–2 hari setelah demam terjadi, akan timbul ruam yang kadang berisi cairan pada bagian mulut–baik pada lidah, gusi hingga bagian dalam pipi–, telapak tangan, telapak kaki hingga bokong yang akan hilang dalam 7–10 hari. Pada bayi, ruam akan muncul pada bagian mulut yang biasa terpapar saat menyusui.Hal yang perlu diperhatikan?

Bagi pasien yang sedang menderita penyakit ini, dianjurkan menghindari makanan yang terlalu asam ataupun terlalu pedas, untuk mengurangi rasa nyeri akibat radang pada mulut. Pasien juga dianjurkan untuk mengkonsumsi minuman yang tidak terlalu panas. Untuk mengurangi nyeri pada bagian mulut, dapat diberikan air garam (1 sendok teh garam dalam segelas air hangat) untuk dikumur. Pastikan pasien minum banyak air untuk menghindari terjadinya dehidrasi.

Dalam hal terapi, Flu Singapura tidak mempunyai obat khusus sebagai terapi. Obat yang biasa digunakan dalam proses penyembuhan hanya untuk meringankan nyeri dan demam yang ditimbulkan berupa asetaminofen ataupun ibuprofen. Aspirin juga dapat diberikan untuk mengurangi gejala demam dan nyeri yang timbul, namun hanya dapat diberikan pada pasien dewasa. Aspirin tidak boleh diberikan kepada pasien anak, untuk menghindari kemungkinan terjadinya Reye’s Syndrome pada anak. Biasanya, gejala penyakit yang timbul akan berkurang secara perlahan dalam 5–10 hari setelah beristirahat yang cukup.

Hal lain yang perlu diperhatikan mengenai penyakit ini adalah penyakit ini sangat mudah ditularkan baik melalui air liur, cairan yang berasal dari ruam yang timbul, sekresi saat bersin dan batuk, hingga feses. Virus ini tetap dapat ditularkan melalui feses pasien bahkan beberapa minggu setelah pasien sembuh.

Untuk menghindari tertularnya penyakit ini, perlu ditingkatkan cara hidup higienis dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air sehabis dari toilet, sebelum makan, setelah menyeka  hidung, dan juga setelah mengganti popok. Hindari penggunaan gelas, peralatan makan hingga barang pribadi (misalnya saja, pakaian, handuk serta sikat gigi) secara bersama-sama. Tidak lupa juga untuk selalu rajin mengganti pakaian dan mencucinya hingga bersih.

Gimana perkenalannya?

Mudah-mudahan bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan manfaat yaa..

One Comment leave one →
  1. 28/10/2013 7:25 am

    Terima kasih atas informasinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: