Skip to content

Demam dan termos es!

20/10/2013
tags: ,
by

Pada suatu hari ada seorang pasien berkonsultasi dengan apoteker tentang demam tinggi yang dideritanya. Kondisi demamnya tidak juga mereda meski telah diberi obat. Hal pertama yang ditanyakan sang apoteker kepada pasien tersebut adalah tentang obat apa saja yang telah diminumnya. Kemudian pasien itu menjawab ada 1 jenis antibiotik, 1 jenis obat batuk, dan 1 jenis obat penurun panas.

Kemudian sang apoteker bertanya mengenai kondisi demam yang dialami pasien tersebut. Pasien pun  bercerita demamnya ini selalu muncul di malam hari sekitar pukul 8, hingga ia tidak bisa tidur karena matanya pun terasa sangat panas hingga menangis.

Apoteker pun kembali penasaran dan bertanya, “minum obat penurun panasnya biasanya kapan?”

Pasien menjawab,”karena di instruksikan jika panas, jadi saya meminumnya jika sudah sangat terasa demam..”

Mendengar hal itu, Apoteker pun menyarankan hal yang berbeda, “Setiap obat yang diminum itu butuh waktu hingga dapat berefek terhadap keadaan tubuh. Dalam bahasa sederhananya, obat ini butuh waktu buat sampai ke tempat kerjanya. Kemungkinan yang terjadi adalah ketika kamu minum obat penurun panasnya, kondisi tubuhmu sudah demam, karena obat belum juga sampai ke tempat kerjanya, suhu tubuhmu masih terus meningkat, makanya obat ini seperti tidak berefek. Mungkin saat kamu tidur baru ada efeknya. Nah, untuk hari ini coba minum obat nya di sore hari yaa..”

Pasien bertanya kembali, “kalau kompres sebenarnya perlu atau tidak ya?”

Apoteker menjawab, “oiya, boleh saja dikompres juga.. kemarin-kemarin saat demam, apa sudah dikompres juga?”

Pasien menjawab,” iya.. saya kompres dengan air dingin”

Mendengar jawaban pasien tersebut sang apoteker hanya dapat geleng – geleng kepala karena heran.

Cerita di atas adalah cerita nyata yang sempat saya temui, mungkin pertanyaannya disini adalah: kenapa sang apoteker hanya geleng – geleng kepala mendengar sang pasien mengompres dirinya dengan air dingin?

Nah berikut penjelasannya…

Mungkin sebagian kita pernah mengalami kejadian yang sama yaa.. Ketika suhu tubuh tinggi, ingin rasanya membantu keadaan ini dengan sesuatu yang dingin agar tubuh kembali normal. Dan saya yakin pula sebagian pembaca Apoteker Bercerita ini masih ada yang ingat sebuah iklan *yang mungkin menginspirasi tindakan kompres dengan air dingin* berikut:

“Bu Joko.. Bu Joko.. Bu Joko punya Es.. anak saya panas sekali”

“sebentar ya bu..”

Kemudian beberapa saat kemudian Bu Joko kembali dan tidak membawa es.

“Maaf,Bu..Jika anak saya demam biasanya saya beri *obat panas*”

“Apa? Termos es?”

Ya.. demikian cuplikan iklannya… Seperti tidak ada yang salah dengan urusan kompres air dingin ini ya?

Pembahasan tentang kondisi demam sendiri sudah pernah di published dalam blog ini dengan judul artikel: Demam dan Obat Penurun Panas

Lantas kenapa tidak boleh kompres dengan air dingin? Kunci jawabannya ada pada paragraf berikut:

“… ketika demam, termostat tubuh kita di set lebih tinggi daripada suhu normal tubuh. Oleh karena itu, suhu tubuh kita yang sebenarnya normal dianggap lebih rendah. Akibatnya, tubuh akan menggigil untuk menghasilkan panas yang melampaui suhu normal tubuh.”

Suhu tubuh dianggap lebih rendah, kemudian badan menggigil untuk menghasilkan panas yang lebih tinggi lagi. Ketika kita melakukan kompres dengan air dingin, maka rangsangan ini akan dibaca sebagai suhu yang lebih rendah lagi, akibatnya tubuh akan semakin berusaha untuk menghasilkan panas yang berlebih.

Terdengar simpel ya..

Haha.. ya begitulah memang mekanisme respon tubuh. So, jika tubuh demam, kompreslah dengan air hangat. Rangsangan ini yang akan dibaca tubuh sebagai suhu yang hangat, sehingga tubuh akan merespon dengan mengurangi panas yang dihasilkan dan suhu tubuh kembali normal.

Semoga artikel ini bermanfaat🙂

9 Comments leave one →
  1. AliNsf permalink
    21/10/2013 9:42 am

    Whaa..
    Ada posting baruu,.
    Udah lama nggak singgah ke sinii..😀

    • dwiput permalink*
      22/10/2013 5:23 am

      Thanx buat singgahnya,Ali..
      Keep reading..

      Semoga bermanfaat🙂

  2. 23/10/2013 11:34 am

    makasih infonya, besok bisa dipraktekan kalau demam….selama ini kalau demam selalu dikompres pake air dingin…ternyata salah ya..

    • dwiput permalink*
      24/10/2013 3:50 am

      Semoga informasinya bermanfaat…

  3. 26/10/2013 7:20 pm

    benar sekali gan,, memang setiap obat itu ada waktu yang memang dianjurkan dan biasanya obat tersebut juga mempengaruhi dampaknya,,

  4. 17/02/2015 11:01 pm

    bener itu, kompres dengan air hangat sangat cepat menurunkan demam

  5. 07/06/2015 10:03 pm

    brrti dokternya tidak nenyampaikan informasi secara baik dan benar ya, dampai padien tidak tau harus kompress dengan apa

  6. 19/06/2015 1:25 pm

    termos es maksunya di kompres dok?
    terimakasih😉

Trackbacks

  1. time capsule

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: